Rabu, Juli 24, 2024

Opini : Covid-19 Menjadi Pemenang

spot_img
spot_img
Terkait
spot_img

IDEAtimes.id, Opini;- In chess the rules are fixed and the outcome is unpredictable

Whereas ini Putin’s Russia the rules are unpredictable and the outcome is fixed

Garry Kasparov, grandmaster catur legendaris dunia, kelahiran Azerbaijan Rusia, 13 April 1963, di buku, “How Life Imitates Chess; Making the Right Moves, form the Board to the Boardroom” (2007), menyinyiri Vladimir Putin, sang Ketua Keamanan Federal Rusia.

Bahwa, permainan catur lebih dahulu ditetapkan adalah aturannya, bagaimana hasilnya, tak dapat diprediksi. Sedangkan Putin – kini Presiden Rusia – aturannya tidak dapat diprediksi, hasilnya lebih dahulu ditetapkan.

Ujaran semacam majas sinisme Kasparov itu, kembali mendesis di benak saya ketika mengingat-ingat kembali awal mula Coronavirus mengglobal, ketika itu para kepala negara, pemimpin kita, sesumbar.

Diksinya tanggung. Bertekad untuk “menghadang”, “melawan”, bahkan “berperang” menghadapi serbuan Covid-19. “Kalian rakyat, di rumah saja — stay at home saja — biarlah kami yang menghadapi. Jika keluar rumah, kalian harus pakai masker dan sering-sering cuci tangan!”.

BACA JUGA: https://armintoputiri118647384.com/2020/05/10/harus-kuat-lawan-china/

Demi soliditas global, kemaslahatan bersama, rakyat patuh. Pemimpin yang memerintah adalah yang kita sendiri memilih. Seperti, kata Abraham Lincoln, “Government, from the people, by the people, for the people”. Dan juga, Trias Politica diajarkan Montesquieu. Kita percayakan kepada mereka, yang telah kita pilih di Legislatif, memberikan anggaran, serta mengawasi, agar mereka di Eksekutif lebih leluasa. Memainkan, strategi pertempuran. Rakyat di rumah saja, mendoakan.

Terkarantina di rumah, kita sesekali mengintip di balik jendela layar hape. Cemas beharap nasib kita selanjutnya di tuah pemimpin yang menjanji bakal memenangi pertempuran.

Saya, tak mau muluk-muluk mensanding mereka bagai pasukan Taliban dalam “Operation Enduring Freedom” di perang Afganistan. Musuhnya jelas Amerika Serikat. Saya mau mensandingkan dengan Garry Kasparov ketika meladeni “Deep Blue”. Wujudnya juga tidak terlihat, sama seperti Coronavirus.

BACA JUGA: https://armintoputiri118647384.com/2020/05/12/hikmah-indonesia-di-balik-covid-19/

Grandmaster catur, 12 kali berderetan itu, ditantang supercomputer yang bisa menghitung 100-200 langkah, dalam tiga menit. Lima sesi sebelumnya, draw. Sesi keenam, penentu. Ada 500-an penonton membeli tiket 25 dolar, cemas soal nasib Kasparov selanjutnya.

Dan hari itu 11 Maret 1997, Audiotorium New York City mencatat sejarah kelam bagi Kasparov. Penonton kecewa, dia dikalah dari supercomputer IBM. Program “Artificial Intelligence”, sepenuhnya buatan Manusia.

Dari rumah karantina kita juga berharap cemas menanti hasil pertempuran para pemimpin kita, demi melindungi rakyatnya, sejak mula berjanji. Sesumbar, akan menghajar tuntas Coronavirus. Kita tak mendengar, desing peluru maksimal berdentum, malah terlihat bendera putih berkibar.

“Coronavirus, kita damai yuk!”. Covid-19 mencatat, sejarah kelam, logika pemimpin kita. Itulah, kata Kasparov, “aturan tak bisa diprediksi, tapi hasilnya, dahulu ditetapkan”. Covid-19, menang.

Oleh : Armin Mustamin Toputiri

spot_img
spot_img
spot_img
Terkini

HUT ke-51, Hasrul Kaharuddin : KNPI Akan Terus Hadir untuk Masyarakat Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - KNPI Kota Makassar menggelar HUT yang ke-51 Komite Nasional Pemuda Indonesia 23 Juli. Perayaan HUT ke-51 KNPI...
Terkait
spot_img
Terkini

HUT ke-51, Hasrul Kaharuddin : KNPI Akan Terus Hadir untuk Masyarakat Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - KNPI Kota Makassar menggelar HUT yang ke-51 Komite Nasional Pemuda Indonesia 23 Juli. Perayaan HUT ke-51 KNPI...

Berita Lainnya

spot_img