IDEAtimes.id, Makassar;- Pasca banjir bandang, Pemerintah Daerah Luwu Utara hingga saat ini terus melakukan upaya pemulihan.
Kali ini, dua pekerjaan berat tengah dihadapi Luwu Utara yakni pasca banjir bandang dan pilkada serentak 2020.
Hal ini pun mendapat berbagai tanggapan dari beberapa kalangan dimana Luwu Utara diusulkan menunda pelaksanaan Pilkada 2020.
Seperti yang dilontarkan oleh Pengamat Politik Arqam Azikin yang mengatakan saat ini Luwu Utara masih berduka.
“Suasana duka masih dirasakan oleh masyarakat, tentu konsentrasi pemulihan dan penyelamatan korban selamat harus diutamakan.” Kata Arqam, Kamis, 6/7/2020.
“Saat ini kan banyak pengungsi yang membutuhkan penanganan serta tempat layak untuk tinggal.” Tambahnya.
Sehingga, kata Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar ini, para Muspida di Luwu Utara harus Konsentrasi di penanganan bencana.
“Bupati, Dandim, Kapolres, Ketua DPRD, Kejari, BNPB, PMI serta yang lain harus konsentrasi untuk pemulihan.” Terangnya.
“Makanya (pilkada) harus ditunda dulu, biar fokus, soalnya dua-duanya kerjaan yang berat.”Ujarnya.
Arqam mengatakan, usulan ini lahir melihat Luwu Utara hingga saat ini masih sering kebanjiran.
“Luapan air sungai akibat sedimen tanah yang tinggi masih terjadi dan itu berbahaya. Bagaimana bisa pilkada kalau begitu.” Tandasnya.(*)