IDEAtimes.id, MAKASSAR – Ketua Umum Badko HMI Sulselbar Andi Ikram Rifqi menanggapi keributan soal FGD yang diadakannya, Senin, (05/9) kemarin.
FGD yang digelar di Hotel Claro itu membahas tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menghadirkan Kapolda dan unsur terkait.
Namun belakangan FGD tersebut disoroti berbagai kalangan termasuk alumni HMI karena dianggap tidak etis.
Pasalnya, FGD itu dilaksanakan di tengah maraknya aksi demonstrasi oleh aktivis mahasiswa di Kota Makassar diwaktu yang bersamaan.
Bahkan, kegiatan dialog ini disebut-sebut bentuk pengamanan kepada para mahasiswa agar tidak melakukan aksi demonstrasi.
Berbagai informasi juga beredar di kader HMI jika forum dialog tersebut sebagai “uang pengamanan”.
Menanggapi isu tersebut, Ikram menegaskan jika isu terkait pengamanan atau menerima uang adalah tidak benar.
“Info dari mana ? Sejauh ini saya tidak pernah lihat uang pengamanan selama panitia menyiapkan itu kegiatan.” ungkap Ikram via WhattsApp, Rabu, (07/9).
“Murni teman-teman menggandeng semua elemen untuk ikut hadir dalam kegiatan tersebut dengan maksud menguatkan draft yang akan kami bawa ke Jakarta.” jelasnya.
Selain itu, lanjut Ikram, dalam FGD ini pihaknya mengundang berbagai elemen seperti Ojek Online, buruh, petani nelayan, dan yang lainnya.
“Kita undang semua elemen itu dan memang membahas persoalan kenaikan BBM yang kita anggap kebijakan ini suatu kesalahan.” tegasnya.
“Intinya kita di Badko HMI Sulselbar tegas menolak kenaikan harga BBM.” tandas dia. (*)