IDEAtimes.id, MAKASSAR – Forum Grup Discussion (FGD) yang digelar oleh Badko HMI Sulselbar masih terus berpolemik.
Pasalnya, FGD yang digelar Senin, (05/9) di Hotel Claro itu bertepatan dengan demonstrasi mahasiswa lainnya di Kota Makassar.
Hal tersebut kemudian menjadi buah bibir dikalangan mahasiswa utamanya kader HMI yang menganggap ada “permainan”.
Bahkan, beberapa alumni HMI turut angkat bicara mengenai langkah yang diambil oleh Badko HMI Sulselbar ini.
Seperti misalnya Andi Surahman Batara, mantan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar.
Kepada awak media, Andi Surahman mengatakan jika dirinya telah berkomunikasi dengan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar Andi Ikram Rifqi.
“Saya sudah komunikasi dengan dia (Ikram). Dia telpon saya terkait FGD. Saya cuma bilang itu kegiatan positif tapi mungkin waktunya tidak tepat.” ungkap Andi Surahman lewat sambungan telepon, Kamis, (8/9).
“Dia pertegas ke saya katanya Badko HMI tetap menolak kenaikan BBM.” tambahnya.
Pengurus KAHMI Sulsel ini kemudian meminta kepada Ikram agar mempublis hasil FGD tersebut.
“Saya sampaikan ke dia hasil FGD harus dipublis agar khalayak terkhusus kader HMI bisa tau apa hasil FGD.” terangnya.
“Juga saya sampaikan tetap kawal aksi demonstrasi yang dilakukan cabang di Sulsel dan Sulbar.” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketum Badko HMI Sulselbar Andi Ikram membantah adanya “uang pengamanan” saat melakukan FGD.
“Info dari mana ? Sejauh ini saya tidak pernah melihat uang pengamanan selama panitia menyiapkan itu kegiatan.” jelasnya, Rabu, (07/9).
“Murni teman-teman menggandeng semua elemen untuk ikut hadir dalam kegiatan tersebut dengan maksud menguatkan draft yang akan kami bawa ke Jakarta.” tandasnya.
(Iqbal/You)