IDEAtimes.id, MAKASSAR – Pengamat Ekonomi Afrianto M.Si menyebut perekonomian wilaya Luwu Raya terancam lumpuh khususnya kota Palopo.
Hal itu didasari terjadinya kerusakan jembatan di wilayah Palopo, tepatnya di Rampoang dan Jembatan di Cilallang, Kabupaten Luwu baru-baru ini.
Afri menjelaskan, runtuhnya dua jembatan itu akan mempengaruhi sektor perdagangan dan jasa di Luwu Raya dan Palopo secara khusus.
“Runtuhnya jembatan pada wilayah Utara dan Selatan tentu akan menurunkan frekuensi mobilitas masyarakat.” ungkap Afrianto, Rabu, (19/10/2022).
“Sektor perdagangan dan jasa merupakan sektor terbesar perekonomian di Kota Palopo, berkontribusi 24 persen, apalagi sebagian dari kebutuhan wilayah Luwu dan Palopo itu memang sumbernya di Palopo.” jelasnya.
Saat ini, Balai Jalan Nasional telah melakukan perbaikan untuk jembatan Rampoang yang telah rubuh.
Di sisi lain, jembatan Cillallang yang berada di Kabupaten Luwu, yang juga menjadi jalur utama trans Sulawesi mengalami kerusakan cukup parah.
“Nah jembatan ini kita ketahui merupakan jalur logistik untuk beberapa wilayah seperti Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur bahkan ke Sulteng dan Sultra.” terang dia.
“Kerusakan Ini bisa dipastikan memperlambat arus barang keluar masuk dari Palopo. Sektor ini juga pasti terdampak yang kontribusinya terhadap perekonomian Palopo sebesar 5,5 persen.” jelas Direktur Nusantara Institute ini.
Tak hanya jembatan, kata Afri, wilayah Battang Kota Palopo yang sering dilanda longsor juga semakin memperlambat perputaran ekonomi.
“Apalagi pada beberapa titik banjir di Kota Palopo, tentu juga akan semakin menurunkan tingkat konsumsi masyarakat.” tandas dia.
(Iqbal/Iksan)