Selasa, Juni 18, 2024

Penuhi Panggilan Polda Sulsel, Ormas BMI Curiga Habib Kribo Ada Misi Buat Konflik SARA

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Ormas Islam Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan memenuhi panggilan Polda Sulsel, Senin, (20/3/2023).

Pemanggilan tersebut sekaitan dengan dilapornya Zen Assegaf alias Habib Kribo oleh BMI Sulsel beberapa waktu lalu ke Polda Sulsel.

Ketua umum BMI Sulsel Zulkifli mengatakan, dirinya dipanggil guna memenuhi keperluan penyilidikan.

“Jadi (kemarin, senin) saya sebagai pelapor dari Habib Kribo telah memenuhi panggilan penyidik dari Polda Sulsel.” ungkap Zulkifli saat dihubungi, Selasa, (21/3/2023).

Zul menjelaskan, pihaknya telah menjelaskan secara rinci kepada penyidik terkait video yang dilaporkannya tersebut.

“Saya sampaikan ke penyidik bahwa sebenarnya kami sudah mengklarifikasi langsung dengan terlapor terkait video itu untuk meminta maaf. Tapi memang dia (Habib Kribo) tidak mau karena merasa benar.” jelasnya.

“Alhamdulillah video asli dari Habib Kribo juga kita sudah perlihatkan ke penyidik secara utuh dan sekali lagi kami sampaikan bahwa di video itu banyak statemen dari terlapor yang diduga dapat menimbulkan ujaran kebencian.” tegas dia.

Zul mengungkapkan, bahasa Habib Kribo soal pemerintah tidak pernah membangun gereja dianggap berpotensi melahirkan ujaran kebencian.

Sehingga, lanjut dia, potensi konflik SARA sesama umat beragama bisa saja terjadi dengan adanya video itu.

“Kami mencurigai terlapor sengaja membuat video itu guna memecah belah umat beragama di Indonesia. Yah semacam provokasi.” tuturnya.

“Contoh misalnya mengatakan pemerintah tidak membangun gereja padahal faktanya tidak begitu, kemarin pak Anies di Jakarta membantu lolosnya gereja, Ridwan Kamil di Jawa Barat juga, kemudian di Mamuju dapat hibah dari gubernur, di Sulsel juga begitu. Jadi bahasanya memang keliru.” tegasnya lagi.

Ia pun mengaku jika pihak penyidik saat ini akan melakukan koordinasi dengan saksi ahli sebagai kelengkapan dalam rangka gelar perkara.

“Saya mohon doa dan suport teman-teman semoga proses hukum ini bisa segera selesai.” tandasnya.

(Syaf/Iqbal)

spot_img
Terkini

Golkar Parepare Berkurban, Taufan Pawe Ingatkan Kader: Hidup Harus Berkorban

IDEAtimes.id, PAREPARE - Partai Golkar Parepare menggelar penyembelihan dan penyaluran hewan kurban sebanyak empat Sapi, dan empat Kambing untuk...
Terkait

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Ormas Islam Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan memenuhi panggilan Polda Sulsel, Senin, (20/3/2023).

Pemanggilan tersebut sekaitan dengan dilapornya Zen Assegaf alias Habib Kribo oleh BMI Sulsel beberapa waktu lalu ke Polda Sulsel.

Ketua umum BMI Sulsel Zulkifli mengatakan, dirinya dipanggil guna memenuhi keperluan penyilidikan.

“Jadi (kemarin, senin) saya sebagai pelapor dari Habib Kribo telah memenuhi panggilan penyidik dari Polda Sulsel.” ungkap Zulkifli saat dihubungi, Selasa, (21/3/2023).

Zul menjelaskan, pihaknya telah menjelaskan secara rinci kepada penyidik terkait video yang dilaporkannya tersebut.

“Saya sampaikan ke penyidik bahwa sebenarnya kami sudah mengklarifikasi langsung dengan terlapor terkait video itu untuk meminta maaf. Tapi memang dia (Habib Kribo) tidak mau karena merasa benar.” jelasnya.

“Alhamdulillah video asli dari Habib Kribo juga kita sudah perlihatkan ke penyidik secara utuh dan sekali lagi kami sampaikan bahwa di video itu banyak statemen dari terlapor yang diduga dapat menimbulkan ujaran kebencian.” tegas dia.

Zul mengungkapkan, bahasa Habib Kribo soal pemerintah tidak pernah membangun gereja dianggap berpotensi melahirkan ujaran kebencian.

Sehingga, lanjut dia, potensi konflik SARA sesama umat beragama bisa saja terjadi dengan adanya video itu.

“Kami mencurigai terlapor sengaja membuat video itu guna memecah belah umat beragama di Indonesia. Yah semacam provokasi.” tuturnya.

“Contoh misalnya mengatakan pemerintah tidak membangun gereja padahal faktanya tidak begitu, kemarin pak Anies di Jakarta membantu lolosnya gereja, Ridwan Kamil di Jawa Barat juga, kemudian di Mamuju dapat hibah dari gubernur, di Sulsel juga begitu. Jadi bahasanya memang keliru.” tegasnya lagi.

Ia pun mengaku jika pihak penyidik saat ini akan melakukan koordinasi dengan saksi ahli sebagai kelengkapan dalam rangka gelar perkara.

“Saya mohon doa dan suport teman-teman semoga proses hukum ini bisa segera selesai.” tandasnya.

(Syaf/Iqbal)

spot_img
Terkini

Golkar Parepare Berkurban, Taufan Pawe Ingatkan Kader: Hidup Harus Berkorban

IDEAtimes.id, PAREPARE - Partai Golkar Parepare menggelar penyembelihan dan penyaluran hewan kurban sebanyak empat Sapi, dan empat Kambing untuk...

Berita Lainnya

spot_img