Minggu, April 6, 2025

Ibu – Bayi di Seko Meninggal Setelah Ditandu 17 Jam, Pemda Lutra Klaim Layanan Kesehatannya Sudah Baik

Terkait

IDEAtimes.id, LUWU UTARA – Seorang ibu bernama Eva (18) bersama bayi yang dikandungnya meninggal dunia setelah ditandu kurang lebih 17 jam lamanya.

Eva saat itu harus ditandu karena aka dirujuk dari Puskesmas Seko Barat yang terletak di wilayah terpencil, ke RSUD Andi Djemma Masamba, yang berada di Ibu Kota Kabupaten Luwu Utara.

Karena kondisi jalan dan jarak tempu yang mencapai 40 kilo meter (Km), Eva kemudian ditandu oleh masyarakat ke titik penjemputan kemudian dibawa ke RS oleh Ambulance.

Namun sayang, baik Eva dan anaknya tak dapat tertolong meski telah menjalani operasi serta melahirkan anaknya.

Eva meninggal dunia beberapa jam setelah di operasi dan disusul anaknya yang juga turut meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Luwu Utara, drg. Hj. Marhani Katma, MARS., memberikan klarifikasi, sekaligus menggambarkan bagaimana kondisi pelayanan kesehatan sebenarnya di Puskesmas Seko Barat tersebut.

Ia mengatakan, Puskesmas Seko Barat terletak di Kecamatan Seko, dengan jarak sekitar 30 km dari ibu kota kabupaten, Masamba.

Meski berjarak 30 km, namun waktu yang ditempuh untuk sampai di Masamba sekitar 5 – 6 jam dengan menggunakan kendaraan ojek.

Tujuan utama dibangunnya Puskesmas Seko Barat di Kecamatan Seko adalah untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan ke masyarakat.

Dan Puskesmas Seko Barat sejauh ini telah melakukan pelayanan kesehatan dengan baik, sampai terjadinya peristiwa tersebut.

“Puskesmas Seko Barat telah dilengkapi dengan sumber daya manusia untuk menunjang proses pelayanan kesehatan di sana,” terang Marhani, Kamis (23/3/2023), di Masamba.

Pun dengan alat kesehatan yang digunakan adalah alat kesehatan sesuai standar pelayanan dasar.

“Alat kesehatan juga sesuai standar pelayanan dasar di puskesmas serta menggunakan bahan medis habis pakai dalam setiap pelayanan kesehatan. Juga telah tersedia kebijakan seperti standar operasional prosedur (SOP) serta kebijakan-kebijakan lainnya,” beber Marhani.

Menyikapi kasus meninggalnya Ny. Evy Feronika bersama bayi yang dikandungnya, Marhani mengatakan bahwa tenaga kesehatan yang menangani pasien di Puskesmas Seko Barat telah melakukan tindakan sesuai SOP yang ada.

“Terkait kematian Ny. Evy, telah dilakukan tindakan di rumah sakit dengan diagnosis akhir CPD + Partus Lama + Sepsis. Kami dapat katakan, segala prosedural pelayanan telah dilaksanakan mulai dari rumah pasien. Bidan juga telah melakukan tindakan sesuai SOP,” terangnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada saat pasien dirujuk, bidan puskesmas juga tetap mendampingi pasien sampai di RSUD.

“Ambulans Puskesmas Rongkong yang menjemput pasien langsung pada titik roda empat dapat beroperasi dan merujuknya sampai ke RSUD,” terangnya.

Bahkan, kata dia, pihaknya, dalam hal ini Pemda Lutra, juga telah menyiapkan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di tiga kecamatan terpencil, yaitu Kecamatan Seko, Rampi dan Rongkong, serta satu RTK di kabupaten, sebagai upaya mendekatkan pasien ke fasilitas kesehatan.

“RTK ini bertujuan membantu masyarakat mendekatkan akses ke fasilitas kesehatan dan dapat dipantau langsung oleh tenaga kesehatan setiap saat,” pugkasnya. (*)

spot_img
Terkini

Tamsil Linrung ke Amran Soal KKSS : Kitami yang Maju, Saya Support Dinda

IDEAtimes.id, JAKARTA - Spekulasi mengenai munculnya nama Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung dalam bursa Musyawarah Besar Kerukunan Keluarga...
Terkait
Terkini

Tamsil Linrung ke Amran Soal KKSS : Kitami yang Maju, Saya Support Dinda

IDEAtimes.id, JAKARTA - Spekulasi mengenai munculnya nama Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung dalam bursa Musyawarah Besar Kerukunan Keluarga...

Berita Lainnya