IDEAtimes.id, MAKASSAR – Diduga Oknum Pejabat RS Bahagia Makassar melakukan perbuatan tak sepantasnya yaitu memukul anak usia tiga tahun.
Parahnya lagi, sang pejabat yangjuga merupakan seorang dokter itu memukul sang anak di depan orang tuanya.
Kejadian ini viral usai apa yang dilakukan oleh oknum tersebut terekam kamera CCTV dan beredar luas di media sosial.
Menurut informasi, kejadian ini terjadi di salah satu Warkop di Jalan Toddopuli, Kamis, (27/7) pukul 23.10 malam.
Saat itu, pelaku sedang bermain catur namun tiba-tiba ayah dari anak tersebut menghampiri pelaku.
Namun ternyata anaknya juga ikut dari belakang dan mengambil bidak catur yang kemudian membuat pelaku emosi dan melayangkan pukulan.
Akibatnya, sang anak terlempar dan kepalanya terbentur di kursi akibat terjatuh usai di pukul.
Orang tua korban yakni sang ibu menjelaskan, awalnya anaknya tidak sengaj mengambil salah satu bidak catur pelaku yang lagi bermain.
Tapi, saat mengambil tiba-tiba pelaku yang diduga wakil direktur RS Bahagia itu langsung melayangkan pukulan menggunakan tangannya di bagian kepala.
“Anak saya sampai terjatuh terbentur di kursi sambil memaki-maki anak saya dan dibentak padahal suami saya sudah meminta maaf.” ucap sang ibu dikutip dari unggahan akun instagrma @supirpete2.
Lanjut dia, dirinya dan suaminya telah meminta maaf, namun pelaku tetap mengomel sehingga membuat ia marah karena tak berhenti membentak.
“Karena mulai marah suami saya mengahmburkan catur bapak itu.” jelasnya.
Dia pun merasa heran dengan sikap pelaku tersebut yang dengan mudanya melepas pukulan terhadap anaknya.
Bahkan menurutnya, ia sama sekali tak pernah memberi pukulan terhadap anaknya dibagian kepala.
“Di ajaran Islam pun jika ingin memukul anak sebaiknya dibawah pinggang. Miris perasaan saya melihat anak saya di pukul oleh orang lain yang masih usia tiga tahun.” ucapnya.
“Bapak adalah salah satu pejabat di RS, orang yang berpendidikan harusnya bisa menahan amarah dan tidak mengatakan anak sekecil itu dengan kata nakal.” tuturnya.
Ibu sang anak juga mengaku jika pelaku sempat menelpon suaminta untuk menganggap kejadian tersebut selesai dan seolah-olah tidak pernah terjadi.
“Keesokan paginya, hari jumat pagi pak dokter menelpon kiranya perbuatannya yang tidak disengaja seolah-olah tindakannya tidak pernah terjadi sehingga suami saya mengirimkan video rekaman CCTV tersebut yang membuat ia semakin marah dan memberi ancaman.” tambahnya.
“Sampai bapak itu mengancam dengan kata ” Anak-anak kayak kau satu kali ji saya habisi. Hati-hati ko nah anak ku Akabri.” tutup ibu sang anak. (*)