Minggu, April 14, 2024

Soal KONI Makassar, Praktisi Hukum : Kalau Cabor Atau Atlet yang Lapor Baru Masalah

Terkait
spot_img

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Praktisi Hukum Syamsul Bahri Majjaga merespons ramainya pemberitaan soal anggaran hibah KONI Kota Makassar.

Dalam pemberitaan yang beredar luas disejumlah media, Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan itu sekaitan dengan penggunaan dana hibah oleh KONI Makassar dibawah kepemimpinan Ahmad Susanto.

Zul mengatakan, apa yang dilakukan Kejari Makassar hal yang lumrah dalam sebuah proses hukum apabila ada aduan masyarakat atau (Dumas).

“Saya pikir itu hal wajar dan biasa saja, kan dipanggil untuk mengklarifikasi saja soal aduan masyarakat itu terkait hibah.” ujarnya, Jumat, (29/3).

“Dan sebenarnya pertanyaan saya sederhana saja, apa sebenarnya masalahnya KONI ? soal hibah ? Kalau itu jadi masalah kan laporan keuangannya bagus seperti yang disampaikan Ahmad Susanto bahwa lima kali WTP.” tambah dia.

Andaikan lanjut Zul yang mempermasalakan atau melaporkan KONI adalah cabang olahraga (Cabor) maka sudah pasti ada masalah.

“Tapi kan bukan cabor yang melapor, bukan atlit atau misalnya kegiatannya yang dilapor jadi saya bukan membela atau bagaimana tapi menyayangkan saja menggiring opini tanpa kejelasan yang pasti.” tegasnya.

“Kalau misalnya ada atlit atau cabor yang melapor maka itu baru bisa menduga kuat bahwa ada penyimpangan dana hibah tapi ini tidak jelas kan dari mana kemana.” bebernya.

Zul lantas menyarankan kepada Ahmad Susanto agar terus bekerja dan menjalankan roda organisasi sebagaimana mestinya.

“KONI harus jalan, disitulah tempat olahraga berprestasi, atlit terbaik lahir, kalau diganggu dengan isu tidak jelas maka KONI akan hancur.” tandasnya.

Beberapa capaian KONI dibawah kepemimpinan Ahmad Susanto ialah kota Makassar menjadi juara umum di Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Sinjai – Bulukumbai dengan meraih 177 emas.

KONI juga menjadi pelaksana Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Makassar terbaik dengan sumbangsih 80 persen atlit PON kontingen Sulsel. (*)

spot_img
Terkini

Pendeta Musa Sebut IAS Sosok Rendah Hati dan Ramah

IDEAtimes.id, TORAJA - Karakter kepemimpinan Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) saat menjabat wali kota Makassar 2004-2014 ternyata begitu membekas...
Terkait

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Praktisi Hukum Syamsul Bahri Majjaga merespons ramainya pemberitaan soal anggaran hibah KONI Kota Makassar.

Dalam pemberitaan yang beredar luas disejumlah media, Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan itu sekaitan dengan penggunaan dana hibah oleh KONI Makassar dibawah kepemimpinan Ahmad Susanto.

Zul mengatakan, apa yang dilakukan Kejari Makassar hal yang lumrah dalam sebuah proses hukum apabila ada aduan masyarakat atau (Dumas).

“Saya pikir itu hal wajar dan biasa saja, kan dipanggil untuk mengklarifikasi saja soal aduan masyarakat itu terkait hibah.” ujarnya, Jumat, (29/3).

“Dan sebenarnya pertanyaan saya sederhana saja, apa sebenarnya masalahnya KONI ? soal hibah ? Kalau itu jadi masalah kan laporan keuangannya bagus seperti yang disampaikan Ahmad Susanto bahwa lima kali WTP.” tambah dia.

Andaikan lanjut Zul yang mempermasalakan atau melaporkan KONI adalah cabang olahraga (Cabor) maka sudah pasti ada masalah.

“Tapi kan bukan cabor yang melapor, bukan atlit atau misalnya kegiatannya yang dilapor jadi saya bukan membela atau bagaimana tapi menyayangkan saja menggiring opini tanpa kejelasan yang pasti.” tegasnya.

“Kalau misalnya ada atlit atau cabor yang melapor maka itu baru bisa menduga kuat bahwa ada penyimpangan dana hibah tapi ini tidak jelas kan dari mana kemana.” bebernya.

Zul lantas menyarankan kepada Ahmad Susanto agar terus bekerja dan menjalankan roda organisasi sebagaimana mestinya.

“KONI harus jalan, disitulah tempat olahraga berprestasi, atlit terbaik lahir, kalau diganggu dengan isu tidak jelas maka KONI akan hancur.” tandasnya.

Beberapa capaian KONI dibawah kepemimpinan Ahmad Susanto ialah kota Makassar menjadi juara umum di Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Sinjai – Bulukumbai dengan meraih 177 emas.

KONI juga menjadi pelaksana Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Makassar terbaik dengan sumbangsih 80 persen atlit PON kontingen Sulsel. (*)

spot_img
Terkini

Pendeta Musa Sebut IAS Sosok Rendah Hati dan Ramah

IDEAtimes.id, TORAJA - Karakter kepemimpinan Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) saat menjabat wali kota Makassar 2004-2014 ternyata begitu membekas...

Berita Lainnya

spot_img