IDEAtimes.id, MAKASSAR – Program Amaliah Ramadan BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan berakhir di pondok Tahfidz Ashabul Janna – Hidayatullah, Gowa.
Sejumlah pengurus KKLR Sulsel ikut dalam kunjungan ke pondok Tahfidz yang ditempuh sekitar sejam perjalanan.
Kedatangan pengurus KKLR Sulsel tersebut untuk memberi bantuan berupa sembako bagi penghuni pondok Tahfidz.
Pengelola pondok Tahfidz Ustad Ismail mengatakan ada 120 santri yang tinggal belajar dari beberapa daerah Makassar, Gowa, Palopo dan Masamba.
“120 santri yang tinggal (mondok), mereka belajar menghapal alquran” ucap Ismail saat menerima kunjungan pengurus BPW KKLR Sulsel,
Sekretaris Panitia Amaliah Ramadan KKLR Sulsel Sunarti mengatakan, minggu lalu mereka mengunjungi panti asuhan Miftahul Khair.
“Minggu lalu kami lakukan anjangsana di panti asuhan Miftahul Khair di jalan Pelita Raya dan kali ini kami anjangsana di pondok Tahfidz Ashabul Janna,” ucap Sunarti.
Sunarti mengatakan, pihaknya membawa sembako berupa beras, indomie, air minum dos, kue, mukenah serta uang tunai yang di serahkan ke pengelolah pondok.
“Kami datang sebagai bentuk kepedulian untuk saling membantu memberikan rejeki yang di titipkan kepada kami untuk disampaikan kepada yang layak menerimanya,” lanjut ucap sunarti.
Untuk diketahui sejumlah kegiatan di Amalia Ramadan KKLR Sulsel diantaranya anjangsana ke panti asuhan serta buka puasa bersama. (*)