Selasa, Mei 21, 2024

Roadshow IAS Pasca Lebaran, Sasar Kampung Halaman Hingga Toraja – Luwu Raya

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimes.id, ENREKANG – Bakal calon gubernur Sulsel Partai Golkar, Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) enggan melewatkan momentum Lebaran kali ini.

H+2 Hari Raya Idul Fitri 2024, Jumat, 2 April, sosok yang dikenal luas dengan tagline GubernurKu itu menyasar Toraja dan Luwu Raya.

Dalam perjalanan menuju Toraja, wali kota Makassar 2004-2014 itu menyambangi sejumlah keluarga di Enrekang.

Usai Isya, IAS menyempatkan ngopi bareng sejumlah tokoh masyarakat Anggeraja di Warkop Marasa, Terminal Cakke. Pemilik warkop, Gif Afgani Gaffar juga ikut menyambut IAS.

Tampak mantan anggota DPRD Enrekang Andi Arfan Renggong, calon bupati Enrekang Letkol Inf (Purn) Deswanto Anto Marjanu (DAM), juga anggota DPRD Enrekang, Dedi Bahtiar yang akrab disapa Dade.

IAS disuguhi kopi hitam arabica Bungin, plus penganan pisang goreng. Pisangnya bukan sembarang pisang.

“Ini makanan ringan favorit. Kalau ini (pisang goreng tanduk–red) ada, sudah lebih dari cukup,” terang IAS sambil menikmati pisang yang belum lama diangkat dari penggorengan.

Kerabat IAS, Mulyadi Guli, ikut membocorkan setiap kali ke Enrekang, IAS selalu pesan pisang tanduk. “Karena pisang jenis ini agak susah ditemukan, kadang kalau datang mendadak, agak repot carinya,” ujar Mul.

Pisang tanduk dikenal dengan sebutan latin musa paradisiaca. Di Kabupaten Enrekang, pisang ini salah satu kultivar (tanaman yang dibiakkan oleh manusia untuk mengekspresikan ciri-ciri yang berbeda–red) pisang yang dapat dikomersialisasikan.

Tetapi belum tereksplorasi optimal dan tanaman ini termasuk tanaman lokal yang masih dilestarikan sampai sekarang.

Nama lainnya adalah pisang agung. Di Pulau Jawa, pisang ini dikenal sebagai “Pisang Byar” dikarenakan jantungnya yang langsung habis tanpa menyisakan bunga (mandul).

Pisang tanduk kaya akan kalium. Zat ini baik untuk kesehatan jantung karena dapat menjaga tekanan darah dan irama jantung.

Kandungan serat dalam pisang tanduk juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), sehingga mengoptimalkan kerja jantung.

Tekstur daging buahnya cukup keras dengan rasa manis dan sedikit asam.

“Secara umum saya suka pisang. Tapi pisang untuk digoreng, ini yang terbaik menurut saya,” tegas IAS. (*)

Terkini

Peringatan Harkitnas 2024, Muh. Saleh : Bangkit Untuk Indonesia Emas

IDEAtimes.id, LUWU - Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 di Halaman Kantor Bupati...
Terkait

IDEAtimes.id, ENREKANG – Bakal calon gubernur Sulsel Partai Golkar, Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) enggan melewatkan momentum Lebaran kali ini.

H+2 Hari Raya Idul Fitri 2024, Jumat, 2 April, sosok yang dikenal luas dengan tagline GubernurKu itu menyasar Toraja dan Luwu Raya.

Dalam perjalanan menuju Toraja, wali kota Makassar 2004-2014 itu menyambangi sejumlah keluarga di Enrekang.

Usai Isya, IAS menyempatkan ngopi bareng sejumlah tokoh masyarakat Anggeraja di Warkop Marasa, Terminal Cakke. Pemilik warkop, Gif Afgani Gaffar juga ikut menyambut IAS.

Tampak mantan anggota DPRD Enrekang Andi Arfan Renggong, calon bupati Enrekang Letkol Inf (Purn) Deswanto Anto Marjanu (DAM), juga anggota DPRD Enrekang, Dedi Bahtiar yang akrab disapa Dade.

IAS disuguhi kopi hitam arabica Bungin, plus penganan pisang goreng. Pisangnya bukan sembarang pisang.

“Ini makanan ringan favorit. Kalau ini (pisang goreng tanduk–red) ada, sudah lebih dari cukup,” terang IAS sambil menikmati pisang yang belum lama diangkat dari penggorengan.

Kerabat IAS, Mulyadi Guli, ikut membocorkan setiap kali ke Enrekang, IAS selalu pesan pisang tanduk. “Karena pisang jenis ini agak susah ditemukan, kadang kalau datang mendadak, agak repot carinya,” ujar Mul.

Pisang tanduk dikenal dengan sebutan latin musa paradisiaca. Di Kabupaten Enrekang, pisang ini salah satu kultivar (tanaman yang dibiakkan oleh manusia untuk mengekspresikan ciri-ciri yang berbeda–red) pisang yang dapat dikomersialisasikan.

Tetapi belum tereksplorasi optimal dan tanaman ini termasuk tanaman lokal yang masih dilestarikan sampai sekarang.

Nama lainnya adalah pisang agung. Di Pulau Jawa, pisang ini dikenal sebagai “Pisang Byar” dikarenakan jantungnya yang langsung habis tanpa menyisakan bunga (mandul).

Pisang tanduk kaya akan kalium. Zat ini baik untuk kesehatan jantung karena dapat menjaga tekanan darah dan irama jantung.

Kandungan serat dalam pisang tanduk juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), sehingga mengoptimalkan kerja jantung.

Tekstur daging buahnya cukup keras dengan rasa manis dan sedikit asam.

“Secara umum saya suka pisang. Tapi pisang untuk digoreng, ini yang terbaik menurut saya,” tegas IAS. (*)

spot_img
Terkini

Peringatan Harkitnas 2024, Muh. Saleh : Bangkit Untuk Indonesia Emas

IDEAtimes.id, LUWU - Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 di Halaman Kantor Bupati...

Berita Lainnya

spot_img