Senin, Januari 19, 2026

Nurdin Halid Usul Penundaan Musda Golkar Sulsel Disaat Appi Pegang 22 Rekomendasi DPD

Terkait

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Tokoh senior Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Halid, mengimbau Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhiddin M Said, agar tidak terburu-buru menggelar Musyawarah Daerah (Musda).

Menurutnya, konsolidasi internal lebih penting dilakukan sebelum penentuan jadwal Musda.

Harapan tersebut disampaikan Nurdin Halid saat ditemui di Makassar, Sabtu (10/1).

Mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel itu menilai seluruh struktur kepengurusan perlu lebih dahulu disolidkan agar pelaksanaan Musda tidak menimbulkan persoalan baru di internal partai.

“Sebagai senior partai, kader partai, dan anggota legislatif dari Partai Golkar di Sulawesi Selatan, saya mengimbau agar disolidkan dulu seluruh struktur. Untuk apa musyawarah dilakukan jika hanya akan menimbulkan kesulitan bagi partai,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPP Partai Golkar perlu memperhatikan kondisi objektif organisasi saat ini.

Menurutnya, Musda hanyalah alat untuk mencapai tujuan, sehingga figur yang muncul sebaiknya tidak hanya mewakili kepentingan pribadi, tetapi mampu mengembalikan kejayaan Partai Golkar.

“Yang terpenting bukan buru-buru musyawarah, tetapi mensolidkan dulu seluruh kader, baru kemudian musyawarah,” kata Nurdin.

Terkait kepengurusan DPD Golkar Sulsel saat ini, Nurdin menilai perpanjangan masa bakti pengurus merupakan kewenangan DPP sesuai AD/ART partai.

Karena itu, ia mengimbau DPP agar tidak terburu-buru menggelar Musda di Sulsel sebelum konsolidasi internal dirampungkan.

Dalam kesempatan itu, Nurdin Halid juga menyinggung wacana pemilihan tidak langsung.

Ia menyebut Golkar sejak awal memiliki pandangan tersebut sebagai upaya menata kembali pelaksanaan demokrasi.

Sebelumnya, Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhiddin M Said, menyatakan akan membentuk pengurus harian sementara.

Langkah tersebut diawali konsolidasi internal guna mempersiapkan pelaksanaan Musda.

“Kita mau konsolidasi dulu, melengkapi pengurus sementara. Setelah itu kita cari waktu. Saya yakin Golkar akan bersatu di Sulsel,” ujar Muhiddin.

Ia menambahkan, penyempurnaan struktur sementara diperlukan karena sejumlah pengurus dinilai sudah tidak aktif ataupun berhalangan tetap

Sementara itu, salah satu calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Munafri Arifuddin merasa percaya diri untuk masuk ke arena pertarungan.

Pasalnya, sebanyak 19 DPD II Partai Golkar secara terbuka telah menyatakan kesiapan dan dukungan penuh kepada Munafri Arifuddin untuk maju dalam Musda.

Dukungan tersebut tidak hanya disampaikan secara simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen politik bersama dalam rangka menjaga soliditas partai dan memperkuat posisi Golkar ke depan.

Bahkan, gelombang dukungan itu kembali bertambah setelah DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu Timur serta Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Toraja Utara secara resmi menyatakan dukungannya pada Jumat malam, 9 Januari 2026.

Dengan tambahan dukungan tersebut, total sebanyak 21 DPD II Partai Golkar kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan telah menyatakan sikap politiknya untuk mendukung Munafri Arifuddin sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel pada Musda yang akan digelar dalam waktu dekat ini. (*)

spot_img
spot_img
Terkini

Musda Kosgoro 1957 Sulsel Ditunda Gegara Tidak Ada Pendaftar

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan yang berlangsung di Hotel Makassar...
Terkait
Terkini

Musda Kosgoro 1957 Sulsel Ditunda Gegara Tidak Ada Pendaftar

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan yang berlangsung di Hotel Makassar...

Berita Lainnya