Senin, Januari 19, 2026

Profil Rahman Pina Calon Alternatif Ketua Golkar Sulsel, Berhasil Loloskan Anak ke DPRD

Terkait

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Nama Rahman Pina belakangan menguat dalam pusaran dinamika Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan.

Politisi yang akrab disapa RP itu mencuri perhatian setelah pertemuannya dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada 4 Januari 2026.

Pertemuan informal tersebut menjadi titik balik yang membuat peta politik internal Golkar Sulsel bergerak, bahkan berimbas pada penundaan jadwal Musda yang sebelumnya direncanakan digelar akhir Januari.

Situasi itu melahirkan spekulasi baru. Rahman Pina disebut-sebut sebagai figur alternatif, bahkan kuda hitam, dalam kontestasi kepemimpinan Golkar Sulsel.

Bagi internal partai, nama ini sejatinya bukan pendatang baru.

Rahman Pina adalah kader lama dengan rekam jejak panjang di legislatif, organisasi, dan dunia profesional sebelum terjun sepenuhnya ke politik.

Penegasan posisinya di lingkaran elite Golkar terlihat jelas ketika DPP Partai Golkar menunjuknya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 2024–2029.

Penunjukan itu tertuang dalam Surat Keputusan DPP Golkar Nomor B-272/DPP/GOLKAR/IX/2024 yang disahkan pada 20 September 2024 dan ditandatangani langsung oleh Bahlil Lahadalia bersama Sekjen DPP Golkar, Muhammad Sarmuji.

Golkar sendiri meraih 14 kursi DPRD Sulsel pada Pemilu 2024, menempatkannya sebagai partai dengan perolehan kursi terbanyak kedua, sekaligus berhak atas kursi Wakil Ketua I DPRD Sulsel.

Di balik posisinya hari ini, perjalanan Rahman Pina berangkat dari latar yang sederhana.

Ia lahir di Enrekang pada 13 Juli 1977 dan tumbuh di kampung kecil dengan keterbatasan ekonomi.

Jarak sekolah yang mencapai lima kilometer ditempuhnya dengan berjalan kaki sejak SD hingga SMP, bahkan kerap tanpa alas kaki.

Dari pengalaman itu, ia menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari himpitan hidup.

Setelah lulus SMA Negeri 1 Enrekang pada 1995, Rahman Pina merantau ke Makassar dan diterima di Universitas Hasanuddin, jurusan Ilmu Pemerintahan.

Untuk bertahan hidup dan membiayai kuliah, ia masuk ke dunia jurnalistik.

Sejak 1998, ia bergabung dengan Harian Bina Baru yang kemudian dikenal sebagai Berita Kota Makassar dan menjalani hampir satu dekade sebagai wartawan, dari reporter kriminal hingga desk olahraga.

Dunia jurnalistik memperluas jejaringnya, mempertemukannya dengan tokoh-tokoh politik, birokrat, hingga pengusaha.

Modal pengalaman lapangan itu mengantarnya ke dunia politik.

Ia terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Makassar selama dua periode, lalu melanjutkan karier ke DPRD Sulsel dengan berbagai posisi strategis, mulai dari pimpinan komisi hingga ketua fraksi.

Di luar parlemen, ia aktif di sejumlah organisasi kepemudaan, alumni, dan sosial, termasuk menjabat Ketua AMPG Sulsel dan Ketua Harian IKA Unhas.

Kini, dengan latar belakang perjuangan hidup, pengalaman panjang, dan posisi strategis di DPRD Sulsel, Rahman Pina kembali berada di titik penting perjalanan politiknya.

Taka hany untuk dirinya, Rahman Pina bahkan berhasil mendudukkan sang anak di DPRD kota Makassar pada Pileg 2024 lewat Partai Golkar.

Di tengah suhu Musda Golkar Sulsel yang kian menghangat, namanya muncul sebagai salah satu figur yang berpotensi memberi warna baru bagi arah kepemimpinan partai berlambang beringin itu. (*)

spot_img
spot_img
Terkini

Musda Kosgoro 1957 Sulsel Ditunda Gegara Tidak Ada Pendaftar

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan yang berlangsung di Hotel Makassar...
Terkait
Terkini

Musda Kosgoro 1957 Sulsel Ditunda Gegara Tidak Ada Pendaftar

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan yang berlangsung di Hotel Makassar...

Berita Lainnya