IDEAtimes.id, MAKASSAR – Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute penerbangan Jogjakarta -Makassar dikabarkan hilang kontak, Sabtu, (17/1) siang.
Kabar hilangnya kontak Pesawat tersebut diduga saat melintas di wilayah perbatasan kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep).
Di atas pesawat, terdapat 11 orang di mana terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang dengan tujuan Makassar.
Berdasarkan manifes penerbangan, posisi pilot dikendalikan oleh Kapten Andy Dahananto. Ia didampingi oleh First Officer (FO) Yudha Mahardika dalam penerbangan tersebut.
Selain dua awak kokpit, terdapat empat kru lainnya yang bertugas di dalam pesawat, yakni Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, serta Junaidi.
Sementara dua awak kabin yang tercatat dalam manifes adalah Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.
Adapun tiga penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut, masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kondisi seluruh kru dan penumpang tersebut.
Basarnas Kerahkan Tim Rescue
Informasi hilangnya Pesawat ATR jenis 400 itu diterima pukul 13.17 WITA dari General Manager AirNav Makassar, Kristanto.
Pesawat diperkirakan terakhir berada di wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, tepatnya pada koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Berdasarkan data awal, pesawat tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang (Persons on Board/POB).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Makassar langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi perkiraan hilangnya kontak pesawat.
“Begitu menerima informasi dari AirNav Makassar, kami langsung bergerak menuju lokasi sesuai koordinat yang diberikan,” ujar Andi Sultan, S.E., Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, saat dikonfirmasi, Sabtu, (17/1).
Ia menjelaskan, tim pertama telah diberangkatkan untuk melakukan asesmen awal di sekitar Kabupaten Maros, khususnya kawasan Leang-Leang.
“Sortir pertama kami berangkatkan sebanyak lima personel untuk asesmen lokasi. Selanjutnya, sortir kedua sebanyak 15 personel juga telah diberangkatkan. Untuk sortir berikutnya, kami akan melibatkan potensi SAR yang ada, dengan total sekitar 40 personel,” jelasnya.
Dalam operasi pencarian ini, Basarnas Makassar turut mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya satu unit mobil truk personel, satu unit rescue car, serta satu unit drone untuk mendukung pemantauan udara.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan koordinasi lintas instansi masih terus berlangsung guna memastikan keberadaan pesawat dan seluruh penumpang serta kru di dalamnya. (*)