IDEAtimes.id, MAKASSAR – Florencia Lolita Wibisono merupakan salah satu dari 11 orang yang berada dalam pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di pegunungan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep).
Pesawat ATR 42-500 itu menempuh perjalanan dari Yogyakarta menuju kota Makassar pada Sabtu, (17/1).
Namun naas, saat pukul 13.07 WITA, pesawat tersebut kemudian dikabarkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros.
Olen sapaam Florencia merupakan perempuan berdara Manado, Sulawesi Utara tepatnya di Minahasa Utara.
Dia turut berada dalam manifes atau daftar kru dan penumpang di pesawat yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut.
Hingga saat ini, tim SAR masih melakukan evakuasi untuk mencari tahu lokasi jatuhnya pesawat serta kondisi korban.
Satu Korban Ditemukan
Sementara itu, pencarian jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mulai membuahkan hasil.
Setelah serpihan pesawat ditemukan oleh Tim SAR, kini salah satu dari 11 orang yang ada di pesawat saat kecelakaan ditemukan.
Berdasarkan informasi, pada pukul 13.43 WITA, tim yang berada di puncak lokasi kejadian melaporkan telah menemukan satu korban di area bawah tebing gunung Bulusaraung.
Saat ini, korban tersebut sementara dalam proses evakuasi dengan memperhatikan faktor keselamatan mengingat medan yang terjal dan cuaca yang dinamis.
Selanjutnya, pada pukul 13.56 WITA, sebanyak tujuh personel Tim Aju dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban melalui jalur pendakian, yang dinilai sebagai rute paling memungkinkan untuk membawa korban ke titik aman.
Tak berselang lama, pada pukul 13.57 WITA, SRU 3 kembali menemukan kepingan pesawat berupa bagian tangga dan kursi, yang diduga kuat merupakan bagian dari badan pesawat ATR.
Temuan tersebut telah diamankan dan dilaporkan kepada komando lapangan sebagai bagian dari data pendukung investigasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar, memastikan satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, ditemukan
Korban berjenis laki-laki itu ditemukan dalam kedaan meninggal dunia di sekitaran serpihan pesawat.
“Pada pukul 14.20 WITA, tim menemukan satu korban laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 04°54’44” S dan 119°44’48” E, di sekitar serpihan pesawat. Saat ini proses evakuasi masih berlangsung,” kata dia, Minggu (18/1/2026).
Florencia Didoakan kerabat dan Warganet
Di akun media sosial tiktoknya, Florencia mendapat doa dari warganet dan kerabat dekatnya.
Sejumlah warga net masih berharap Olen bisa ditemukan dalam keadaan selamat.
“Aku memang tidak mengenalmu tapi namamu kusebut dalam doaku” tulis warganet.
“Semoga aman-aman saja kak.” tulis lainnya.
“Saya tidak kenal kamu tapi saya menangis liat berita tentang kamu, semoga kamu selamat mbak.. Tuhan bersamamu.” tulis akun lainnya. (*)