Rabu, Januari 28, 2026

Luwu Raya Masih Bergejolak Desak Pemekaran, Gubernur Sulsel Belum Respons

Terkait

IDEAtimes.id, LUWU – Jalur trans Sulawesi yang berada di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditutup total.

Penutupan dilakukan ratusan masyarakat dan mahasiswa yang menuntut pemekaran atau pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.

‎Aksi penutupan jalur trans Sulawesi tersebut berlangsung sejak hari Jumat (23/1) hingga Senin (26/1).

‎Sejumlah masyarakat yang hendak keluar maupun menuju Makassar atau kabupaten lainnya di Sulsel tidak dapat melalui jalur tersebut.

‎Dari pantauan dilapangan, terdapat tiga titik aksi mahasiswa dan masyarakat yang memblokade jalan trans Sulawesi. Titiknya ialah Belop Kabupaten Luwu, Padang Sappa kabupaten Luwu dan Walenrang Lamasi (Walmas).

‎Aksi ini membuat kemacetan panjang terjadi. Distribusi BBM hingga kini juga masih terhambat akibat blokade.

‎”Penutupan jalan semata-mata kami lakukan untuk memperlihatkan kepada pemerintah pusat bahwa Luwu raya harus diperhatikan. Kami ingin Provinsi.” Ungkap Hafid, ketua Umum PB Ipmil Raya saat dihubungi, Senin, (26/1).

‎Menurut Hafid, aksi blokade jalan akan terus berlanjut hingga pemerintah pusat memberi respons terkait tuntutan masyarakat dan mahasiswa.

‎”Tidak ada kata berhenti, sudah lama ini kami perjuangkan, selama ini Luwu Raya terus dianaktirikan, giliran kami menuntut. Jadi tidak ada blokade yang dibuka sebelum ada pernyataan presiden.” Tegasnya.

‎Begitu pun dengan massa aksi yang menutup jalan trans di Belopa Luwu, mereka menuntut pemerintah memberi diskresi untuk pemekaran provinsi Luwu raya.

‎”Kalau tidak begini maka tidak ada perhatian pusat. Kami mau pemerintah segera memberi diskresi untuk Luwu raya dimekarkan sebagai provinsi.” Ucap Noldi Bemba.

Respons Pemprov Sulsel

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman mengatakan bahwa aksi blokade jalan secara tidak langsung telah menyusahkan masyarakat Luwu sendiri.

“Karena kalau ada yang sakit orang Luwu kemudian dirujuk dan seterusnya, termasuk suplai kebutuhan pokok, khususnya bahan bakar selama ini kalau mobil tangki suplai dari Pertamina terhalang itu, itu pemicunya terjadi kelangkaan BBM, ujungnya adalah kenaikan harga, kalau harga naik yang rugi adalah rakyat sendiri,” kata Jufri.

Meski demikian, Jufri mengklaim telah mendapatkan informasi jika jalur trans Sulawesi telah dibuka oleh warga dan mahasiswa yang menuntut adanya pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.

“Saya mendengar kabar bahwa akses ke Masamba yang selama ini ditutup sudah mulai terbuka,” ujarnya.

Jufri meminta kepada seluruh kepala daerah di tanah Luwu untuk tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

Hingga saat ini Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang dihubungi belum memberi respons sama sekali. (*)

spot_img
spot_img
spot_img
Terkini

Siang Ini, Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Sulsel di Hotel Claro, Ketuanya Ferirae Gandi 

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep Dijadwalkan melantik pengurus DPW PSI Sulsel 2026-2031. Pelantikan...
Terkait
Terkini

Siang Ini, Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Sulsel di Hotel Claro, Ketuanya Ferirae Gandi 

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep Dijadwalkan melantik pengurus DPW PSI Sulsel 2026-2031. Pelantikan...

Berita Lainnya