Rabu, Februari 11, 2026

Setahun Berlalu, Selebgram Nira Kecewa RS Bhayangkara Belum Publis Pelaku Penyebar Hasil Visumnya

Terkait

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Selebgram Makassar Nira memprotes keras RS Bhayangkara Makassar yang sampai saat ini belum membeberkan pelaku pembocoran data pribadinya.

‎Nira korban kebocoran data medis berupa dokumen visum dan foto area privat yang bersifat rahasia yang kemudian beredar luas di sosial media yang terjadi setahun lalu tepatnya 2024.

‎Lewat akun instagram pribadinya, Nira menyatakan asil visum miliknya tersebar tanpa izin.

‎Ia mempertanyakan siapa pihak yang bertanggung jawab serta alasan data yang bersifat confidential itu bisa beredar luas.

‎“Saya hanya ingin tahu siapa dan kenapa data yang bersifat confidential bisa tersebar,” tulisnya dikutip, Rabu, 11 Februari 2026.

‎Ia juga mengaku kecewa karena hingga lima bulan berlalu, belum menerima kejelasan maupun permintaan maaf terkait dugaan kebocoran tersebut.

‎Menurutnya, dokumen visum dan foto privat yang seharusnya dijaga kerahasiaannya justru beredar dan bahkan diperjualbelikan di ruang publik tanpa persetujuan dirinya.

‎“Kasus ini bukan hanya tentang saya, namun tentang rentannya keamanan dan kerahasiaan data,” lanjutnya.

‎Dalam unggahan itu, ia turut meminta bantuan warganet untuk menyuarakan persoalan tersebut dengan me-mention akun resmi @rsbhayangkaramakassar guna meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban.

Screenshot 20260211 123043
Tangkapan Layar Instagram @niraakuuu. (Foto/instagram) 

‎Kronologi Beredarnya Visum

‎Pihak keluarga mengungkap awal mula kejadian foto visum selebgram NR (19) di RS Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) bocor di media sosial (medsos).

Foto vulgar NR saat visum itu sebelumnya sempat dipotret oleh tenaga medis RS Bhayangkara.

‎bu Nira yakni Sri Rahayu Usmi menjelaskan, peristiwa ini berawal saat dirinya melaporkan mantan suami Nira yang berinisial CD atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) pada (1/8/2025).

‎Pihak kepolisian saat itu langsung mengarahkan agar NR melakukan visum di RS Bhayangkara.

‎”Saat pemeriksaan visum, saya mempertanyakan mengapa anak saya difoto dalam kondisi sensitif. Dokter yang hadir menjamin bahwa foto tersebut tidak akan bocor,” kata Ayu kepada wartawan saat konferensi pers, Jumat (29/8).

‎Selang beberapa hari kemudian, kata Ayu, foto visum tersebut tersebar ke media sosial.

‎Foto organ intim anaknya beredar di media sosial bertepatan dengan rumor anaknya diisukan terkait perkara open booking online (BO).

‎”Beberapa hari kemudian foto visum tersebut viral di media sosial disertai rumor dan berita yang seolah dirancang untuk menyudutkan anak saya,” katanya.

‎Ayu mengaku tidak ingat persis jumlah petugas RS yang berada dalam ruangan visum tersebut. Namun dia memastikan foto yang tersebar itu diambil oleh salah satu petugas tersebut.

‎”Saat pemeriksaan visum, ada sekitar tiga hingga empat orang di ruangan, termasuk seorang pria yang disebut dokter dan beberapa petugas perempuan. Saya tidak tahu nama dokter tersebut,” ujar Ayu.

‎”Ketika saya melihat anak saya difoto, saya langsung mempertanyakan hal itu. Dokter menjelaskan bahwa foto diambil untuk keperluan visum dan menjamin tidak akan bocor,” sambung Ayu.

‎Dia juga menduga adanya keterlibatan mantan suami anaknya dalam kasus ini.

Pasalnya, sematan inisial NR awalnya diberikan CD saat keduanya masih bersama.

‎”Kami menduga ada keterlibatan saudara CD, karena inisial ‘NR’ yang digunakan dalam rumor tersebut adalah panggilan khusus yang hanya digunakan oleh CD saat masih berhubungan dengan anak saya,” katanya.

‎RS Bayangkara Minta Maaf

‎Pada Agustus 2025, manajemen RS Bhayangkara Makassar meminta maaf atas kelalaian dan kebocoran data dari selebgram NR atau dikenal dengan Nira.

‎Pihak RS Bhayangkara Makassar, melalui keterangan resmi, menegaskan penyesalan mereka atas kejadian itu.

‎“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, masyarakat, dan semua pihak yang merasa di rugikan. Kami mengakui adanya kelalaian sehingga dokumen pribadi pasien dapat tersebar di ruang publik,” kata Kepala RS Bhayangkara Makassar.

‎Manajemen mengatakan, pihak rumah sakit akan memperketat pengawasan internal terhadap data medis pasien.

‎“Kami memastikan kejadian ini menjadi evaluasi besar. Prosedur pengawasan terhadap data medis pasien akan di perketat. Tidak boleh ada lagi dokumen rahasia yang keluar tanpa izin,” tegas pihak RS. (*)

spot_img
spot_img
spot_img
Terkini

KKLR Ajak Masyarakat Jaga Kekompakan : Kita Berjuang Bersama Mewujudkan Provinsi Luwu Raya 

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan seluruh Wija to Luwu dalam...
Terkait
Terkini

KKLR Ajak Masyarakat Jaga Kekompakan : Kita Berjuang Bersama Mewujudkan Provinsi Luwu Raya 

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan seluruh Wija to Luwu dalam...

Berita Lainnya