IDEAtimes.id, MAKASSAR – Bahlil Lahadalia menghadiri Sidang Dewan Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus mantan Ketua Umum BPP HIPMI, Bahlil menegaskan bahwa swasembada energi merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan langkah nyata dan kolaborasi lintas sektor.
“Swasembada energi bukan pekerjaan sederhana. Ini menuntut terobosan konkret, inovasi teknologi, keberanian mengambil langkah berbeda, serta peran aktif para pengusaha,” tegasnya di hadapan peserta sidang pleno.
Menurut Bahlil, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjalankan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian energi nasional yang berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa konsistensi kebijakan serta sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi sektor energi nasional.
“Dengan kerja bersama dan konsistensi kebijakan, saya optimistis Indonesia mampu berdiri tegak sebagai bangsa yang mandiri di sektor energi,” ujarnya.
Bahlil juga berharap Sidang Dewan Pleno XVIII BPP HIPMI dapat melahirkan gagasan-gagasan strategis yang memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam pembangunan nasional, khususnya dalam menyukseskan agenda ketahanan energi nasional.
Kehadiran Bahlil di forum tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda dalam mendorong investasi serta inovasi di sektor energi.
Singgung perjalanan dirinya di HIPMI
Dalam sambutannya juga, Bahlil menyinggung saat dirinya ikut bertarung di Munas HIPMI sebagai calon ketua umum.
Dia mengatakan, salah seorang yang juga mantan ketua umum HIPMI meremehkan dirinya.
“Oh saya juga dulu mantan ketum HIPMI, tanya bang Andi Rukman, ada salah satu senior mantan ketum HIPMI juga, saya tidak usah sebut namanya. Dia bilang bahwa calon ketum HIPMI itu harus industrialis dan ganteng. Sementara saya jelek.” kata Bahlil.
“Iya waktu itu yah bang Andi Rukman, orangnya gak ada disini. Tapi itu buat saya termotivasi, saya bilang tunggu saya hadapi kau, saya fight, biar kau bilang kita hitam kecil tidak ganteng, tapi nyali belum tentu kau lebih hebat dari saya. Jadi saya tanya banh andi Rukman, kanda kita ini orang dari kampung, bukan siapa-siapa, tapi belum tentu kau lebih baik dari saya.” tutupnya. (*)