IDEAtimes.id, GOWA – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gowa.
Pelantikan tersebut berlangsung pada Senin (16/2) di Rumah Jabatan Bupati Gowa, Baruga Tinggimae, dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, ulama, serta pengurus DMI dari berbagai kecamatan.
Selain pelantikan Husniah, perhatian publik turut tertuju pada sosok yang mendampinginya sebagai sekretaris DMI Kabupaten Gowa, yakni Aksara Alif Raja.
Aksara dikenal sebagai alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi kader yang telah banyak melahirkan tokoh di berbagai bidang.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan.
Alif juga merupakan pengurus KAHMI Sulsel, selain itu ia merupakan alumni Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (Ipmil Raya).
Saat ini, Alif Raja juga mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Gowa.
Pengalaman organisasi dan birokrasi yang dimilikinya dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat manajemen serta konsolidasi DMI di tingkat daerah.
Sejumlah undangan menyebut, kehadiran Alif di jajaran kepengurusan diharapkan mampu mendorong program-program DMI yang lebih terstruktur dan berdampak luas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Husniah menegaskan komitmennya untuk menjadikan DMI sebagai wadah penguatan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat.
“Kita ingin masjid menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.
Lebih jauh, ketua DPW PAN Sulsel itu mengatakan, memakmurkan masjid, khususnya menjelang Ramadan, menjadi langkah awal kolaborasi antara pemerintah daerah dan DMI di tahun 2026 ini.
“Ini langkah awal kita di 2026 khususnya jelang ramadan. Ada 3.000an masjid dan mushollah yang ada di Gowa. Melalui program pemerintah dan DMI yang kita kolaborasikan, kita harus menjadikan penduduk Gowa bukan hanya berkumpul di masjid untuk sholat atau berdakwah tapi juga tempat silaturahmi dan membangun ekonomi umat demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gowa,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Gowa itu menyebut, DMI merupakan wadah yang bisa dimanfaatkan bersama untuk masyarakat dan masjid itu sendiri, salah satu yang bisa dilakukan yakni membuat amal usaha agar dalam pengelolaan masjid bisa terus dilakukan dan berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar.
“Kami tadi sudah dilantik, saya yakin orang didalamnya memiliki ilmu yang mumpuni untuk memakmurkan masjid yang berdampak terhadap masyarakat kita. Kami yakin kolaborasi pemerintah dan DMI akan terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Dengan komposisi kepengurusan yang diisi berbagai kalangan, termasuk figur berpengalaman di bidang organisasi dan pemerintahan, DMI Kabupaten Gowa diharapkan mampu menghadirkan program-program inovatif yang menyentuh kebutuhan umat secara langsung. (*)