Rabu, Februari 25, 2026

Setahun Ibas-Puspa Memimpin : Luwu Timur Menuju Kabupaten Juara

Terkait

IDEAtimes.id, LUWU TIMUR – Satu tahun sudah H. Irwan Bachri Syam dan Hj. Puspawati Husler (Ibas–Puspa) menakhodai Kabupaten Luwu Timur.

Sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati, keduanya langsung dihadapkan pada ekspektasi besar masyarakat untuk menghadirkan perubahan nyata.

Mandat politik yang diterima usai pelantikan berubah menjadi tanggung jawab pemerintahan.

Dalam periode awal kepemimpinannya, Ibas–Puspa fokus meletakkan dasar pembangunan lima tahun ke depan melalui visi “Luwu Timur menuju Kabupaten Juara” yang dimaknai sebagai daerah maju dan sejahtera.

Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengalokasikan anggaran untuk membantu mahasiswa daerah dengan pembiayaan semester hingga Rp6 juta per tahun.

Kebijakan ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda.

Tidak berhenti di situ, Pemkab juga menyediakan seragam sekolah lengkap bagi siswa SD hingga SMP, mulai dari topi sampai sepatu.

Program ini sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam proses produksi, sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Di bidang kesehatan, program Kartu Luwu Timur Sehat mulai dijalankan.

Pemerintah menyiapkan rumah sakit rujukan di Makassar, mendistribusikan armada ambulans ke puskesmas, serta membenahi fasilitas RSUD I Lagaligo.

Bahkan, rencana menghadirkan rumah sakit khusus mulut dan gigi di Atue menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan daerah.

Sementara itu, melalui program Kartu Lansia, warga berusia 60 tahun ke atas memperoleh bantuan Rp1 juta setiap bulan.

Program ini menjadi salah satu terobosan sosial yang dinilai progresif di Sulawesi Selatan.

Kebijakan Pro-Masyarakat

Langkah strategis juga diambil dalam kebijakan pendapatan daerah. Dalam dua bulan pertama masa jabatan, Ibas–Puspa menginstruksikan penghapusan sejumlah retribusi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Retribusi sewa sarana olahraga, pungutan di pujasera, biaya parkir, sewa rusunawa, hingga pajak reklame untuk papan nama usaha atau profesi resmi dihapuskan.

Kebijakan ini memang berpotensi mengurangi PAD, namun pemerintah daerah menyiapkan alternatif strategi untuk menjaga stabilitas pendapatan melalui pendekatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Apresiasi atas Kinerja

Upaya percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah turut mendapat pengakuan. Bupati Irwan Bachri Syam dianugerahi Herald Awards 2025 sebagai Kepala Daerah Inspiratif di bidang pembangunan daerah.

Penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa program dan kebijakan yang dijalankan mulai menunjukkan arah dan dampak positif.

Menuju Lima Tahun Kepemimpinan

Memasuki tahun pertama, tantangan dan kritik tetap menjadi bagian dari dinamika pemerintahan.

Namun, hal tersebut dipandang sebagai energi untuk terus memperkuat komitmen membangun Luwu Timur.

Dengan berbagai program yang telah berjalan—mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial hingga kebijakan fiskal—fondasi menuju “Kabupaten Juara” mulai dibangun.

Perjalanan masih panjang, namun satu tahun pertama ini menjadi pijakan awal bagi arah pembangunan Luwu Timur lima tahun ke depan.

Ibas puspa berharap dukungan dan doa dari masyarakat luwu timur untuk menuntaskan amanah masyarakat luwu Timur untuk lima tahun ke depan. (*)

spot_img
spot_img
spot_img
Terkini

Pemprov Sulsel Soal Jalan Hertasning-Aroepala Belum Dikerja : Cuaca Tidak Memungkinkan 

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulawesi Selatan Andi Ihsan angkat bicara terkait kondisi...
Terkait
Terkini

Pemprov Sulsel Soal Jalan Hertasning-Aroepala Belum Dikerja : Cuaca Tidak Memungkinkan 

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulawesi Selatan Andi Ihsan angkat bicara terkait kondisi...

Berita Lainnya