IDEAtimes.id, MAKASSAR – Manajemen Hotel MaxOne Makassar menuai protes keras setelah diduga mengubah pesanan ruangan buka puasa secara sepihak.
Insiden yang melibatkan rombongan keluarga besar tersebut viral di media sosial setelah pelanggan mengeluhkan pelayanan hotel yang dianggap tidak konsisten, Senin (9/3/2026).
Kejadian bermula saat seorang pelanggan wanita bersama rombongan lebih dari 20 orang tiba di hotel untuk berbuka puasa.
Meski mengaku telah memesan ruang VIP sejak jauh hari, setibanya di lokasi pada pukul 17.20 WITA, mereka justru diarahkan ke meja bundar di area luar.
“Mau buka puasa di MaxOne, Hotel MaxOne Makassar, we. Kau tahu, kita sudah booking ini dari tanggal 1. Terus apa? Hari H-nya ini tanggal. Kita sudah sampai tujuan, kalian mau tahu apa? Kita kan booking-nya VIP, kita disuruh di meja luar,” keluh pelanggan tersebut dalam video unggahannya.
Kekecewaan mendalam dirasakan keluarga tersebut lantaran mereka membawa lansia yang harus menunggu tanpa kepastian layanan menjelang azan magrib.
Pelanggan menegaskan telah melakukan konfirmasi ulang melalui admin hotel pada malam sebelum kedatangan.
“Konfirmasi kalau dibilang kita di dalam VIP dan adminnya juga bilang ‘Oh iya Kak’, jadi pas kita sampai di sini (Hotel MaxOne) kenapa dia bilang meja bundar” ujar pelanggan tersebut dengan nada kecewa.
Menanggapi hal tersebut, Sales and Manager Marketing MaxOne Makassar, Chalsum Devita Alexia, menjelaskan bahwa sistem reservasi daring sebenarnya tidak menyediakan pilihan ruang VIP untuk paket buka puasa umum, melainkan hanya opsi indoor dan outdoor.
“Untuk buka puasa umum reservasi via web tidak menyediakan pilihan VIP, yang ada indoor dan outdoor,” jelas Chalsum Devita.
Meski terdapat perbedaan persepsi mengenai fasilitas, pihak hotel langsung mengambil langkah tegas dengan mengembalikan seluruh biaya pesanan pelanggan di lokasi kejadian.
“Saat itu langsung dilakukan full refund,” tambahnya.
Melalui pernyataan resminya, manajemen Hotel MaxOne Makassar secara terbuka mengakui adanya ketidaknyamanan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga.
Sebagai bentuk itikad baik, manajemen telah menghubungi keluarga tersebut dan mengundang mereka kembali untuk menikmati buka puasa gratis.
“Hal ini menjadi perhatian serius bagi manajemen dan saat ini kami sedang melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tulis pihak manajemen.
Kasus ini menjadi bahan evaluasi internal bagi manajemen hotel untuk memperbaiki sistem koordinasi antara admin reservasi dan petugas operasional di lapangan, guna memastikan layanan yang diberikan sesuai dengan ekspektasi tamu. (*)