IDEAtimes.id, MAKASSAR – Anggota DPR RI Komisi III Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menyinggung kepemimpinan Kapolrestabes Makassar Kombe Pol Arya Perdana.
Singgungan Amar Ma’ruf terkait dengan stabilitas keamanan di kota Makassar dibawah kepemimpinan Kombes Pol Arya Perdana.
Dia mengatakan, setelah ditinggal Brigjen Pol Mokhamad Ngajib, yang meresahkan masyarakat kota Makassar adalah genk motor dan tembak-tembak mainan.
“(Pak Rudianto Lallo) di daerah Makassar pak sekarang ini yang meresahkan warga adalah genk motor dan senjata mainan. Ini lagi banyak sekali dan marak sekali dan ini memang menjadi atensi. Mohon atensinya.” ungkap Amar di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
“Semenjak (pak) Ngajib bukan lagi Kapolrestabes di Makassar, mulai meresahkan ini genk motor di Makassar pak. Terbukti beliau kemarin Kapolrestabes Makassar aman-aman aja, kok setelah bukan lagi pak (Ngajib) mulai tidak aman lagi kota Makassar.” lanjutnya.
Politisi Gerindra itu berharap genk motor yang lagi marak bukan sebuah pengalihan dari peredaran narkoba.
“Kami juga mengantisipasi semoga maraknya genk motor dan senjata mainan ini bukan pengalihan isu peredaran narkoba di Sulawesi Selatan.” tutupnya.
Sementara itu, Komisi III DPR RI meminta Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri mengoptimalkan berbagai langkah pengamanan selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi tahun 2026.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama periode meningkatnya mobilitas masyarakat.
Mewakili Komisi III DPR RI, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan bahwa pihaknya mendukung program-program prioritas Baharkam Polri pada tahun anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Komisi III DPR RI mendukung program-program prioritas Baharkam Polri tahun anggaran 2026 sebagai arah pelaksanaan tugas dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Menurutnya, periode Ramadan hingga Idul Fitri merupakan momentum yang memerlukan kesiapan aparat keamanan secara maksimal, mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk arus mudik dan arus balik.





