IDEAtimes.id, MAKASSAR – Pernyataan pengamat Hukum Tata Negara, Feri Amsari, terkait swasembada pangan dinilai tidak tepat sasaran dan tidak didukung data yang akurat.
Penilaian tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Selatan, Sawaluddin Arief, kepada awak media, Rabu (8/4).
Sawaluddin menegaskan, pernyataan Feri Amsari berpotensi menyesatkan publik karena tidak berbasis data yang jelas.
Ia juga menilai pernyataan tersebut dapat merusak citra Menteri Pertanian Amran Sulaiman serta Presiden Prabowo Subianto.
“Apa yang disampaikan Feri Amsari merupakan kekeliruan yang sangat fatal dan tidak berdasarkan data,” ujar Sawaluddin.
Menurutnya, kondisi di lapangan tidak seperti yang disampaikan Feri.
Ia menilai informasi yang beredar justru dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Fakta di lapangan tidak demikian, sehingga informasi yang disampaikan bisa menyesatkan,” lanjutnya.
Sawaluddin mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun, produksi beras nasional pada tahun 2025 menunjukkan tren positif, dengan capaian sekitar 34,69 juta ton.
Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan, seperti program pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, pencetakan sawah baru, penambahan alokasi pupuk subsidi, kemudahan distribusi pupuk, serta penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) bagi petani.
“Ini yang perlu dilihat secara utuh. Jangan sampai publik menerima informasi yang tidak jelas sumber datanya,” tegasnya.
Sawaluddin juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu kebenarannya.
“Masyarakat saat ini sudah cerdas, bisa mengakses data dengan mudah. Jangan sampai tergiring oleh informasi yang belum terverifikasi,” pungkasnya. (*)