IDEAtimes.id, LUWU TIMUR – Bendahara DPD II Partai golkar Luwu Timur, Heryanti Harun menanggapi kritikan dari Badawi Alwi yang mempertanyakan soal anggaran dana hibah partai dari pemerintah daerah.
Ia mengatakan, penggunaan dana partai selama ini digunakan sesuai arahan dan perintah ketua DPD II Alm Muh Thoriq Husler dan yang pasti diperuntukkan untuk kegiatan partai Golkar.
“Saya sebagai bendahara DPD II hanya mengikut perintah mengenai penggunaan anggaran. Jika ada kegiatan partai jelasnya anggaran itu digunakan untuk partai,” ungkapnya, Kamis, (9/9).
Jika penggunaan dana kepartaian dinilai tidak transparan, kata Heryanti, perlu di pertanyakan di BPK.
Karna setiap pengunaan dana tersebut pastinya diaudit oleh BPK setiap tahunya.
“Kalau memang dianggap tidak transparan, kan bisa diketahui melalui keuangan daerah yang telah melalui tahapan audit BPK setiap tahunnya,” ujarnya.
Heryanti pun menyayankan sikap salah satu kader golkar melakukan tudingan yang tak berdasar dan seolah-olah punya motif terselubung.
“Kemana saja, baru kali ini Anda mempertanyakan hal itu. Kenapa baru meninggalnya Alm Husler baru mempertanyakan dana tersebut, ada apa? ,” katanya.
“Saya rasa tidak etislah, kita mempertanyakan hal itu dalam kondisi berduka. Sebaiknya kita doakan (Alm Husler) selamat dunia akhirat dan diampuni dosa-dosanya semasa hidupnya,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar Luwu Timur Badawi Alwi mempertanyakan penggunaan bantuan dana hibah keuangan pemerintah daerah ke Partai Golkar di Era Almarhum Thoriq Husler.
Badawi menilai penggunaan dana hibah tersebut tidak transparam di masa kepemimpinan almarhum Husler.(*)