IDEAtimes.id, MAKASSAR – Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi seperti SAPMA PP KOTA MAKASSAR, GEPMAR, dan BMKI melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (6/6/2022).
Kegadiran para pendemo mempertanyakan kelanjutan pembangunan Stadion Mattoanging yang hingga saat ini terbengkalai.
Pasalnya, pembongkaran stadion meninggalkan kubangan besar yang telah merenggut 3 korban jiwa.
Namun Pemerintah khususnya Gubernur sulsel dianggap menutup mata atau tidak memperhatikan akan hal ini.
Husnul Mubarak selaku ketua Sapma PP Kota Makassar mengatakan, Kadispora selaku kuasa pengguna anggaran mestinya bertanggung jawab atas kelalaiannya dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“Bahkan sampai ada korban meninggal dunia dan jika dilihat dari unsur pelanggaran maka seharusnya ada sanksi administrasi serta pidana, ingat dulu sewaktu anak kecil meninggal dalam kubangan tersebut saya sudah mengingatkan jangan sampai ada korban selanjutnya dalam kubangan maut itu”, tegas Husnul, Senin, (6/6).
“Tapi nyatanya seakan tak dihiraukan akhirnya kembali menelan korban.” tambahnya.
Sementara itu Faisal selaku pendiri GEMPAR mengatakan jika ada unsur pembiaran tentang status kontraktor pembongkaran stadion Mattoangin yang sampai saat ini ini hasil penyelidikannya tidak diketahui.
“Sepengetahuan kami kontraktor pembongkaran Mattoangin pernah dipanggil oleh pihak berwajib dalam hal ini Polsek Mariso, namun sampai detik ini masih belum ada kejelasan dan hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dalam benak kami ada apa?, seolah olah menggambarkan mereka kebal akan hukum”. Ungkapnya.
Disisi lain, Ketua BMKI Irham Tompo melihat banyaknya keganjilan atas pembangunan kembali stadion mattoangin dan menuntut Gubernur Sulsel untuk mundur dari jabatannya.





