IDEAtimes.id, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan Sosialisasi Pemilu Serentak 2024.
Sosialisasi itu ditujukan kepada Gen Z atau pemilih pemula melalui Program KPU Makassar Goes to School dengan menyasar tujuh Sekolah, Senin, (6/3).
Sekolah tersebut ialah MAN 3 Makassar Kecamatan Biringkanaya, SMK Muhammadiyah 3 Makassar, Kecamatan Wajo, SMAN 16 Makassar, Kecamatan Ujung Pandang, SMAN 17 Makassar Kecamatan Tallo, SMA Ittihad Makassar Kecamatan Makassar, SMA 4 Makassar Kecamatan Ujung Tanah, dan SMK 8 Makassar Kecamatan Makassar, dengan Mengangkat Tema: “Jadi Pemilih Cerdas Memilih”.
Dalam penyampaiannya KPU Makassat mensosialisasikan kepada seluruh siswa terkait jadwal Pemilu serentak 14 Februari tahun 2024.
Mereka menghimbau agar siswa yang telah dan akan berumur 17 tahun untuk segera melengkapi persyaratan administrasi terutama KTP Elektronik agar dapat menyalurkan hak pilihnya.
Kegiatan ini juga menekankan agar siswa jadi pemilih yang aktif menggunakan hak pilihnya dan tidak golput, cerdas memilih, tidak menjadi bagian dari penyebar hoax, serta menolak praktik politik uang, dan tidak terpengaruh politisasi SARA yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
“Pemilih pemula atau Gen Z ini menjadi salah satu sasaran utama dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih oleh KPU Makassar mengingat jumlahnya yang sangat signifikan sesuai data Sensus BPS 2020 yaitu 27,94% dan sangat berpotensi dominan dari segi jumlah di Daftar Pemilih nantinya.” ungkap Endang Sari, Komisioner KPU Kota Makassar, Senin, (13/3/2023).
“Penguatan kualitas partisipasi pemilih sangat penting menyasar Gen Z atau pemilih pemula. Mereka tidak sekadar ditargetkan menjadi obyek melainkan subyek politik.” jelasnya.
Kata Endang, kehadira Generasi Z penting untuk terus diperhatikan dan tidak sekedar menjelang atau saat pesta demokrasi berlangsung.
“Idealisme Gen Z/pemilih pemula dibutuhkan guna membangun iklim demokrasi yang progresif, bertanggung jawab, dan berkualitas.” bebernya.
“Apatisme politik pemilih pemula harus dikikis dengan pendekatan intensif dan pembuktian di lapangan. Gen Z atau pemilih pemula adalah kunci regenerasi politik dan penentu kualitas demokrasi Indonesia ke depan.” tandas dia. (*)