IDEAtimes.id, MAKASSAR – Kasus penganiayaan masyarakat oleh puluhan oknum pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) kota Makassar telah dilaporkan ke polisi.
Korban AH (40) telah melaporkan peristiwa pengeroyokan yang dialaminya ke Polrestabes Makassar, pada, Jumat, (6/3).
Peristiwa ini bermula saat AH sedang ingin membayar pajak kendaraan di Kantor Bapenda Sulawesi Selatan, Jalan A.P Pettarani beberapa waktu lalu.
Saat itu, puluhan pegawai Dishub Makassar sedang melakukan patroli serta pengawasan dengan melakukan penggembokan terhadap mobil yang parkir di badan jalan.
“Saya ke Bapenda Sulsel mau bayar pajak kendaraan. Karena parkiran Bapenda full saya parkir di luar.” ungkap AH saat dihubungi, Minggu, (15/3).
“Tapi tiba-tiba pegawai Dishub mau lakukan penggembokan padahal kita sudah sampaikan didalam full parkiran sedangkan kita mau bayar pajak.” ucapnya.
Setelah berdiskusi cukup alot, AH dan beberapa oknum pegawai terlibat cekcok hingga sentuhan fisik.
AH melanjutkan, dirinya kemudian dilapor oleh pegawai tersebut ke Polsek Panakkukang.
“Saya di lapor kemudian dimediasi sama Polisi. Jadi saya bilang iye boleh.” tambahnya.
Akan tetapi saat proses mediasi di rumah pribadi kata AH, puluhan oknum pegawai Dishub datang secara bersamaan.
AH melanjutkan, dirinya kaget karena banyaknya pegawai Dishub yang datang saat itu.
“Mediasinya di rumah, tapi rumah saya dikepung sama mereka (pegawai dishub). Jadi saya alasan pergi buang air kecil kemudian kabur menyeberangi sungai karena saya dikejar sama mereka.” tegasnya.
“Pas saya diseberang sungai, ada yang berteriak dari kelompok mereka bilang mengaku Kadishub sama Kabid, garansi saya aman kalau kembali, mau bicarakan baik-baik.” bebernya.
Namun, setiba kembali di lokasi, AH justru mendapat bogem menta dengan cara dikeroyok oleh puluhan oknum pegawai dishub.
“Saya digaransi bilang aman makanya saya kembali, tapi kenapa saya tiba langsung dikeroyok sama anak saya. Alasannya mau dibawa ke Polsek, jadi saya tanya kenapa bukan Polisi yang jemput saya.” ucapnya.
Meminta Polisi Menangkap Pelaku
AH pun mendesak kepolisian agar segera melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
“Saya sudah melapor, saya harap kepolisian bisa segera bekerja cepat untuk menahan pelaku.” tutupnya.
Tanggapan Dishub Makassar
Sementara itu, Sekretaris Dinas Dishub Makassar Andi Engka mengatakan jika ia tidak tahu menahu peristiwa ini.
“Bagus kita ke pimpinan (Kadis). Jangan ke saya karena saya tidak tahu kejadiannya.” ucap Andi Engka, Minggu, (8/3).
“Nanti salah kasi info, ke (kantor) miki saja.” tambahnya.
Terpisah, Kadishub kota Makassar yang dihubungi sampai sekarang belum memberi keterangan.
Begitu pun dengan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana yang dihubungi terkait kasus ini belum menberi respons. (*)