Senin, Maret 16, 2026

Ketika Wali Kota Makassar Lebih “Muliakan” Kreator Digital-Selebgram Ketimbang Jurnalis

Terkait

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggelar buka puasa bersama dengan para pelaku industri kreatif, kreator digital, dan selebgram di Kota Makassar.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu (14/3), itu dihadiri sejumlah kreator digital dan selebgram dari berbagai komunitas yang aktif mewarnai ruang digital dengan karya serta gagasan kreatif.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengajak para kreator digital untuk ikut berperan aktif membantu Pemerintah Kota Makassar dalam mensosialisasikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat.

Menurutnya, peran kreator digital saat ini sangat penting dalam menyampaikan informasi pemerintah secara lebih luas dengan cara yang kreatif dan mudah dipahami.

“Saya sangat menunggu momentum seperti ini. Kenapa? Karena sekarang banyak sekali program pemerintah kota yang bukan hanya perlu dijalankan, tetapi juga perlu disosialisasikan dengan cara penyampaian yang baik,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Munafri juga menyambut langsung para selebgram dan kreator konten yang hadir.

Turut mendampingi Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk merawat silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Makassar dengan komunitas pelaku industri kreatif.

Kehadiran para kreator konten juga dinilai sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk membuka ruang kolaborasi dengan pelaku industri kreatif dalam menghadirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam suasana santai namun penuh makna, berbagai ide dan gagasan turut mengalir.

Diskusi tersebut membuka peluang kolaborasi dalam mendukung pembangunan kota serta menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat luas.

Momen itu tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan komunitas kreatif yang memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi positif serta membangun citra Kota Makassar di ruang digital.

Pada kesempatan itu, Munafri yang akrab disapa Appi juga meminta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, untuk memaksimalkan potensi kreator digital di Makassar agar dapat berkolaborasi dengan pemerintah.

Menurutnya, para pelaku industri kreatif dapat menjadi corong pemerintah dalam menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa para kreator tidak hanya menyampaikan hal-hal positif, tetapi juga dapat memberikan kritik yang membangun terhadap kinerja pemerintah.

“Silakan menjadi corong pemerintah, bukan hanya menyampaikan program, tapi juga memberikan kritik. Kalau ada yang tidak bagus, sampaikan. Itu penting supaya kami bisa memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Munafri juga menyinggung sejumlah isu perkotaan yang menjadi perhatian pemerintah, seperti penataan trotoar yang masih sering digunakan untuk aktivitas lain serta persoalan pengelolaan sampah rumah tangga.

Ia mengajak para kreator untuk turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah serta memanfaatkan sampah melalui berbagai metode seperti komposter dan maggot.

“Kita kolaborasi memberikan edukasi kepada masyarakat. Kita ingin masyarakat memahami bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi bagi rumah tangga,” ujarnya.

Wali Kota Dinilai Tebang Pilih

Sementara itu, Plt Ketua KNPI Kota Makassar Syamsul Bahri Majjaga menilai Wali Kota seharusnya menggandeng seluruh elemen, termasuk jurnalis, dalam mensosialisasikan berbagai program pemerintah.

Menurutnya, kerja jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

“Kerja-kerja jurnalis itu tidak bisa diintervensi, tetapi jurnalis juga punya tugas membantu menyampaikan pemberitaan yang berimbang dan sehat kepada masyarakat,” ujar Syamsul Bahri yang akrab disapa Zul Majjaga.

Ia bahkan menilai kegiatan yang hanya melibatkan kreator digital dan selebgram berpotensi mengesampingkan peran jurnalis.

“Nah jika melihat kegiatan dengan konten kreator dan selebgram itu, saya justru melihat Wali Kota menyisihkan peran jurnalis,” tambahnya.

Zul Majjaga juga menyarankan agar Wali Kota tidak alergi terhadap kritik yang disampaikan melalui pemberitaan media.

“Lucunya karena Wali kota memberikan ruang bagi kreator digital dan selebgram untuk mengkritik, tapi jika jurnalis melakukan itu seperti dianggap musuh,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan agar tidak ada pihak yang terlalu “dimuliakan” dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah.

“Seharusnya Wali Kota sadar bahwa kerja-kerja jurnalis itu diatur dalam undang-undang. Mereka bekerja berdasarkan aturan,” pungkasnya. (*)

spot_img
spot_img
spot_img
Terkini

Bupati Luwu Timur Kunjungi Pasar Ramadan di Malili, Warga Sambut Antusias 

IDEAtimes.id, LUWU TIMUR - Suasana Pasar Ramadhan di Anjungan Sungai Malili, Kecamatan Malili, semakin semarak saat Bupati Luwu Timur,...
Terkait
Terkini

Bupati Luwu Timur Kunjungi Pasar Ramadan di Malili, Warga Sambut Antusias 

IDEAtimes.id, LUWU TIMUR - Suasana Pasar Ramadhan di Anjungan Sungai Malili, Kecamatan Malili, semakin semarak saat Bupati Luwu Timur,...

Berita Lainnya