Selasa, Juni 16, 2026

Di Hadapan Doli Kurnia, Bupati Bantaeng Akui Sempat Remehkan Himpunan Mahasiswa Islam

Terkait

IDEAtimes.id, BANTAENG – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin mengakui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi besar.

Hal tersebut ia ungkapkan dihadapan Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN -KAHMI), Ahmad Doli Kurnia Tandjung, saat menghadiri Traning Raya Tingkat Nasional HMI Cabang Bantaeng, di Balai Kartini, Kabupaten Bantaeng, Senin, 15 Juni 2026.

“Jadi, dulunya saya berpikir HMI itu adalah organisasi yang biasa. Begitu saya mengikuti momentum Pilkada kemarin, saya baru paham betul, betapa besarnya pengaruh HMI di Indonesia,” kata Uji Nurdin.

Kepala daerah termudah di Sulsel ini juga mengakui, salah satu kunci kemenangannya di Pilkada Bantaeng merupakan kontribusi dari kader KAHMI. Mengingat, Doli Kurnia merupakan pembimbing Uji Nurdin saat mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar.

“Bang Doli ini mentor saya. Beliau-lah yang langsung menginterview saya. Karena saya pernah sempat salah jalur mengurus partai, dan jalur yang tepat itu adalah jalur HMI. Di sinilah saya paham betul,” bebernya.

Saat proses Pilkada, lanjut Uji Nurdin, pengaruh HMI masih ia rasakan. Mengingat saat itu, Ketua Tim Hukum UJI-SAH yakni Udhin Jalarambang merupakan kader HMI. Sehingga dirinya mengakui dirinya sebagai ‘produk’ HMI.

“Dan yang lebih luar biasanya lagi, saya meyakini menang, karena yang menjadi tim hukum saya adalah Kak Sabaruddin sendiri. Sehingga saya harus mengakui bahwa saya ini adalah produk dari HMI. Terima kasih, teman-teman HMI,” katanya.

Sementara Presidium Ahmad Doli Kurnia Tandjung meminta Bupati Bantaeng menilai HMI sebagai aset pemerintah daerah.

“HMI ini aset luar biasa. Pak Bupati dan bapak-bapak Forkopimda
bisa ikut membantu merawat aset ini. Dia akan sangat bernilai untuk bisa membantu untuk membuat Kabupaten Bantaeng menjadi maju dan lebih baik, ” katanya.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI turut meminta, kader-kader HMI selalu menjaga nama baik organisasi.

“Aset ini bernilai dan kalian yang paling bertanggung jawab untuk menjaga aset ini. Jangan jadikan aset ini tidak mahal.
Jangan jual aset ini dengan murah. Terus kembangkan aset ini menjadi sesuatu yang bernilai dari waktu ke waktu dan punya kontribusi buat bangsa negara khususnya di Kabupaten Banteng, “pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulsel Fadriaty, Ketua Badko HMI Sulsel Asrullah Dimas, dan beberapa tokoh KAHMI di Sulsel. (*)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Terkini

UMI 72 Tahun, Muzakkir Aqil: Saatnya Cetak SDM Unggul Berkarakter dan Melek Digital

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperingati Milad ke-72 sebagai momentum refleksi dan penguatan peran dalam mencetak sumber...
Terkait
Terkini

UMI 72 Tahun, Muzakkir Aqil: Saatnya Cetak SDM Unggul Berkarakter dan Melek Digital

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperingati Milad ke-72 sebagai momentum refleksi dan penguatan peran dalam mencetak sumber...

Berita Lainnya