31 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021

Anggap Orang Miskin Penular Covid-19, KNPI Akan Polisikan Achmad Yurianto

Wajib Baca

Begini Tanggapan Pemkab Wajo Terkait Surat Terbuka Mahasiswa UGM Soal Penanganan Banjir

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Humas memberi tanggapan terkait surat terbuka yang dilayangkan oleh M.Iqbal, mahasiswa UGM...

3 Siswa MTs 1 Makassar Ikut Lomba Asean Robotic, Danny Pomanto : Kita Bangga

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Tiga siswa MTs 1 Makassar mengunjungi kediaman Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan "Danny'" Pomanto, Jumat, (17/9/2021). Kunjungan...

Atlet Paralimpiade Indonesia Peraih Medali dapat Bonus Hingga Miliaran

IDEAtimes.id, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kontingen Indonesia yang telah berjuang di Paralimpiade Tokyo 2020, sekaligus...

IDEAtimes.id, Jakarta;- Pernyataan Juru Bicara pemerintah untuk penanganan kasus COVID-19, Achmad Yurianto yang mengatakan bahwa Virus Corona ini memudah menular dari orang miskin membuat marah Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama.

Dia mengatakan, pernyataan Yuri adalah rasis dan wajib dipidanakan.

“Di tengah kondisi seperti ini pernyataan Yuri sangat tidak etis. Sebagai Jubir pemerintah harusnya Dia biasa menyampaikan sesuatu yang tidak menyinggung pihak manapun,” kata Haris dalam keterangan persnya, Sabtu (28/3).

Pidatonya terkait dengan update penanganan Corona, Yuri menyebut bahwa yang kaya melindungi yang miskin dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya.

Tentu pernyataan ini membuat geger, karena diangggap pidato tersebut sumber penyakit datang dari orang-orang miskin.

“Ini sudah rasis, tidak pantas keluar dari mulut pejabat. Penyakit ini menyerang bukan pada orang kaya maupun orang kurang mampu, tapi menyerang siapapun. Kami sangat menyesalkan pernyataan ini. Apalagi ini disiarkan oleh stasiun tv, tentu akan sangat menyakitkan,” tegas Haris.

DPP KNPI mengancam akan membuat class action terkait pernyataan Yuri tersebut. Bahkan KNPI mengancam akan melakukan aksi agar presiden memecat Yuri sebagai jubir penanganan corona sekaligus jabatannya di Kemenkes.

“Kami akan laporkan Yuri ke polisi atas ucapannya itu. Karena ini sudah penghinaan kepada masyarakat. Kami juga meminta agar Presiden Jokowi memecatnya dari semua jabatannya. Yuri juga harus meminta maaf kepada masyarakat kurang mampu sesegera mungkin,” tandas Haris.

Achmad Yurianto sendiri sudah mengkarifikasi terkait pernyataannya yang viral di media sosial soal si kaya dan si miskin saling membantu cegah Corona.

Yuri menegaskan bahwa dia tidak bermaksud merendahkan masyarakat miskin.

“Itulah yang saya katakan yang kemudian saya di-bully di mana-mana itu kan. Mbok yang kaya itu lho, saya sih memang agak keras ngomongnya. Bukan dalam rangka menghina yang miskin. Saya itu lebih mengatakan untuk menekan yang kaya,” ujar Yuri saat dihubungi, Sabtu (28/3).

Yuri lantas mencontohkan pekerjaan asisten rumah tangga (ART). Dia mengatakan mobilitas ART yang tinggi berpotensi menularkan virus Corona.

“Tetapi persepsinya di balik. Dikira saya menyudutkan yang miskin. Padahal saya ingin mempermalukan yang kaya gitu lho. Misalnya di rumah punya asisten rumah tangga, ART itu tiap hari mondar-mandir dari rumahnya ke rumah majikan, dia naik angkot kan resikonya tinggi toh untuk tertular. Kalau dia nanti sakit terus di rumah majikan sakit semua kan jadi repot,” ungkapnya.

Yuri menyayangkan ucapannya itu yang viral di media sosial justru diputarbalikkan. Dia menegaskan kembali bahwa ingin menyentil orang kaya, bukan menyudutkan orang miskin.

“Diputar, dikira saya menghina yang miskin kan. Padahal coba kalau dilihat siapa? nggak mungkin orang miskin orang miskin nggak punya twitter, iya kan. Yang ngomong itu orang yang kaya itu loh,” tutur Yuri.(rls)

2 KOMENTAR

- Advertisement -

TerIDEA

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui grup-grup Whatt'sApp, Kamis, (9/12). "Innalillahi wainna ...

Selain Sarang Narkoba, Apartemen Vida View Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

IDEAtimes.id, Makassar;- Meski ditengah pandemi Covid-19, praktek prostitusi tetap masih beroperasi. Namun, kali ini para pekerja prostitusi tersebut tidak menawarkan diri secara langsung melainkan melalui...

Mantum PB HMI “Mulyadi” dan Istri Dikabarkan Ada Didalam Pesawat Sriwijaya yang Hilang Kontak

IDEAtimes.id, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2016-2018 Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang di Pesawat...

Detik-detik Imam Masjid Dipukul OTK Saat Salat Subuh

IDEAtimes.id, PEKANBARU - Seorang pria diamuk massa saat masuk ke sebuah Masjid di Pekanbaru, Riau, Jumat, (7/5/2021) Subuh dini hari. Pria tersebut diamuk jamaah Masjid...
- Advertisement -

Populer

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Selain Disuruh Copot Kalung Antivirus, Mentan SYL Juga Diminta Tidak Mengurusi Urusan Kemenkes

IDEAtimes.id, Jakarta;- Kementerian Pertanian menggelar Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa, 7/7/2020. Namun, dalam rapat yang dihadiri oleh Menteri...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui...

IDEAtimes.id, Jakarta;- Pernyataan Juru Bicara pemerintah untuk penanganan kasus COVID-19, Achmad Yurianto yang mengatakan bahwa Virus Corona ini memudah menular dari orang miskin membuat marah Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama.

Dia mengatakan, pernyataan Yuri adalah rasis dan wajib dipidanakan.

“Di tengah kondisi seperti ini pernyataan Yuri sangat tidak etis. Sebagai Jubir pemerintah harusnya Dia biasa menyampaikan sesuatu yang tidak menyinggung pihak manapun,” kata Haris dalam keterangan persnya, Sabtu (28/3).

Pidatonya terkait dengan update penanganan Corona, Yuri menyebut bahwa yang kaya melindungi yang miskin dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya.

Tentu pernyataan ini membuat geger, karena diangggap pidato tersebut sumber penyakit datang dari orang-orang miskin.

“Ini sudah rasis, tidak pantas keluar dari mulut pejabat. Penyakit ini menyerang bukan pada orang kaya maupun orang kurang mampu, tapi menyerang siapapun. Kami sangat menyesalkan pernyataan ini. Apalagi ini disiarkan oleh stasiun tv, tentu akan sangat menyakitkan,” tegas Haris.

DPP KNPI mengancam akan membuat class action terkait pernyataan Yuri tersebut. Bahkan KNPI mengancam akan melakukan aksi agar presiden memecat Yuri sebagai jubir penanganan corona sekaligus jabatannya di Kemenkes.

“Kami akan laporkan Yuri ke polisi atas ucapannya itu. Karena ini sudah penghinaan kepada masyarakat. Kami juga meminta agar Presiden Jokowi memecatnya dari semua jabatannya. Yuri juga harus meminta maaf kepada masyarakat kurang mampu sesegera mungkin,” tandas Haris.

Achmad Yurianto sendiri sudah mengkarifikasi terkait pernyataannya yang viral di media sosial soal si kaya dan si miskin saling membantu cegah Corona.

Yuri menegaskan bahwa dia tidak bermaksud merendahkan masyarakat miskin.

“Itulah yang saya katakan yang kemudian saya di-bully di mana-mana itu kan. Mbok yang kaya itu lho, saya sih memang agak keras ngomongnya. Bukan dalam rangka menghina yang miskin. Saya itu lebih mengatakan untuk menekan yang kaya,” ujar Yuri saat dihubungi, Sabtu (28/3).

Yuri lantas mencontohkan pekerjaan asisten rumah tangga (ART). Dia mengatakan mobilitas ART yang tinggi berpotensi menularkan virus Corona.

“Tetapi persepsinya di balik. Dikira saya menyudutkan yang miskin. Padahal saya ingin mempermalukan yang kaya gitu lho. Misalnya di rumah punya asisten rumah tangga, ART itu tiap hari mondar-mandir dari rumahnya ke rumah majikan, dia naik angkot kan resikonya tinggi toh untuk tertular. Kalau dia nanti sakit terus di rumah majikan sakit semua kan jadi repot,” ungkapnya.

Yuri menyayangkan ucapannya itu yang viral di media sosial justru diputarbalikkan. Dia menegaskan kembali bahwa ingin menyentil orang kaya, bukan menyudutkan orang miskin.

“Diputar, dikira saya menghina yang miskin kan. Padahal coba kalau dilihat siapa? nggak mungkin orang miskin orang miskin nggak punya twitter, iya kan. Yang ngomong itu orang yang kaya itu loh,” tutur Yuri.(rls)

- Advertisement -

2 KOMENTAR

- Advertisement -

iDEA TV

VIDEO : Hujan Deras, Air Sungai Masamba Satu Jengkal dari Jembatan

IDEAtimes.id, LUWU UTARA - Hujan deras terus mengguyur Luwu Utara, Sulawesi-Selatan sejak Jumat, (27/8/2021). Akibatnya, jalanan saat ini tergenang air...

PT Vale Indonesia Hentikan Operasi, Luwu Timur Terancam Kehilangan APBD Rp 200 Miliar

IDEAtimes.id, Makassar;- Perusahaan yang bergerak di Pertambangan yakni PT Vale Indonesia menghentikan Operasinya. Hal ini dilakukan akibat adanya wabah virus covid-19 yang dianggap mengancam seluruh...

Selaian THM dan Tempat SPA, Ini Jenis Usaha yang Akan Ditutup Oleh Pemkot Makassar

IDEAtimes.id, Makassar;- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sejumlah tpat usaha. Melalui surat Nomor : 8852/S.EDAR/045.1/DISPAR/VIII/2020 tentang Penutupan Kegiatan Operasional...

Warkop WTL di Luwu Gratiskan Tempat dan Kopi Setiap Jumat untuk Diskusi

IDEAtimes.id, Luwu;- Saat ini, warung kopi (warkop) menjadi salah satu tempat bersantai yang digemari dari berbagai kalangan. Sehingga, warung kopi sering kali dijadikan sebagai tempat...

Unjuk Rasa Pekerja Seni dan Hiburan Malam di Makassar, Minta THM Kembali Dibuka

IDEAtimes.id, Makassar;- Ratusan Pekerja seni dan hiburan malam se-Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis, 13/8/2020. Demonstrasi ini...
- Advertisement -

Wajib Baca

Wabup Edi Manaf Buka Exhibition Cup III Bontominasa Lama

IDEAtimes.id, BULUKUMBA - Exhibition Football Bontominasa lama Cup III Bulukumba akhirnya resmi bergulir. Pesta olahraga sepak bola se Kabupaten Bulukumba ini...

Makassar Zona Kuning, Ketua KNPI Makassar : Tetap Laksanakan Prokes

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPD KNPI Makassar Hasrul Kaharuddin mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar yang sukses menurunkan kasus penyebaran COVID-19...

Pemda Enrekang dan Bea Cukai Parepare lakukan Operasi Pasar di Enrekang

IDEAtimes.id, ENREKANG - Pemerintah Daerah Kab Enrekang bersama kantor Bea Cukai Pare-Pare melaksanakan operasi pasar dalam rangka pemberantasan peredaran...

IDEAtimes.id, Jakarta;- Pernyataan Juru Bicara pemerintah untuk penanganan kasus COVID-19, Achmad Yurianto yang mengatakan bahwa Virus Corona ini memudah menular dari orang miskin membuat marah Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama.

Dia mengatakan, pernyataan Yuri adalah rasis dan wajib dipidanakan.

“Di tengah kondisi seperti ini pernyataan Yuri sangat tidak etis. Sebagai Jubir pemerintah harusnya Dia biasa menyampaikan sesuatu yang tidak menyinggung pihak manapun,” kata Haris dalam keterangan persnya, Sabtu (28/3).

Pidatonya terkait dengan update penanganan Corona, Yuri menyebut bahwa yang kaya melindungi yang miskin dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya.

Tentu pernyataan ini membuat geger, karena diangggap pidato tersebut sumber penyakit datang dari orang-orang miskin.

“Ini sudah rasis, tidak pantas keluar dari mulut pejabat. Penyakit ini menyerang bukan pada orang kaya maupun orang kurang mampu, tapi menyerang siapapun. Kami sangat menyesalkan pernyataan ini. Apalagi ini disiarkan oleh stasiun tv, tentu akan sangat menyakitkan,” tegas Haris.

DPP KNPI mengancam akan membuat class action terkait pernyataan Yuri tersebut. Bahkan KNPI mengancam akan melakukan aksi agar presiden memecat Yuri sebagai jubir penanganan corona sekaligus jabatannya di Kemenkes.

“Kami akan laporkan Yuri ke polisi atas ucapannya itu. Karena ini sudah penghinaan kepada masyarakat. Kami juga meminta agar Presiden Jokowi memecatnya dari semua jabatannya. Yuri juga harus meminta maaf kepada masyarakat kurang mampu sesegera mungkin,” tandas Haris.

Achmad Yurianto sendiri sudah mengkarifikasi terkait pernyataannya yang viral di media sosial soal si kaya dan si miskin saling membantu cegah Corona.

Yuri menegaskan bahwa dia tidak bermaksud merendahkan masyarakat miskin.

“Itulah yang saya katakan yang kemudian saya di-bully di mana-mana itu kan. Mbok yang kaya itu lho, saya sih memang agak keras ngomongnya. Bukan dalam rangka menghina yang miskin. Saya itu lebih mengatakan untuk menekan yang kaya,” ujar Yuri saat dihubungi, Sabtu (28/3).

Yuri lantas mencontohkan pekerjaan asisten rumah tangga (ART). Dia mengatakan mobilitas ART yang tinggi berpotensi menularkan virus Corona.

“Tetapi persepsinya di balik. Dikira saya menyudutkan yang miskin. Padahal saya ingin mempermalukan yang kaya gitu lho. Misalnya di rumah punya asisten rumah tangga, ART itu tiap hari mondar-mandir dari rumahnya ke rumah majikan, dia naik angkot kan resikonya tinggi toh untuk tertular. Kalau dia nanti sakit terus di rumah majikan sakit semua kan jadi repot,” ungkapnya.

Yuri menyayangkan ucapannya itu yang viral di media sosial justru diputarbalikkan. Dia menegaskan kembali bahwa ingin menyentil orang kaya, bukan menyudutkan orang miskin.

“Diputar, dikira saya menghina yang miskin kan. Padahal coba kalau dilihat siapa? nggak mungkin orang miskin orang miskin nggak punya twitter, iya kan. Yang ngomong itu orang yang kaya itu loh,” tutur Yuri.(rls)

- Advertisement -

2 KOMENTAR

- Advertisement -

Nasional

PPKM Diperpanjang, 10 Kabupaten/Kota Masuk Level 4, Tidak Termasuk Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Pemerintah kembali melanjutkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Luar Jawa-Bali, yang berlaku tanggal 21...

Nurdin Abdullah Tiga Kali Terima Uang, Total Rp 5,4 Miliar

IDEAtimes.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek. Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp....

Breaking News : Gubernur Sulsel Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

IDEAtimes.i,d, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan 3 tersangka kasus OTT di Sulsel, Sabtu, (27/2/2021) kemarin. Penetapan ini dilakukan usai melakukan penyidikan Sabtu,...

Menkumham : SK Versi Fajriansyah Sudah Diblokir, Kalau Ada yang Gunakan Laporkan

IDEAtimes.id, JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menemui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Rabu, (11/11/2020). Dalam pertemuan ini, KNPI dan Menkumham membahas...

Kapolri Perintahkan Seluruh Anggota Polisi Lakukan Tes Urine

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) segera melakukan tes urine kepada seluruh anggota polisi. Hal itu berkaitan dengan pasca...
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -