31 C
Indonesia
Minggu, Oktober 24, 2021

Berbahasa yang Baik dan Benar Hindarkan Salah Paham dan Jeratan Hukum  

Wajib Baca

Wabup Saiful Minta Masyarakat Pasimasunggu Komunikasi ke Pemkab Jika Ada Masalah Tak Terselesaikan

IDEAtimes.id, SELAYAR - Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif, S.H., meminta masyarakat Kecamatan Pasimasunggu berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten...

Raih Penghargaan PWRI, Abdul Hayat: Ini Karena Support Para Pendahulu Kita

IDEAtimes.id, JAKARTA - Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, kembali meraih penghargaan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) yang...

Berikut Link Live Streaming Perayaan HUT Sulsel ke-352

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Provinsi Sulawesi-Selatan hari ini, Selasa, (19/10/2021) tepat berusia 352 tahun. Mengingat masi dalam situasi pandemi Covid-19, perayaan HUT...

IDEAtimes.id, PARIGI – Ujaran kebencian kerap ditemukan di dunia maya. Ujaran kebencian (hate speech) merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang berupa hinaan, provokasi, maupun perkataan buruk.

Banyak masyarakat atau pengguna internet terpengaruh dan terpancing untuk melakukan hate speech dan komentar negatif. Untuk itu, Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” mengadakan webinar  dengan tema “Jangan Asal Komentar, Kikis Ujaran Kebencian” di Parigi, Sulawesi Tengah (20/9).

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Adapun kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Kegiatan kali ini dimoderatori oleh Erna Virnia dan menghadirkan empat narasumber, yaitu pegiat literasi jurnalistik, Fauzi Lamboka; pemengaruh (influencer), Hafiid Pratama; penulis, Kartini Nainggolan; dan dosen Universitas Tadulako, Hajra Rasmita Ngemba.

Pada kegiatan kali ini diikuti oleh 843 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Selanjutnya, narasumber Fauzi Lamboka membuka sesi materi dengan membawakan tema “Internet Positif, Aman, dan Kreatif”.

Menurut Fauzi, kecanggihan internet harus dimanfaatkan warganet, misalnya untuk mendapatkan informasi, ilmu pengetahuan, serta menjalin pertemanan di jejaring sosial.

Selain itu, internet juga dapat berguna kegiatan ekonomi dan bisnis, membantu dunia pendidikan, mendukung kegiatan pemerintahan, dan sarana hiburan. “Mem-posting sesuatu saat emosi atau membagikan foto yang tidak pantas dapat menghancurkan masa depan diri sendiri,” ujarnya.

Berikutnya, Hafiid Pratama menyampaikan paparan berjudul “Konten Digital, Apa yang Boleh dan Apa yang Tidak Boleh”.

Ia mengatakan, pelanggaran etika dan hukum yang kerap terjadi pada warganet asal Indonesia, antara lain menyebarkan berita bohong, kasus perundungan, serta penipuan daring.

Selain itu, dampak negatif dominasi internet dalam kehidupan manusia membuat banyak orang kurang peduli dengan lingkungan sekitar. “Di internet diberikan kebebasan berekspresi, namun, kebebasan tersebut dibatasi kebebasan orang lain,” jelas dia.

Pemateri ketiga, Kartini Nainggolan, memaparkan materi bertema “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”.

Menurut dia, perkembangan bahasa di media sosial saat ini sangat rentan terjadi multitafsir, sehingga warganet harus cermat dalam memilih kata yang tepat untuk menghindari jeratan hukum akibat salah penafsiran.

“Sekarang juga sudah muncul istilah-istilah baru yang konotasinya negatif, tetapi cenderung disukai generasi millenial,” terangnya.

Hajra Rasmita, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”.

Ia mengatakan, jejak digital akan membekas pada perangkat pengguna sekaligus tersimpan di data perusahaan internet.

Jejak digital tersebut mampu mendeskripsikan siapa seseorang, dipergunakan perusahaan internet untuk kepentingan iklan, bahkan perekrutan karyawan juga mempertimbangkan rekam jejak digital seseorang.

“Sekali masuk di internet, jejak digital mudah tersebar dan sulit dihilangkan,” imbuh dia.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, Erna Virnia sebagai moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta.

Salah seorang peserta, Jagat Anugrah, bertanya tentang kebocoran data dari perusahaan-perusahaan penyedia layanan internet, dan bagaimana mengantisipasinya.

Menanggapi hal tersebut, Hajra Rasmita mengatakan bahwa setiap perusahaan memiliki prosedur keamanan data dengan konsekuensi hukum yang berlaku, namun, yang paling penting adalah literasi digital warganet terkait keamanan data pribadi dan jangan mudah menyebarkannya di internet.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif.

Dalam kegiatan di Parigi kali ini, panitia menyediakan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

- Advertisement -

TerIDEA

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui grup-grup Whatt'sApp, Kamis, (9/12). "Innalillahi wainna ...

Selain Sarang Narkoba, Apartemen Vida View Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

IDEAtimes.id, Makassar;- Meski ditengah pandemi Covid-19, praktek prostitusi tetap masih beroperasi. Namun, kali ini para pekerja prostitusi tersebut tidak menawarkan diri secara langsung melainkan melalui...

Mantum PB HMI “Mulyadi” dan Istri Dikabarkan Ada Didalam Pesawat Sriwijaya yang Hilang Kontak

IDEAtimes.id, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2016-2018 Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang di Pesawat...

Detik-detik Imam Masjid Dipukul OTK Saat Salat Subuh

IDEAtimes.id, PEKANBARU - Seorang pria diamuk massa saat masuk ke sebuah Masjid di Pekanbaru, Riau, Jumat, (7/5/2021) Subuh dini hari. Pria tersebut diamuk jamaah Masjid...
- Advertisement -

Populer

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Selain Disuruh Copot Kalung Antivirus, Mentan SYL Juga Diminta Tidak Mengurusi Urusan Kemenkes

IDEAtimes.id, Jakarta;- Kementerian Pertanian menggelar Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa, 7/7/2020. Namun, dalam rapat yang dihadiri oleh Menteri...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui...

IDEAtimes.id, PARIGI – Ujaran kebencian kerap ditemukan di dunia maya. Ujaran kebencian (hate speech) merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang berupa hinaan, provokasi, maupun perkataan buruk.

Banyak masyarakat atau pengguna internet terpengaruh dan terpancing untuk melakukan hate speech dan komentar negatif. Untuk itu, Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” mengadakan webinar  dengan tema “Jangan Asal Komentar, Kikis Ujaran Kebencian” di Parigi, Sulawesi Tengah (20/9).

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Adapun kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Kegiatan kali ini dimoderatori oleh Erna Virnia dan menghadirkan empat narasumber, yaitu pegiat literasi jurnalistik, Fauzi Lamboka; pemengaruh (influencer), Hafiid Pratama; penulis, Kartini Nainggolan; dan dosen Universitas Tadulako, Hajra Rasmita Ngemba.

Pada kegiatan kali ini diikuti oleh 843 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Selanjutnya, narasumber Fauzi Lamboka membuka sesi materi dengan membawakan tema “Internet Positif, Aman, dan Kreatif”.

Menurut Fauzi, kecanggihan internet harus dimanfaatkan warganet, misalnya untuk mendapatkan informasi, ilmu pengetahuan, serta menjalin pertemanan di jejaring sosial.

Selain itu, internet juga dapat berguna kegiatan ekonomi dan bisnis, membantu dunia pendidikan, mendukung kegiatan pemerintahan, dan sarana hiburan. “Mem-posting sesuatu saat emosi atau membagikan foto yang tidak pantas dapat menghancurkan masa depan diri sendiri,” ujarnya.

Berikutnya, Hafiid Pratama menyampaikan paparan berjudul “Konten Digital, Apa yang Boleh dan Apa yang Tidak Boleh”.

Ia mengatakan, pelanggaran etika dan hukum yang kerap terjadi pada warganet asal Indonesia, antara lain menyebarkan berita bohong, kasus perundungan, serta penipuan daring.

Selain itu, dampak negatif dominasi internet dalam kehidupan manusia membuat banyak orang kurang peduli dengan lingkungan sekitar. “Di internet diberikan kebebasan berekspresi, namun, kebebasan tersebut dibatasi kebebasan orang lain,” jelas dia.

Pemateri ketiga, Kartini Nainggolan, memaparkan materi bertema “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”.

Menurut dia, perkembangan bahasa di media sosial saat ini sangat rentan terjadi multitafsir, sehingga warganet harus cermat dalam memilih kata yang tepat untuk menghindari jeratan hukum akibat salah penafsiran.

“Sekarang juga sudah muncul istilah-istilah baru yang konotasinya negatif, tetapi cenderung disukai generasi millenial,” terangnya.

Hajra Rasmita, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”.

Ia mengatakan, jejak digital akan membekas pada perangkat pengguna sekaligus tersimpan di data perusahaan internet.

Jejak digital tersebut mampu mendeskripsikan siapa seseorang, dipergunakan perusahaan internet untuk kepentingan iklan, bahkan perekrutan karyawan juga mempertimbangkan rekam jejak digital seseorang.

“Sekali masuk di internet, jejak digital mudah tersebar dan sulit dihilangkan,” imbuh dia.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, Erna Virnia sebagai moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta.

Salah seorang peserta, Jagat Anugrah, bertanya tentang kebocoran data dari perusahaan-perusahaan penyedia layanan internet, dan bagaimana mengantisipasinya.

Menanggapi hal tersebut, Hajra Rasmita mengatakan bahwa setiap perusahaan memiliki prosedur keamanan data dengan konsekuensi hukum yang berlaku, namun, yang paling penting adalah literasi digital warganet terkait keamanan data pribadi dan jangan mudah menyebarkannya di internet.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif.

Dalam kegiatan di Parigi kali ini, panitia menyediakan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

- Advertisement -
- Advertisement -

iDEA TV

VIDEO : Jalan Kaki, Bupati Luwu Ajak Pelajar SMA Ini Naik di Mobil Dinasnya

IDEAtimes.id, LUWU - Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Basmin Mattayang mengajak seorang pelajar SMA negeri 2 Walenrang naik ke mobil...

PT Vale Indonesia Hentikan Operasi, Luwu Timur Terancam Kehilangan APBD Rp 200 Miliar

IDEAtimes.id, Makassar;- Perusahaan yang bergerak di Pertambangan yakni PT Vale Indonesia menghentikan Operasinya. Hal ini dilakukan akibat adanya wabah virus covid-19 yang dianggap mengancam seluruh...

Selaian THM dan Tempat SPA, Ini Jenis Usaha yang Akan Ditutup Oleh Pemkot Makassar

IDEAtimes.id, Makassar;- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sejumlah tpat usaha. Melalui surat Nomor : 8852/S.EDAR/045.1/DISPAR/VIII/2020 tentang Penutupan Kegiatan Operasional...

Warkop WTL di Luwu Gratiskan Tempat dan Kopi Setiap Jumat untuk Diskusi

IDEAtimes.id, Luwu;- Saat ini, warung kopi (warkop) menjadi salah satu tempat bersantai yang digemari dari berbagai kalangan. Sehingga, warung kopi sering kali dijadikan sebagai tempat...

Unjuk Rasa Pekerja Seni dan Hiburan Malam di Makassar, Minta THM Kembali Dibuka

IDEAtimes.id, Makassar;- Ratusan Pekerja seni dan hiburan malam se-Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis, 13/8/2020. Demonstrasi ini...
- Advertisement -

Wajib Baca

Sempat Gol Bunuh Diri, Ibrahimovic Antar Milan Menang 4-2 Atas Bologna

IDEAtimes.id, FOOTBALL - AC Milan berhasil menang 4-2 atas Bologna dengan penuh drama. Bermain di Stadion Renato Dall'ara, Minggu, (24/10/2021)...

SMA 6 Makassar Angkatan 2002 Gelar Silaturahmi di Rujab Ketua DPRD Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Makassar angkatan 2002 menggelar reuni dan silaturahmi di Rumah Jabatan...

Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Buka Bakti Sosial DIKA

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel Naoemi Octarina hadiri Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh Departemen...

IDEAtimes.id, PARIGI – Ujaran kebencian kerap ditemukan di dunia maya. Ujaran kebencian (hate speech) merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang berupa hinaan, provokasi, maupun perkataan buruk.

Banyak masyarakat atau pengguna internet terpengaruh dan terpancing untuk melakukan hate speech dan komentar negatif. Untuk itu, Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” mengadakan webinar  dengan tema “Jangan Asal Komentar, Kikis Ujaran Kebencian” di Parigi, Sulawesi Tengah (20/9).

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Adapun kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Kegiatan kali ini dimoderatori oleh Erna Virnia dan menghadirkan empat narasumber, yaitu pegiat literasi jurnalistik, Fauzi Lamboka; pemengaruh (influencer), Hafiid Pratama; penulis, Kartini Nainggolan; dan dosen Universitas Tadulako, Hajra Rasmita Ngemba.

Pada kegiatan kali ini diikuti oleh 843 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Selanjutnya, narasumber Fauzi Lamboka membuka sesi materi dengan membawakan tema “Internet Positif, Aman, dan Kreatif”.

Menurut Fauzi, kecanggihan internet harus dimanfaatkan warganet, misalnya untuk mendapatkan informasi, ilmu pengetahuan, serta menjalin pertemanan di jejaring sosial.

Selain itu, internet juga dapat berguna kegiatan ekonomi dan bisnis, membantu dunia pendidikan, mendukung kegiatan pemerintahan, dan sarana hiburan. “Mem-posting sesuatu saat emosi atau membagikan foto yang tidak pantas dapat menghancurkan masa depan diri sendiri,” ujarnya.

Berikutnya, Hafiid Pratama menyampaikan paparan berjudul “Konten Digital, Apa yang Boleh dan Apa yang Tidak Boleh”.

Ia mengatakan, pelanggaran etika dan hukum yang kerap terjadi pada warganet asal Indonesia, antara lain menyebarkan berita bohong, kasus perundungan, serta penipuan daring.

Selain itu, dampak negatif dominasi internet dalam kehidupan manusia membuat banyak orang kurang peduli dengan lingkungan sekitar. “Di internet diberikan kebebasan berekspresi, namun, kebebasan tersebut dibatasi kebebasan orang lain,” jelas dia.

Pemateri ketiga, Kartini Nainggolan, memaparkan materi bertema “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”.

Menurut dia, perkembangan bahasa di media sosial saat ini sangat rentan terjadi multitafsir, sehingga warganet harus cermat dalam memilih kata yang tepat untuk menghindari jeratan hukum akibat salah penafsiran.

“Sekarang juga sudah muncul istilah-istilah baru yang konotasinya negatif, tetapi cenderung disukai generasi millenial,” terangnya.

Hajra Rasmita, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”.

Ia mengatakan, jejak digital akan membekas pada perangkat pengguna sekaligus tersimpan di data perusahaan internet.

Jejak digital tersebut mampu mendeskripsikan siapa seseorang, dipergunakan perusahaan internet untuk kepentingan iklan, bahkan perekrutan karyawan juga mempertimbangkan rekam jejak digital seseorang.

“Sekali masuk di internet, jejak digital mudah tersebar dan sulit dihilangkan,” imbuh dia.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, Erna Virnia sebagai moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta.

Salah seorang peserta, Jagat Anugrah, bertanya tentang kebocoran data dari perusahaan-perusahaan penyedia layanan internet, dan bagaimana mengantisipasinya.

Menanggapi hal tersebut, Hajra Rasmita mengatakan bahwa setiap perusahaan memiliki prosedur keamanan data dengan konsekuensi hukum yang berlaku, namun, yang paling penting adalah literasi digital warganet terkait keamanan data pribadi dan jangan mudah menyebarkannya di internet.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif.

Dalam kegiatan di Parigi kali ini, panitia menyediakan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Nasional

Ini Harapan Presiden Jokowi di Hari Santri Nasional 2021

IDEAtimes.id, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan pesantren dan para santri dapat semakin berperan dalam kemajuan ekonomi...

Nurdin Abdullah Tiga Kali Terima Uang, Total Rp 5,4 Miliar

IDEAtimes.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek. Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp....

Breaking News : Gubernur Sulsel Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

IDEAtimes.i,d, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan 3 tersangka kasus OTT di Sulsel, Sabtu, (27/2/2021) kemarin. Penetapan ini dilakukan usai melakukan penyidikan Sabtu,...

Menkumham : SK Versi Fajriansyah Sudah Diblokir, Kalau Ada yang Gunakan Laporkan

IDEAtimes.id, JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menemui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Rabu, (11/11/2020). Dalam pertemuan ini, KNPI dan Menkumham membahas...

Kapolri Perintahkan Seluruh Anggota Polisi Lakukan Tes Urine

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) segera melakukan tes urine kepada seluruh anggota polisi. Hal itu berkaitan dengan pasca...
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -