31 C
Indonesia
Minggu, Oktober 24, 2021

Berbahasa yang Baik di Internet Agar Berkembang Menjadi Bahasa Internasional

Wajib Baca

Liga Champions : Munchen dan Chelsea Pesta Gol, Ronaldo Selamatkan MU dari Kekalahan

IDEAtimes.id, FOOTBALL - Liga Champions Matchday ketiga yang berlangsung Kamis,(21/10/2021) dini hari mempertemukan sejumlah tim papan atas. Diantaranya ialah Manchester...

Viral, Kuburan Transparan, Mayat Terlihat Jelas

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Sebuah video viral di aplikasi tiktok memperlihatkan kuburan transparan. Dari pantauan ideatimes, Rabu, (20/10), kuburan tersebut berbeda...

Kabupaten Bone Terpilih Sebagai Tuan Rumah Musda Badko HMI Sulselbar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi-Selatan dan Barat akan menggelar Musyawarah Daerah ke-VI (Musda). Musda...

IDEAtimes.id, JENEPONTO – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 September 2021 di Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.

Webinar yang dipandu oleh Debi Glen Firmansyah sebagai moderator ini dihadiri oleh 663 peserta dengan menghadirkan empat orang narasumber, yaitu Guru Besar Tetap Universitas Halu Oleo Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, Prof Aris Badara; Direktur LBH Pers Manado, Ferley Kaparang; pemengaruh, Lois Merry Tangel; serta Presidium Hoax Crisis Center Borneo, Reinardo Sinaga. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Aris Badara sebagai pemateri pertama tampil membawakan tema “Digital Skill & Digital Online”.

Menurut Aris, digitalisasi menimbulkan variasi baru dalam bahasa, mulai dari bentuk zeroisasi, penambahan grafi, akronim, hingga penyingkatan reduplikasi yang bentuk dan polanya tidak dikenal dalam sistem Bahasa Indonesia. Akibatnya, hal tersebut dapat mengancam perkembangan kosa kata dan etika berbahasa.

“Digitalisasi harusnya memberi dampak positif untuk membawa Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, tetapi kita harus bersatu dalam penggunaan bahasa secara baik,” katanya.

Selanjutnya, Ferley Kaparang menyampaikan paparan berjudul “Hate Speech, Identifikasi Konten dan Regulasi yang Berlaku”.

Ia mengatakan, ujaran kebencian merupakan ucapan atau tulisan untuk tujuan menyebarkan dan menyulut kebencian sebuah kelompok kepada kelompok lain yang berbeda ras, agama, keyakinan, gender, kecacatan, atau orientasi seksual. Ujaran ini dapat berupa provokasi, hasutan, ataupun hinaan. “Hati-hati dengan judul konten berita yang provokatif,” pesannya.

Pemateri ketiga, Lois Merry Tangel, mengusung materi bertema “Memahami Batasan Kebebasan Berekspresi”.

Menurut dia, pandemi membuat masyarakat lebih sering menyisihkan waktu untuk beraktivitas di dunia maya. Namun, kita perlu mewaspadai konten dan informasi negatif seperti ujaran kebencian, hoaks, akun-akun palsu, atau hal-hal yang memicu perpecahan lainnya.

“Kesalahan yang dilakukan terus menerus akhirnya menjadi  sebuah kebenaran. Bukan tidak mungkin nantinya hoaks atau komentar negatif dianggap sebagai hal yang wajar,” tuturnya.

Adapun Reinardo Sinaga, sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Keamanan dan Kebersihan Digital”. Ia mengatakan, pembajakan surel dan akun media sosial kerap terjadi di dunia maya. Untuk menghindarinya: aktifkan verifikasi dua langkah, perkuat kata sandi, serta kurangi risiko jejak digital.

“Keamanan digital bukan soal perangkat, tetapi tentang memahami ancaman yang dihadapi dan cara menghadapinya,” jelas dia.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memenangkan hadiah dari panitia berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Grata Manatap Sinaga, bertanya tentang fenomena banyaknya anak-anak dan remaja yang berbahasa kurang baik di media sosial.

Aris Badara mengatakan bahwa orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anaknya. Sehingga, perlu bekal bagi orangtua dengan memperkuat literasi cara mendidik di era digital, berkomunikasi, dan berbahasa yang baik.

“Selain itu, guru dan pihak sekolah juga harus turut serta membimbing anak agar bisa beretika dan berbahasa secara baik,” pesannya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

- Advertisement -

TerIDEA

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui grup-grup Whatt'sApp, Kamis, (9/12). "Innalillahi wainna ...

Selain Sarang Narkoba, Apartemen Vida View Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

IDEAtimes.id, Makassar;- Meski ditengah pandemi Covid-19, praktek prostitusi tetap masih beroperasi. Namun, kali ini para pekerja prostitusi tersebut tidak menawarkan diri secara langsung melainkan melalui...

Mantum PB HMI “Mulyadi” dan Istri Dikabarkan Ada Didalam Pesawat Sriwijaya yang Hilang Kontak

IDEAtimes.id, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2016-2018 Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang di Pesawat...

Detik-detik Imam Masjid Dipukul OTK Saat Salat Subuh

IDEAtimes.id, PEKANBARU - Seorang pria diamuk massa saat masuk ke sebuah Masjid di Pekanbaru, Riau, Jumat, (7/5/2021) Subuh dini hari. Pria tersebut diamuk jamaah Masjid...
- Advertisement -

Populer

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Selain Disuruh Copot Kalung Antivirus, Mentan SYL Juga Diminta Tidak Mengurusi Urusan Kemenkes

IDEAtimes.id, Jakarta;- Kementerian Pertanian menggelar Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa, 7/7/2020. Namun, dalam rapat yang dihadiri oleh Menteri...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui...

IDEAtimes.id, JENEPONTO – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 September 2021 di Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.

Webinar yang dipandu oleh Debi Glen Firmansyah sebagai moderator ini dihadiri oleh 663 peserta dengan menghadirkan empat orang narasumber, yaitu Guru Besar Tetap Universitas Halu Oleo Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, Prof Aris Badara; Direktur LBH Pers Manado, Ferley Kaparang; pemengaruh, Lois Merry Tangel; serta Presidium Hoax Crisis Center Borneo, Reinardo Sinaga. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Aris Badara sebagai pemateri pertama tampil membawakan tema “Digital Skill & Digital Online”.

Menurut Aris, digitalisasi menimbulkan variasi baru dalam bahasa, mulai dari bentuk zeroisasi, penambahan grafi, akronim, hingga penyingkatan reduplikasi yang bentuk dan polanya tidak dikenal dalam sistem Bahasa Indonesia. Akibatnya, hal tersebut dapat mengancam perkembangan kosa kata dan etika berbahasa.

“Digitalisasi harusnya memberi dampak positif untuk membawa Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, tetapi kita harus bersatu dalam penggunaan bahasa secara baik,” katanya.

Selanjutnya, Ferley Kaparang menyampaikan paparan berjudul “Hate Speech, Identifikasi Konten dan Regulasi yang Berlaku”.

Ia mengatakan, ujaran kebencian merupakan ucapan atau tulisan untuk tujuan menyebarkan dan menyulut kebencian sebuah kelompok kepada kelompok lain yang berbeda ras, agama, keyakinan, gender, kecacatan, atau orientasi seksual. Ujaran ini dapat berupa provokasi, hasutan, ataupun hinaan. “Hati-hati dengan judul konten berita yang provokatif,” pesannya.

Pemateri ketiga, Lois Merry Tangel, mengusung materi bertema “Memahami Batasan Kebebasan Berekspresi”.

Menurut dia, pandemi membuat masyarakat lebih sering menyisihkan waktu untuk beraktivitas di dunia maya. Namun, kita perlu mewaspadai konten dan informasi negatif seperti ujaran kebencian, hoaks, akun-akun palsu, atau hal-hal yang memicu perpecahan lainnya.

“Kesalahan yang dilakukan terus menerus akhirnya menjadi  sebuah kebenaran. Bukan tidak mungkin nantinya hoaks atau komentar negatif dianggap sebagai hal yang wajar,” tuturnya.

Adapun Reinardo Sinaga, sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Keamanan dan Kebersihan Digital”. Ia mengatakan, pembajakan surel dan akun media sosial kerap terjadi di dunia maya. Untuk menghindarinya: aktifkan verifikasi dua langkah, perkuat kata sandi, serta kurangi risiko jejak digital.

“Keamanan digital bukan soal perangkat, tetapi tentang memahami ancaman yang dihadapi dan cara menghadapinya,” jelas dia.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memenangkan hadiah dari panitia berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Grata Manatap Sinaga, bertanya tentang fenomena banyaknya anak-anak dan remaja yang berbahasa kurang baik di media sosial.

Aris Badara mengatakan bahwa orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anaknya. Sehingga, perlu bekal bagi orangtua dengan memperkuat literasi cara mendidik di era digital, berkomunikasi, dan berbahasa yang baik.

“Selain itu, guru dan pihak sekolah juga harus turut serta membimbing anak agar bisa beretika dan berbahasa secara baik,” pesannya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

- Advertisement -
- Advertisement -

iDEA TV

VIDEO : Jalan Kaki, Bupati Luwu Ajak Pelajar SMA Ini Naik di Mobil Dinasnya

IDEAtimes.id, LUWU - Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Basmin Mattayang mengajak seorang pelajar SMA negeri 2 Walenrang naik ke mobil...

PT Vale Indonesia Hentikan Operasi, Luwu Timur Terancam Kehilangan APBD Rp 200 Miliar

IDEAtimes.id, Makassar;- Perusahaan yang bergerak di Pertambangan yakni PT Vale Indonesia menghentikan Operasinya. Hal ini dilakukan akibat adanya wabah virus covid-19 yang dianggap mengancam seluruh...

Selaian THM dan Tempat SPA, Ini Jenis Usaha yang Akan Ditutup Oleh Pemkot Makassar

IDEAtimes.id, Makassar;- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sejumlah tpat usaha. Melalui surat Nomor : 8852/S.EDAR/045.1/DISPAR/VIII/2020 tentang Penutupan Kegiatan Operasional...

Warkop WTL di Luwu Gratiskan Tempat dan Kopi Setiap Jumat untuk Diskusi

IDEAtimes.id, Luwu;- Saat ini, warung kopi (warkop) menjadi salah satu tempat bersantai yang digemari dari berbagai kalangan. Sehingga, warung kopi sering kali dijadikan sebagai tempat...

Unjuk Rasa Pekerja Seni dan Hiburan Malam di Makassar, Minta THM Kembali Dibuka

IDEAtimes.id, Makassar;- Ratusan Pekerja seni dan hiburan malam se-Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis, 13/8/2020. Demonstrasi ini...
- Advertisement -

Wajib Baca

Sempat Gol Bunuh Diri, Ibrahimovic Antar Milan Menang 4-2 Atas Bologna

IDEAtimes.id, FOOTBALL - AC Milan berhasil menang 4-2 atas Bologna dengan penuh drama. Bermain di Stadion Renato Dall'ara, Minggu, (24/10/2021)...

SMA 6 Makassar Angkatan 2002 Gelar Silaturahmi di Rujab Ketua DPRD Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Makassar angkatan 2002 menggelar reuni dan silaturahmi di Rumah Jabatan...

Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Buka Bakti Sosial DIKA

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel Naoemi Octarina hadiri Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh Departemen...

IDEAtimes.id, JENEPONTO – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 September 2021 di Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.

Webinar yang dipandu oleh Debi Glen Firmansyah sebagai moderator ini dihadiri oleh 663 peserta dengan menghadirkan empat orang narasumber, yaitu Guru Besar Tetap Universitas Halu Oleo Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, Prof Aris Badara; Direktur LBH Pers Manado, Ferley Kaparang; pemengaruh, Lois Merry Tangel; serta Presidium Hoax Crisis Center Borneo, Reinardo Sinaga. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Aris Badara sebagai pemateri pertama tampil membawakan tema “Digital Skill & Digital Online”.

Menurut Aris, digitalisasi menimbulkan variasi baru dalam bahasa, mulai dari bentuk zeroisasi, penambahan grafi, akronim, hingga penyingkatan reduplikasi yang bentuk dan polanya tidak dikenal dalam sistem Bahasa Indonesia. Akibatnya, hal tersebut dapat mengancam perkembangan kosa kata dan etika berbahasa.

“Digitalisasi harusnya memberi dampak positif untuk membawa Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, tetapi kita harus bersatu dalam penggunaan bahasa secara baik,” katanya.

Selanjutnya, Ferley Kaparang menyampaikan paparan berjudul “Hate Speech, Identifikasi Konten dan Regulasi yang Berlaku”.

Ia mengatakan, ujaran kebencian merupakan ucapan atau tulisan untuk tujuan menyebarkan dan menyulut kebencian sebuah kelompok kepada kelompok lain yang berbeda ras, agama, keyakinan, gender, kecacatan, atau orientasi seksual. Ujaran ini dapat berupa provokasi, hasutan, ataupun hinaan. “Hati-hati dengan judul konten berita yang provokatif,” pesannya.

Pemateri ketiga, Lois Merry Tangel, mengusung materi bertema “Memahami Batasan Kebebasan Berekspresi”.

Menurut dia, pandemi membuat masyarakat lebih sering menyisihkan waktu untuk beraktivitas di dunia maya. Namun, kita perlu mewaspadai konten dan informasi negatif seperti ujaran kebencian, hoaks, akun-akun palsu, atau hal-hal yang memicu perpecahan lainnya.

“Kesalahan yang dilakukan terus menerus akhirnya menjadi  sebuah kebenaran. Bukan tidak mungkin nantinya hoaks atau komentar negatif dianggap sebagai hal yang wajar,” tuturnya.

Adapun Reinardo Sinaga, sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Keamanan dan Kebersihan Digital”. Ia mengatakan, pembajakan surel dan akun media sosial kerap terjadi di dunia maya. Untuk menghindarinya: aktifkan verifikasi dua langkah, perkuat kata sandi, serta kurangi risiko jejak digital.

“Keamanan digital bukan soal perangkat, tetapi tentang memahami ancaman yang dihadapi dan cara menghadapinya,” jelas dia.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memenangkan hadiah dari panitia berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Grata Manatap Sinaga, bertanya tentang fenomena banyaknya anak-anak dan remaja yang berbahasa kurang baik di media sosial.

Aris Badara mengatakan bahwa orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anaknya. Sehingga, perlu bekal bagi orangtua dengan memperkuat literasi cara mendidik di era digital, berkomunikasi, dan berbahasa yang baik.

“Selain itu, guru dan pihak sekolah juga harus turut serta membimbing anak agar bisa beretika dan berbahasa secara baik,” pesannya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Nasional

Ini Harapan Presiden Jokowi di Hari Santri Nasional 2021

IDEAtimes.id, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan pesantren dan para santri dapat semakin berperan dalam kemajuan ekonomi...

Nurdin Abdullah Tiga Kali Terima Uang, Total Rp 5,4 Miliar

IDEAtimes.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek. Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp....

Breaking News : Gubernur Sulsel Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

IDEAtimes.i,d, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan 3 tersangka kasus OTT di Sulsel, Sabtu, (27/2/2021) kemarin. Penetapan ini dilakukan usai melakukan penyidikan Sabtu,...

Menkumham : SK Versi Fajriansyah Sudah Diblokir, Kalau Ada yang Gunakan Laporkan

IDEAtimes.id, JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menemui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Rabu, (11/11/2020). Dalam pertemuan ini, KNPI dan Menkumham membahas...

Kapolri Perintahkan Seluruh Anggota Polisi Lakukan Tes Urine

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) segera melakukan tes urine kepada seluruh anggota polisi. Hal itu berkaitan dengan pasca...
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -