31 C
Indonesia
Minggu, Oktober 24, 2021

Dituding Merekayasa OTT Timses Bagi Uang, Arum Spink: Itu Fitnah Keji

Wajib Baca

Mobile Vaccinator Sasar 1.150 Pelajar di Maros Sulsel

IDEAtimes.id, MAROS - Mobile Vaccinator terus bergerak melakukan vaksinasi Covid-19. Hal ini sebagai upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong...

Muji Clinic Grand Opening Langsung Promo Oktober

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Layanan kesehatan bagi warga Kota Makassar kembali bertambah. Salah satu klinik kesehatan, Muji Clinic Dermatovenereologist, yang berlokasi...

Mahasiswa Pertanyakan Pembongkaran Sekretariat UKM di Kampus UMI Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Katanya! Universitas Muslim Indonesia (UMI) adalah perguruan tinggi berkinerja terbaik pada tahun 2021 lingkup Lembaga Layanan...

IDEAtimes.id, BULUKUMBA – Insiden tim sukses yang diduga akan membagikan uang bagi para pemilih berbuntut panjang. Kejadian itu dinilai merupakan rekayasa yang dilakukan oleh pihak yang terganggu dengan pergerakan pasangan calon Muchtar Ali Yusuf – Edy Manaf.

Menanggapi isu tersebut, Juru Bicara H Askar – Arum Spink (Askar – Pipink), Shofiana Syam memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

“Pertama, kami tegaskan peristiwa itu terjadi di Desa Balibo kecamatan Kindang. Desa ini merupakan tempat kelahiran dan tempat tinggal H Askar. Jadi, jika ada yang mengatakan kami mengerahkan massa, itu salah. Murni gerakan spontanitas keluarga besar H Askar.”kata Shofiana melalui siaran pers, Selasa (01/12/2020).

Shofiana melanjutkan bahwa kejadian ini merupakan puncak dari kewaspadaan tim Askar-Pipink terhadap gempuran politik uang.

“Tiga hari sebelumnya, tim kami sudah berjaga-jaga karena memperoleh informasi terkait adanya tim paslon yang akan membagi uang. Puncaknya, malam itu, tim kami memergoki empat kordus yang berkumpul di satu rumah. Tiga melarikan diri. Jadi yang tertahan itu, belum sempat melarikan diri.”bebernya lagi.

Terkait kehadiran H Askar di tempat itu, Shofiana menjelaskan bahwa H Askar melayat keluarganya yang meninggal.

“Kami tegaskan, H Askar kebetulan melayat di kampungnya. Malah, andai beliau bersama rombongan tidak ada saat kejadian, masyarakat setempat hampir saja main hakim sendiri. Jadi kehadiran tim kami justru menenangkan masyarakat. Itupun masyarakat setempat masih ada yang sempat memukul.”ungkapnya.

Perihal brosur dan stiker paslon Utta-Edy yang dituding disediakan oleh timnya, Shofiana membantah dengan keras.

“Kami tidak sepicik itu. Jadi barang itu sudah ada dalam rumah yang merupakan titik kumpul kordinator dusun dari tim nomor empat. Pemilik rumah pun mengakui itu. Brosur, stiker dan amplop itu akan dibagikan ke para kordus.”jelasnya.

Shofiana yang akrab disapa Bu Dosen melanjutkan bahwa andai ini rekayasa dari pihaknya, maka tak mungkin timnya mengawal terduga pelaku menuju Bawaslu untuk menjalani proses hukum.

Olehnya, Askar-Pipink meminta semua pihak untuk menahan diri dari praduga.

“Mohon semua pihak menghormati proses yang berlangsung di Bawaslu. Jangan ada praduga yang bisa membuat situasi lebih runyam. Isu yang beredar kami nyatakan fitnah,”tutupnya. (*)

- Advertisement -

TerIDEA

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui grup-grup Whatt'sApp, Kamis, (9/12). "Innalillahi wainna ...

Selain Sarang Narkoba, Apartemen Vida View Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

IDEAtimes.id, Makassar;- Meski ditengah pandemi Covid-19, praktek prostitusi tetap masih beroperasi. Namun, kali ini para pekerja prostitusi tersebut tidak menawarkan diri secara langsung melainkan melalui...

Mantum PB HMI “Mulyadi” dan Istri Dikabarkan Ada Didalam Pesawat Sriwijaya yang Hilang Kontak

IDEAtimes.id, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2016-2018 Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang di Pesawat...

Detik-detik Imam Masjid Dipukul OTK Saat Salat Subuh

IDEAtimes.id, PEKANBARU - Seorang pria diamuk massa saat masuk ke sebuah Masjid di Pekanbaru, Riau, Jumat, (7/5/2021) Subuh dini hari. Pria tersebut diamuk jamaah Masjid...
- Advertisement -

Populer

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Selain Disuruh Copot Kalung Antivirus, Mentan SYL Juga Diminta Tidak Mengurusi Urusan Kemenkes

IDEAtimes.id, Jakarta;- Kementerian Pertanian menggelar Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa, 7/7/2020. Namun, dalam rapat yang dihadiri oleh Menteri...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui...

IDEAtimes.id, BULUKUMBA – Insiden tim sukses yang diduga akan membagikan uang bagi para pemilih berbuntut panjang. Kejadian itu dinilai merupakan rekayasa yang dilakukan oleh pihak yang terganggu dengan pergerakan pasangan calon Muchtar Ali Yusuf – Edy Manaf.

Menanggapi isu tersebut, Juru Bicara H Askar – Arum Spink (Askar – Pipink), Shofiana Syam memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

“Pertama, kami tegaskan peristiwa itu terjadi di Desa Balibo kecamatan Kindang. Desa ini merupakan tempat kelahiran dan tempat tinggal H Askar. Jadi, jika ada yang mengatakan kami mengerahkan massa, itu salah. Murni gerakan spontanitas keluarga besar H Askar.”kata Shofiana melalui siaran pers, Selasa (01/12/2020).

Shofiana melanjutkan bahwa kejadian ini merupakan puncak dari kewaspadaan tim Askar-Pipink terhadap gempuran politik uang.

“Tiga hari sebelumnya, tim kami sudah berjaga-jaga karena memperoleh informasi terkait adanya tim paslon yang akan membagi uang. Puncaknya, malam itu, tim kami memergoki empat kordus yang berkumpul di satu rumah. Tiga melarikan diri. Jadi yang tertahan itu, belum sempat melarikan diri.”bebernya lagi.

Terkait kehadiran H Askar di tempat itu, Shofiana menjelaskan bahwa H Askar melayat keluarganya yang meninggal.

“Kami tegaskan, H Askar kebetulan melayat di kampungnya. Malah, andai beliau bersama rombongan tidak ada saat kejadian, masyarakat setempat hampir saja main hakim sendiri. Jadi kehadiran tim kami justru menenangkan masyarakat. Itupun masyarakat setempat masih ada yang sempat memukul.”ungkapnya.

Perihal brosur dan stiker paslon Utta-Edy yang dituding disediakan oleh timnya, Shofiana membantah dengan keras.

“Kami tidak sepicik itu. Jadi barang itu sudah ada dalam rumah yang merupakan titik kumpul kordinator dusun dari tim nomor empat. Pemilik rumah pun mengakui itu. Brosur, stiker dan amplop itu akan dibagikan ke para kordus.”jelasnya.

Shofiana yang akrab disapa Bu Dosen melanjutkan bahwa andai ini rekayasa dari pihaknya, maka tak mungkin timnya mengawal terduga pelaku menuju Bawaslu untuk menjalani proses hukum.

Olehnya, Askar-Pipink meminta semua pihak untuk menahan diri dari praduga.

“Mohon semua pihak menghormati proses yang berlangsung di Bawaslu. Jangan ada praduga yang bisa membuat situasi lebih runyam. Isu yang beredar kami nyatakan fitnah,”tutupnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

iDEA TV

VIDEO : Jalan Kaki, Bupati Luwu Ajak Pelajar SMA Ini Naik di Mobil Dinasnya

IDEAtimes.id, LUWU - Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Basmin Mattayang mengajak seorang pelajar SMA negeri 2 Walenrang naik ke mobil...

PT Vale Indonesia Hentikan Operasi, Luwu Timur Terancam Kehilangan APBD Rp 200 Miliar

IDEAtimes.id, Makassar;- Perusahaan yang bergerak di Pertambangan yakni PT Vale Indonesia menghentikan Operasinya. Hal ini dilakukan akibat adanya wabah virus covid-19 yang dianggap mengancam seluruh...

Selaian THM dan Tempat SPA, Ini Jenis Usaha yang Akan Ditutup Oleh Pemkot Makassar

IDEAtimes.id, Makassar;- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sejumlah tpat usaha. Melalui surat Nomor : 8852/S.EDAR/045.1/DISPAR/VIII/2020 tentang Penutupan Kegiatan Operasional...

Warkop WTL di Luwu Gratiskan Tempat dan Kopi Setiap Jumat untuk Diskusi

IDEAtimes.id, Luwu;- Saat ini, warung kopi (warkop) menjadi salah satu tempat bersantai yang digemari dari berbagai kalangan. Sehingga, warung kopi sering kali dijadikan sebagai tempat...

Unjuk Rasa Pekerja Seni dan Hiburan Malam di Makassar, Minta THM Kembali Dibuka

IDEAtimes.id, Makassar;- Ratusan Pekerja seni dan hiburan malam se-Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis, 13/8/2020. Demonstrasi ini...
- Advertisement -

Wajib Baca

Sempat Gol Bunuh Diri, Ibrahimovic Antar Milan Menang 4-2 Atas Bologna

IDEAtimes.id, FOOTBALL - AC Milan berhasil menang 4-2 atas Bologna dengan penuh drama. Bermain di Stadion Renato Dall'ara, Minggu, (24/10/2021)...

SMA 6 Makassar Angkatan 2002 Gelar Silaturahmi di Rujab Ketua DPRD Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Makassar angkatan 2002 menggelar reuni dan silaturahmi di Rumah Jabatan...

Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Buka Bakti Sosial DIKA

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel Naoemi Octarina hadiri Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh Departemen...

IDEAtimes.id, BULUKUMBA – Insiden tim sukses yang diduga akan membagikan uang bagi para pemilih berbuntut panjang. Kejadian itu dinilai merupakan rekayasa yang dilakukan oleh pihak yang terganggu dengan pergerakan pasangan calon Muchtar Ali Yusuf – Edy Manaf.

Menanggapi isu tersebut, Juru Bicara H Askar – Arum Spink (Askar – Pipink), Shofiana Syam memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

“Pertama, kami tegaskan peristiwa itu terjadi di Desa Balibo kecamatan Kindang. Desa ini merupakan tempat kelahiran dan tempat tinggal H Askar. Jadi, jika ada yang mengatakan kami mengerahkan massa, itu salah. Murni gerakan spontanitas keluarga besar H Askar.”kata Shofiana melalui siaran pers, Selasa (01/12/2020).

Shofiana melanjutkan bahwa kejadian ini merupakan puncak dari kewaspadaan tim Askar-Pipink terhadap gempuran politik uang.

“Tiga hari sebelumnya, tim kami sudah berjaga-jaga karena memperoleh informasi terkait adanya tim paslon yang akan membagi uang. Puncaknya, malam itu, tim kami memergoki empat kordus yang berkumpul di satu rumah. Tiga melarikan diri. Jadi yang tertahan itu, belum sempat melarikan diri.”bebernya lagi.

Terkait kehadiran H Askar di tempat itu, Shofiana menjelaskan bahwa H Askar melayat keluarganya yang meninggal.

“Kami tegaskan, H Askar kebetulan melayat di kampungnya. Malah, andai beliau bersama rombongan tidak ada saat kejadian, masyarakat setempat hampir saja main hakim sendiri. Jadi kehadiran tim kami justru menenangkan masyarakat. Itupun masyarakat setempat masih ada yang sempat memukul.”ungkapnya.

Perihal brosur dan stiker paslon Utta-Edy yang dituding disediakan oleh timnya, Shofiana membantah dengan keras.

“Kami tidak sepicik itu. Jadi barang itu sudah ada dalam rumah yang merupakan titik kumpul kordinator dusun dari tim nomor empat. Pemilik rumah pun mengakui itu. Brosur, stiker dan amplop itu akan dibagikan ke para kordus.”jelasnya.

Shofiana yang akrab disapa Bu Dosen melanjutkan bahwa andai ini rekayasa dari pihaknya, maka tak mungkin timnya mengawal terduga pelaku menuju Bawaslu untuk menjalani proses hukum.

Olehnya, Askar-Pipink meminta semua pihak untuk menahan diri dari praduga.

“Mohon semua pihak menghormati proses yang berlangsung di Bawaslu. Jangan ada praduga yang bisa membuat situasi lebih runyam. Isu yang beredar kami nyatakan fitnah,”tutupnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Nasional

Ini Harapan Presiden Jokowi di Hari Santri Nasional 2021

IDEAtimes.id, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan pesantren dan para santri dapat semakin berperan dalam kemajuan ekonomi...

Nurdin Abdullah Tiga Kali Terima Uang, Total Rp 5,4 Miliar

IDEAtimes.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek. Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp....

Breaking News : Gubernur Sulsel Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

IDEAtimes.i,d, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan 3 tersangka kasus OTT di Sulsel, Sabtu, (27/2/2021) kemarin. Penetapan ini dilakukan usai melakukan penyidikan Sabtu,...

Menkumham : SK Versi Fajriansyah Sudah Diblokir, Kalau Ada yang Gunakan Laporkan

IDEAtimes.id, JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menemui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Rabu, (11/11/2020). Dalam pertemuan ini, KNPI dan Menkumham membahas...

Kapolri Perintahkan Seluruh Anggota Polisi Lakukan Tes Urine

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) segera melakukan tes urine kepada seluruh anggota polisi. Hal itu berkaitan dengan pasca...
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -