31 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021

IMDI Makassar Sebut KLB Sumut Forum Abal-abal

Wajib Baca

Makassar Zona Kuning, Ketua KNPI Makassar : Tetap Laksanakan Prokes

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPD KNPI Makassar Hasrul Kaharuddin mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar yang sukses menurunkan kasus penyebaran COVID-19...

Atlet Paralimpiade Indonesia Peraih Medali dapat Bonus Hingga Miliaran

IDEAtimes.id, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kontingen Indonesia yang telah berjuang di Paralimpiade Tokyo 2020, sekaligus...

Tahap Dua On Progres 85 Persen, Bendung Lalengrie di Bone Aliri 700 Hektar

IDEAtimes.id, BONE - Pembangunan Bendung Lalengrie tahap II kini telah memasuki progres tahap pemgerjaan 85 persen. Bendung yang berada di Desa...

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Kongres Luar Biasa (KLB) yang diklaim Partai Demokrat telah terlaksana, Jumat, (5/3/2021) kemarin di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam KLB itu, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko didaulat sebagai ketua umum Partai Demokrat versi KLB.

Meski demikian, KLB tersebut disebut sebagai KLB ilegal atau abal-abal karena tidak dihadiri pemilik suara sah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) Kota Makassar Wahyuddin.

Wahyuddin mengatakan, KLB yang dilaksanakan oleh Gerakan Pengambilan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) adalah abal-abal.

“Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang di laksanakan Kelompok Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat ( GPK-PD ) di Deli Serdang Sumatra Utara adalah forum abal-abal dan sangat jauh melenceng dari kaidah forum musyawarah tertinggi sebuah organisasi.” ungkap Wahyuddin saat dihubungi, Sabtu, (6/3/2021).

Dari kepesertaan yang hadir, kata dia, KLB yang diselenggarakan tidak memenuhi syarat berdasarkan AD/ART Partai Demokrat yang di sahkan oleh kementerian Hukum dan Ham RI yaitu di hadiri 3/4 Ketua Dewan Pimpinan Daerah tingkat provinsi dan lebih dari 50 persen ketua Dewan Pimpinan Cabang tingkat kabupaten/Kota serta di setujui oleh majelis tinggi Partai.

“Para pimpinan sidang adalah mereka yang telah di pecat secara tidak terhormat oleh Partai Demokrat. Sementara pada tehnis pelaksanaan yang disiarkan secara langsung oleh salah satu media nasional secara daring, sangat terlihat pelaksanaan KLB sangat amatir.” tegas dia.

“Lain yang bacakan rancangan putusan lain pula yang ketuk palu sidangnya. Pada susunan acara, Agenda langsung masuk pada tahapan pemilihan ketua umum.” jelas dia.

Bahkan Egel sapaannya menganggap KLB di Sumut adalah kejadian lucu yang pernah terjadi di agenda-agenda persidangan organisasi.

“Lucunya lagi, Ketua Umum yang terpilih sedang tidak berada di tempat acara dan baru di beritahukan keterpilihannya via telpon oleh pimpinan sidang. Sepertinya mereka yang bersidang belum mendapatkan materi metode persidangan pada pengkaderan tingkat sekolah yang di selenggarakan oleh OSIS.” urainya.

“Jauh lebih konstitusional musyawarah program studi dibanding KLB Abal Abal tersebut. olehnya itu, tidak ada alasan bagi Kementerian Hukum dan Ham untuk melegalkan kepengurusan Partai Demokrat yang lahir dari forum ilegal.” tutupnya.(*)

- Advertisement -

TerIDEA

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui grup-grup Whatt'sApp, Kamis, (9/12). "Innalillahi wainna ...

Selain Sarang Narkoba, Apartemen Vida View Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

IDEAtimes.id, Makassar;- Meski ditengah pandemi Covid-19, praktek prostitusi tetap masih beroperasi. Namun, kali ini para pekerja prostitusi tersebut tidak menawarkan diri secara langsung melainkan melalui...

Mantum PB HMI “Mulyadi” dan Istri Dikabarkan Ada Didalam Pesawat Sriwijaya yang Hilang Kontak

IDEAtimes.id, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2016-2018 Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang di Pesawat...

Detik-detik Imam Masjid Dipukul OTK Saat Salat Subuh

IDEAtimes.id, PEKANBARU - Seorang pria diamuk massa saat masuk ke sebuah Masjid di Pekanbaru, Riau, Jumat, (7/5/2021) Subuh dini hari. Pria tersebut diamuk jamaah Masjid...
- Advertisement -

Populer

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Selain Disuruh Copot Kalung Antivirus, Mentan SYL Juga Diminta Tidak Mengurusi Urusan Kemenkes

IDEAtimes.id, Jakarta;- Kementerian Pertanian menggelar Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa, 7/7/2020. Namun, dalam rapat yang dihadiri oleh Menteri...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui...

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Kongres Luar Biasa (KLB) yang diklaim Partai Demokrat telah terlaksana, Jumat, (5/3/2021) kemarin di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam KLB itu, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko didaulat sebagai ketua umum Partai Demokrat versi KLB.

Meski demikian, KLB tersebut disebut sebagai KLB ilegal atau abal-abal karena tidak dihadiri pemilik suara sah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) Kota Makassar Wahyuddin.

Wahyuddin mengatakan, KLB yang dilaksanakan oleh Gerakan Pengambilan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) adalah abal-abal.

“Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang di laksanakan Kelompok Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat ( GPK-PD ) di Deli Serdang Sumatra Utara adalah forum abal-abal dan sangat jauh melenceng dari kaidah forum musyawarah tertinggi sebuah organisasi.” ungkap Wahyuddin saat dihubungi, Sabtu, (6/3/2021).

Dari kepesertaan yang hadir, kata dia, KLB yang diselenggarakan tidak memenuhi syarat berdasarkan AD/ART Partai Demokrat yang di sahkan oleh kementerian Hukum dan Ham RI yaitu di hadiri 3/4 Ketua Dewan Pimpinan Daerah tingkat provinsi dan lebih dari 50 persen ketua Dewan Pimpinan Cabang tingkat kabupaten/Kota serta di setujui oleh majelis tinggi Partai.

“Para pimpinan sidang adalah mereka yang telah di pecat secara tidak terhormat oleh Partai Demokrat. Sementara pada tehnis pelaksanaan yang disiarkan secara langsung oleh salah satu media nasional secara daring, sangat terlihat pelaksanaan KLB sangat amatir.” tegas dia.

“Lain yang bacakan rancangan putusan lain pula yang ketuk palu sidangnya. Pada susunan acara, Agenda langsung masuk pada tahapan pemilihan ketua umum.” jelas dia.

Bahkan Egel sapaannya menganggap KLB di Sumut adalah kejadian lucu yang pernah terjadi di agenda-agenda persidangan organisasi.

“Lucunya lagi, Ketua Umum yang terpilih sedang tidak berada di tempat acara dan baru di beritahukan keterpilihannya via telpon oleh pimpinan sidang. Sepertinya mereka yang bersidang belum mendapatkan materi metode persidangan pada pengkaderan tingkat sekolah yang di selenggarakan oleh OSIS.” urainya.

“Jauh lebih konstitusional musyawarah program studi dibanding KLB Abal Abal tersebut. olehnya itu, tidak ada alasan bagi Kementerian Hukum dan Ham untuk melegalkan kepengurusan Partai Demokrat yang lahir dari forum ilegal.” tutupnya.(*)

- Advertisement -
- Advertisement -

iDEA TV

VIDEO : Hujan Deras, Air Sungai Masamba Satu Jengkal dari Jembatan

IDEAtimes.id, LUWU UTARA - Hujan deras terus mengguyur Luwu Utara, Sulawesi-Selatan sejak Jumat, (27/8/2021). Akibatnya, jalanan saat ini tergenang air...

PT Vale Indonesia Hentikan Operasi, Luwu Timur Terancam Kehilangan APBD Rp 200 Miliar

IDEAtimes.id, Makassar;- Perusahaan yang bergerak di Pertambangan yakni PT Vale Indonesia menghentikan Operasinya. Hal ini dilakukan akibat adanya wabah virus covid-19 yang dianggap mengancam seluruh...

Selaian THM dan Tempat SPA, Ini Jenis Usaha yang Akan Ditutup Oleh Pemkot Makassar

IDEAtimes.id, Makassar;- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sejumlah tpat usaha. Melalui surat Nomor : 8852/S.EDAR/045.1/DISPAR/VIII/2020 tentang Penutupan Kegiatan Operasional...

Warkop WTL di Luwu Gratiskan Tempat dan Kopi Setiap Jumat untuk Diskusi

IDEAtimes.id, Luwu;- Saat ini, warung kopi (warkop) menjadi salah satu tempat bersantai yang digemari dari berbagai kalangan. Sehingga, warung kopi sering kali dijadikan sebagai tempat...

Unjuk Rasa Pekerja Seni dan Hiburan Malam di Makassar, Minta THM Kembali Dibuka

IDEAtimes.id, Makassar;- Ratusan Pekerja seni dan hiburan malam se-Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis, 13/8/2020. Demonstrasi ini...
- Advertisement -

Wajib Baca

Wabup Edi Manaf Buka Exhibition Cup III Bontominasa Lama

IDEAtimes.id, BULUKUMBA - Exhibition Football Bontominasa lama Cup III Bulukumba akhirnya resmi bergulir. Pesta olahraga sepak bola se Kabupaten Bulukumba ini...

Makassar Zona Kuning, Ketua KNPI Makassar : Tetap Laksanakan Prokes

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPD KNPI Makassar Hasrul Kaharuddin mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar yang sukses menurunkan kasus penyebaran COVID-19...

Pemda Enrekang dan Bea Cukai Parepare lakukan Operasi Pasar di Enrekang

IDEAtimes.id, ENREKANG - Pemerintah Daerah Kab Enrekang bersama kantor Bea Cukai Pare-Pare melaksanakan operasi pasar dalam rangka pemberantasan peredaran...

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Kongres Luar Biasa (KLB) yang diklaim Partai Demokrat telah terlaksana, Jumat, (5/3/2021) kemarin di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam KLB itu, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko didaulat sebagai ketua umum Partai Demokrat versi KLB.

Meski demikian, KLB tersebut disebut sebagai KLB ilegal atau abal-abal karena tidak dihadiri pemilik suara sah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) Kota Makassar Wahyuddin.

Wahyuddin mengatakan, KLB yang dilaksanakan oleh Gerakan Pengambilan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) adalah abal-abal.

“Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang di laksanakan Kelompok Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat ( GPK-PD ) di Deli Serdang Sumatra Utara adalah forum abal-abal dan sangat jauh melenceng dari kaidah forum musyawarah tertinggi sebuah organisasi.” ungkap Wahyuddin saat dihubungi, Sabtu, (6/3/2021).

Dari kepesertaan yang hadir, kata dia, KLB yang diselenggarakan tidak memenuhi syarat berdasarkan AD/ART Partai Demokrat yang di sahkan oleh kementerian Hukum dan Ham RI yaitu di hadiri 3/4 Ketua Dewan Pimpinan Daerah tingkat provinsi dan lebih dari 50 persen ketua Dewan Pimpinan Cabang tingkat kabupaten/Kota serta di setujui oleh majelis tinggi Partai.

“Para pimpinan sidang adalah mereka yang telah di pecat secara tidak terhormat oleh Partai Demokrat. Sementara pada tehnis pelaksanaan yang disiarkan secara langsung oleh salah satu media nasional secara daring, sangat terlihat pelaksanaan KLB sangat amatir.” tegas dia.

“Lain yang bacakan rancangan putusan lain pula yang ketuk palu sidangnya. Pada susunan acara, Agenda langsung masuk pada tahapan pemilihan ketua umum.” jelas dia.

Bahkan Egel sapaannya menganggap KLB di Sumut adalah kejadian lucu yang pernah terjadi di agenda-agenda persidangan organisasi.

“Lucunya lagi, Ketua Umum yang terpilih sedang tidak berada di tempat acara dan baru di beritahukan keterpilihannya via telpon oleh pimpinan sidang. Sepertinya mereka yang bersidang belum mendapatkan materi metode persidangan pada pengkaderan tingkat sekolah yang di selenggarakan oleh OSIS.” urainya.

“Jauh lebih konstitusional musyawarah program studi dibanding KLB Abal Abal tersebut. olehnya itu, tidak ada alasan bagi Kementerian Hukum dan Ham untuk melegalkan kepengurusan Partai Demokrat yang lahir dari forum ilegal.” tutupnya.(*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Nasional

PPKM Diperpanjang, 10 Kabupaten/Kota Masuk Level 4, Tidak Termasuk Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Pemerintah kembali melanjutkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Luar Jawa-Bali, yang berlaku tanggal 21...

Nurdin Abdullah Tiga Kali Terima Uang, Total Rp 5,4 Miliar

IDEAtimes.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek. Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp....

Breaking News : Gubernur Sulsel Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

IDEAtimes.i,d, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan 3 tersangka kasus OTT di Sulsel, Sabtu, (27/2/2021) kemarin. Penetapan ini dilakukan usai melakukan penyidikan Sabtu,...

Menkumham : SK Versi Fajriansyah Sudah Diblokir, Kalau Ada yang Gunakan Laporkan

IDEAtimes.id, JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menemui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Rabu, (11/11/2020). Dalam pertemuan ini, KNPI dan Menkumham membahas...

Kapolri Perintahkan Seluruh Anggota Polisi Lakukan Tes Urine

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) segera melakukan tes urine kepada seluruh anggota polisi. Hal itu berkaitan dengan pasca...
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -