31 C
Indonesia
Minggu, Agustus 1, 2021

Nurdin Abdullah Tiga Kali Terima Uang, Total Rp 5,4 Miliar

Wajib Baca

Usai Tutup Akses Jalan ke Rumah Tahfidz, Legislator PAN Amiruddin Minta Maaf

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Anggota DPRD Kabupaten Pangkep dari Fraksi PAN, Amiruddin, mengungkapkan permohonan maaf secara terbuka di depan tetangganya, Rumah...

Disdikpora Selayar Serahkan 8 Personil Calon Paskibra ke Pelatih

IDEAtimes.id, SELAYAR -  Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menyerahkan 8 personil Calon Pasukan...

Plt Gubernur Ingin Percepat Vaksinasi Bagi Santri MTs dan MA

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Terlebih lagi telah dimulai...

IDEAtimes.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek.

Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp. 5,4 miliar secara bertahap.

“Sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan NA untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Disebut Firli, Nurdin menerima uang dari AS atau Agung Sucipto selaku kontraktor proyek melalui ER atau Edy Rahmat yang juga sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Ketiganya dianggap melakukan tawar menawar fee proyek dimana nantinya AS akan mengerjakan proyek tersebut.

“Pada akhir tahun 2020 NA menerima uang sebesar Rp. 200 juta, kemudian pertengahan Februari 2021 NA kembali menerima uang melalui SB Rp. 1 miliar dan Awal Februari 2021 NA menerima uang Rp. 2,2 miliar melalui SB. Sehingga total keseluruhan adalah Rp. 5,4 miliar.” bebernya.

Ketiga tersangka yakni NA, AS dan ER akan ditahan selama dua puluh hari secara terpisah oleh KPK.

(Fadil/Ilh)

- Advertisement -
- Advertisement -

TerIDEA

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui grup-grup Whatt'sApp, Kamis, (9/12). "Innalillahi wainna ...

Selain Sarang Narkoba, Apartemen Vida View Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

IDEAtimes.id, Makassar;- Meski ditengah pandemi Covid-19, praktek prostitusi tetap masih beroperasi. Namun, kali ini para pekerja prostitusi tersebut tidak menawarkan diri secara langsung melainkan melalui...

Mantum PB HMI “Mulyadi” dan Istri Dikabarkan Ada Didalam Pesawat Sriwijaya yang Hilang Kontak

IDEAtimes.id, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2016-2018 Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang di Pesawat...

Detik-detik Imam Masjid Dipukul OTK Saat Salat Subuh

IDEAtimes.id, PEKANBARU - Seorang pria diamuk massa saat masuk ke sebuah Masjid di Pekanbaru, Riau, Jumat, (7/5/2021) Subuh dini hari. Pria tersebut diamuk jamaah Masjid...
- Advertisement -

Populer

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Selain Disuruh Copot Kalung Antivirus, Mentan SYL Juga Diminta Tidak Mengurusi Urusan Kemenkes

IDEAtimes.id, Jakarta;- Kementerian Pertanian menggelar Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa, 7/7/2020. Namun, dalam rapat yang dihadiri oleh Menteri...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui...

IDEAtimes.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek.

Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp. 5,4 miliar secara bertahap.

“Sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan NA untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Disebut Firli, Nurdin menerima uang dari AS atau Agung Sucipto selaku kontraktor proyek melalui ER atau Edy Rahmat yang juga sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Ketiganya dianggap melakukan tawar menawar fee proyek dimana nantinya AS akan mengerjakan proyek tersebut.

“Pada akhir tahun 2020 NA menerima uang sebesar Rp. 200 juta, kemudian pertengahan Februari 2021 NA kembali menerima uang melalui SB Rp. 1 miliar dan Awal Februari 2021 NA menerima uang Rp. 2,2 miliar melalui SB. Sehingga total keseluruhan adalah Rp. 5,4 miliar.” bebernya.

Ketiga tersangka yakni NA, AS dan ER akan ditahan selama dua puluh hari secara terpisah oleh KPK.

(Fadil/Ilh)

- Advertisement -
- Advertisement -

iDEA TV

VIDEO : Megawati Ucapkan Selamat HUT ke Partai Komunis China

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendadak jadi perbincangan. Hal ini terjadi saat dirinya memberi ucapan selamat ulang...

Hadir di Belopa, Ini Varian Menu Kedai Shezan Dumdum

IDEAtimes.id, Luwu;- Salah satu Kedai dengan menghadirkan sejumlah menu yang memanjakan lida hadir di Belopa, Kabupaten Luwu. Hadir sejak Bulan lalu, Kedai yang bernama Shezan...

Selaian THM dan Tempat SPA, Ini Jenis Usaha yang Akan Ditutup Oleh Pemkot Makassar

IDEAtimes.id, Makassar;- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sejumlah tpat usaha. Melalui surat Nomor : 8852/S.EDAR/045.1/DISPAR/VIII/2020 tentang Penutupan Kegiatan Operasional...

Warkop WTL di Luwu Gratiskan Tempat dan Kopi Setiap Jumat untuk Diskusi

IDEAtimes.id, Luwu;- Saat ini, warung kopi (warkop) menjadi salah satu tempat bersantai yang digemari dari berbagai kalangan. Sehingga, warung kopi sering kali dijadikan sebagai tempat...

Unjuk Rasa Pekerja Seni dan Hiburan Malam di Makassar, Minta THM Kembali Dibuka

IDEAtimes.id, Makassar;- Ratusan Pekerja seni dan hiburan malam se-Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis, 13/8/2020. Demonstrasi ini...
- Advertisement -

Wajib Baca

Buka Sabtu dan Minggu, Pemkab Bantaeng Buka Gerai Vaksinasi di Pantai Seruni

IDEAtimes.id, BANTAENG - Upaya percepatan capaian cakupan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bantaeng terus dilakukan. Kali ini dibuka gerai vaksinasi mulai...

Plt Gubernur Sulsel: Fasilitas Isolasi Terintegrasi Terisi 57 Pasien

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Sudah 57 pasien yang kini menjalani isolasi di Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) yang disediakan oleh Pemprov...

Selain Virtual dengan Deddy Corbuzier dan Menkes, Kakek Safaruddin juga dapat Motor

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, memberikan hadiah sebuah motor kepada Kakek Safaruddin. Kakek...

IDEAtimes.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek.

Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp. 5,4 miliar secara bertahap.

“Sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan NA untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Disebut Firli, Nurdin menerima uang dari AS atau Agung Sucipto selaku kontraktor proyek melalui ER atau Edy Rahmat yang juga sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Ketiganya dianggap melakukan tawar menawar fee proyek dimana nantinya AS akan mengerjakan proyek tersebut.

“Pada akhir tahun 2020 NA menerima uang sebesar Rp. 200 juta, kemudian pertengahan Februari 2021 NA kembali menerima uang melalui SB Rp. 1 miliar dan Awal Februari 2021 NA menerima uang Rp. 2,2 miliar melalui SB. Sehingga total keseluruhan adalah Rp. 5,4 miliar.” bebernya.

Ketiga tersangka yakni NA, AS dan ER akan ditahan selama dua puluh hari secara terpisah oleh KPK.

(Fadil/Ilh)

- Advertisement -
- Advertisement -

Nasional

Kemendagri Tegaskan Urusan Administrasi Kependudukan Tidak Menggunakan Sertifikat Vaksinasi

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa pengurusan layanan administrasi kependudukan (adminduk) taat terhadap aturan perundang-undangan yang...

Nurdin Abdullah Tiga Kali Terima Uang, Total Rp 5,4 Miliar

IDEAtimes.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek. Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp....

Breaking News : Gubernur Sulsel Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

IDEAtimes.i,d, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan 3 tersangka kasus OTT di Sulsel, Sabtu, (27/2/2021) kemarin. Penetapan ini dilakukan usai melakukan penyidikan Sabtu,...

Menkumham : SK Versi Fajriansyah Sudah Diblokir, Kalau Ada yang Gunakan Laporkan

IDEAtimes.id, JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menemui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Rabu, (11/11/2020). Dalam pertemuan ini, KNPI dan Menkumham membahas...

Kapolri Perintahkan Seluruh Anggota Polisi Lakukan Tes Urine

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) segera melakukan tes urine kepada seluruh anggota polisi. Hal itu berkaitan dengan pasca...
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -