31 C
Indonesia
Minggu, Oktober 24, 2021

Nurdin Abdullah Tiga Kali Terima Uang, Total Rp 5,4 Miliar

Wajib Baca

HSN 2021, Ketua KNPI Makassar : Saya Percaya Para Santri Sangat Paham Ideologi Pancasila

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar menghadiri upacara peringatan Hari Santri...

Pemprov Sulsel Dorong UMKM Penuhi Ketentuan SNI

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus mendorong agar UMKM memenuhi ketentuan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI). Apalagi, persaingan pasar...

Bupati Kepulauan Selayar Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-352 Sulsel

IDEAtimes.id, SELAYAR - Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-352 Sulawesi Selatan di Aula...

IDEAtimes.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek.

Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp. 5,4 miliar secara bertahap.

“Sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan NA untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Disebut Firli, Nurdin menerima uang dari AS atau Agung Sucipto selaku kontraktor proyek melalui ER atau Edy Rahmat yang juga sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Ketiganya dianggap melakukan tawar menawar fee proyek dimana nantinya AS akan mengerjakan proyek tersebut.

“Pada akhir tahun 2020 NA menerima uang sebesar Rp. 200 juta, kemudian pertengahan Februari 2021 NA kembali menerima uang melalui SB Rp. 1 miliar dan Awal Februari 2021 NA menerima uang Rp. 2,2 miliar melalui SB. Sehingga total keseluruhan adalah Rp. 5,4 miliar.” bebernya.

Ketiga tersangka yakni NA, AS dan ER akan ditahan selama dua puluh hari secara terpisah oleh KPK.

(Fadil/Ilh)

- Advertisement -

TerIDEA

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui grup-grup Whatt'sApp, Kamis, (9/12). "Innalillahi wainna ...

Selain Sarang Narkoba, Apartemen Vida View Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

IDEAtimes.id, Makassar;- Meski ditengah pandemi Covid-19, praktek prostitusi tetap masih beroperasi. Namun, kali ini para pekerja prostitusi tersebut tidak menawarkan diri secara langsung melainkan melalui...

Mantum PB HMI “Mulyadi” dan Istri Dikabarkan Ada Didalam Pesawat Sriwijaya yang Hilang Kontak

IDEAtimes.id, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2016-2018 Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang di Pesawat...

Detik-detik Imam Masjid Dipukul OTK Saat Salat Subuh

IDEAtimes.id, PEKANBARU - Seorang pria diamuk massa saat masuk ke sebuah Masjid di Pekanbaru, Riau, Jumat, (7/5/2021) Subuh dini hari. Pria tersebut diamuk jamaah Masjid...
- Advertisement -

Populer

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Selain Disuruh Copot Kalung Antivirus, Mentan SYL Juga Diminta Tidak Mengurusi Urusan Kemenkes

IDEAtimes.id, Jakarta;- Kementerian Pertanian menggelar Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa, 7/7/2020. Namun, dalam rapat yang dihadiri oleh Menteri...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui...

IDEAtimes.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek.

Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp. 5,4 miliar secara bertahap.

“Sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan NA untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Disebut Firli, Nurdin menerima uang dari AS atau Agung Sucipto selaku kontraktor proyek melalui ER atau Edy Rahmat yang juga sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Ketiganya dianggap melakukan tawar menawar fee proyek dimana nantinya AS akan mengerjakan proyek tersebut.

“Pada akhir tahun 2020 NA menerima uang sebesar Rp. 200 juta, kemudian pertengahan Februari 2021 NA kembali menerima uang melalui SB Rp. 1 miliar dan Awal Februari 2021 NA menerima uang Rp. 2,2 miliar melalui SB. Sehingga total keseluruhan adalah Rp. 5,4 miliar.” bebernya.

Ketiga tersangka yakni NA, AS dan ER akan ditahan selama dua puluh hari secara terpisah oleh KPK.

(Fadil/Ilh)

- Advertisement -
- Advertisement -

iDEA TV

VIDEO : Jalan Kaki, Bupati Luwu Ajak Pelajar SMA Ini Naik di Mobil Dinasnya

IDEAtimes.id, LUWU - Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Basmin Mattayang mengajak seorang pelajar SMA negeri 2 Walenrang naik ke mobil...

PT Vale Indonesia Hentikan Operasi, Luwu Timur Terancam Kehilangan APBD Rp 200 Miliar

IDEAtimes.id, Makassar;- Perusahaan yang bergerak di Pertambangan yakni PT Vale Indonesia menghentikan Operasinya. Hal ini dilakukan akibat adanya wabah virus covid-19 yang dianggap mengancam seluruh...

Selaian THM dan Tempat SPA, Ini Jenis Usaha yang Akan Ditutup Oleh Pemkot Makassar

IDEAtimes.id, Makassar;- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sejumlah tpat usaha. Melalui surat Nomor : 8852/S.EDAR/045.1/DISPAR/VIII/2020 tentang Penutupan Kegiatan Operasional...

Warkop WTL di Luwu Gratiskan Tempat dan Kopi Setiap Jumat untuk Diskusi

IDEAtimes.id, Luwu;- Saat ini, warung kopi (warkop) menjadi salah satu tempat bersantai yang digemari dari berbagai kalangan. Sehingga, warung kopi sering kali dijadikan sebagai tempat...

Unjuk Rasa Pekerja Seni dan Hiburan Malam di Makassar, Minta THM Kembali Dibuka

IDEAtimes.id, Makassar;- Ratusan Pekerja seni dan hiburan malam se-Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis, 13/8/2020. Demonstrasi ini...
- Advertisement -

Wajib Baca

Sempat Gol Bunuh Diri, Ibrahimovic Antar Milan Menang 4-2 Atas Bologna

IDEAtimes.id, FOOTBALL - AC Milan berhasil menang 4-2 atas Bologna dengan penuh drama. Bermain di Stadion Renato Dall'ara, Minggu, (24/10/2021)...

SMA 6 Makassar Angkatan 2002 Gelar Silaturahmi di Rujab Ketua DPRD Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Makassar angkatan 2002 menggelar reuni dan silaturahmi di Rumah Jabatan...

Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Buka Bakti Sosial DIKA

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel Naoemi Octarina hadiri Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh Departemen...

IDEAtimes.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek.

Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp. 5,4 miliar secara bertahap.

“Sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan NA untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Disebut Firli, Nurdin menerima uang dari AS atau Agung Sucipto selaku kontraktor proyek melalui ER atau Edy Rahmat yang juga sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Ketiganya dianggap melakukan tawar menawar fee proyek dimana nantinya AS akan mengerjakan proyek tersebut.

“Pada akhir tahun 2020 NA menerima uang sebesar Rp. 200 juta, kemudian pertengahan Februari 2021 NA kembali menerima uang melalui SB Rp. 1 miliar dan Awal Februari 2021 NA menerima uang Rp. 2,2 miliar melalui SB. Sehingga total keseluruhan adalah Rp. 5,4 miliar.” bebernya.

Ketiga tersangka yakni NA, AS dan ER akan ditahan selama dua puluh hari secara terpisah oleh KPK.

(Fadil/Ilh)

- Advertisement -
- Advertisement -

Nasional

Ini Harapan Presiden Jokowi di Hari Santri Nasional 2021

IDEAtimes.id, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan pesantren dan para santri dapat semakin berperan dalam kemajuan ekonomi...

Nurdin Abdullah Tiga Kali Terima Uang, Total Rp 5,4 Miliar

IDEAtimes.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek. Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp....

Breaking News : Gubernur Sulsel Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

IDEAtimes.i,d, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan 3 tersangka kasus OTT di Sulsel, Sabtu, (27/2/2021) kemarin. Penetapan ini dilakukan usai melakukan penyidikan Sabtu,...

Menkumham : SK Versi Fajriansyah Sudah Diblokir, Kalau Ada yang Gunakan Laporkan

IDEAtimes.id, JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menemui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Rabu, (11/11/2020). Dalam pertemuan ini, KNPI dan Menkumham membahas...

Kapolri Perintahkan Seluruh Anggota Polisi Lakukan Tes Urine

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) segera melakukan tes urine kepada seluruh anggota polisi. Hal itu berkaitan dengan pasca...
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -