31 C
Indonesia
Saturday, July 4, 2020

Opini : Ramadhan Bersama Covid-19

Wajib Baca

Berpakaian Serba Hitam, Mahasiswa di Makassar Demo Soal Biaya Perkuliahan

IDEAtimes.id, Makassar;- Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi unjuk rasa di Makassar terkait biaya pendidikan Uang Kuliah Tunggal...

Sulsel Kerjasama dengan Iran Soal Penanganan Covid-19

IDEAtimes.id, Makassar;- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, dan Duta Besar The Islamic Republic of Iran untuk Indonesia,...

Telkom Serahkan Bantuan Covid-19, Melalui YLKI dan KNPI Palopo

IDEAtimes.id, Palopo;- Melalui Program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) PT. Telkom Indonesia, melalui Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyerahkan Paket Bahan...

IDEAtimes.id, Opini;- Corona datang/Seolah-olah membawa pesan/Ritual itu rapuh!/Ketika Corona datang/Engkau dipaksa mencari Tuhan/Bukan di tembok Kakbah/Bukan di dalam masjid/Bukan di mimbar khutbah/Bukan dalam thawaf/Bukan pada panggilan azan/Bukan dalam shalat jamaah.

Inilah, Ramadan — bagi pengikut Muhammad SAW – diyaqini, bulan kesucian. Bulan kesembilan kalender Hijriah. Masa “getir”, dipenuhi arti untuk dimaknai. Seperti, muasal katanya, “ramida”. Yaitu “ar-Ramad”, penanda panas menyengat. Bangsa Babilonia di Utara Jazirah Arab di Selatan Mesopotamia, dulu pra-Islam menyebutnya seperti itu. “Luni-solar calender” menghitung, kalau masa “ramida” tiba, pagi hingga petang, panas matahari perih menyengat di kawasan gurun itu.

Lalu sejak Islam datang, dimulai kalender Hijriah berdasar alur bulan mengeliling bumi, sejak itu Ramadan tak lagi bertaut musim panas. Secara metaphoric, Ramadan pun beralih makna. Bulan itu umat Islam diwajibkan berpuasa. Disunnahkan “stay at home”, menahan lapar serta dahaga. Bagi yang berpuasa, berdiam diri di rumah, sesi ibadah. Tak lebih kurang sama tradisi dilakukan bangsa Babilonia. Dikala musim “ramida” tiba, mereka berlindung. Stay at home menjauhi terik.

Stay at home bagi bangsa Babilonia, serta bangsa-bangsa pra Islam, al-Qur’an Surah al-Baqarah, ayat 183, Allah SWT, berseru; “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”.

Stay at home bagi mereka yang berpuasa, juga bangsa di Babilonia, tidak semata berhajat menjauhi terik, tapi momentum terbaik merawat ketakwaaan. Bertafakur mencari rahmat, magfirah, dan ampunan.

Ramadan, tulis penyair sufi Jalaluddin Rumi dalam buku karya agungnya, “Semesta Matsanawi”, (2018), hadir bersama gemboknya. Lalu, mulut terkunci, terbukalah penglihatan, sesaat cahaya memancar dalam diri kita. Ramadan tiba, untuk berkhidmat pada hati. Bersama, Sang penawar hati. Anand Krisna, humanis spritualis Indonesia di buku, “Kearifan Mistisisme” (2015), menulis jika puasa jalan terbaik merobohkan berhala diri, yang kita puji terang-terangan atau sembunyi.

Dan Ramadan tahun ini, bersamaan puncak Coronavirus. Pandemi yang mengglobal di seantero jagat, sama seperti wabah melanda umat manusia sebelumnya. Kita, serahi umara’, pemerintah mengatur segalanya.

Ulama’, orang berilmu mencari vaksin penawarnya. Lalu, semua kita, umat manusia seisi bumi “stay at home” — seperti bangsa Babilonia – mencari pesan bestari apa yang dibawa Coronavirus itu? Tiadalah mungkin, mau berani mampir ke bumi tanpa setahu siizinNya.

Ramadan momentum terbaik mencari jawabannya. Namun keangkuhan umat manusia terjebak merecok ramainya pasar (duniawi), sepinya baitullah (ukhrawi), padahal Ramadan segera pergi.

Kita akan tetap stay at home tanpa tahu pesan kebestarian. Mustafa Bisri meneruskan sajaknya, Corona mengajarimu/Tuhan itu bukan (melulu) pada keramaian/Tuhan itu bukan (melulu) pada syariat/Tuhan itu ada pada jalan keterputusasaanmu/Dengan dunia yang berpenyakit.

Makassar, 22 Mei 2020

Oleh : Armin Mustamin Toputiri

SUMBER: https://armintoputiri118647384.com/2020/05/21/ramadan-bersama-covid-19/

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 
- Advertisement -

TerIDEA

Berpakaian Serba Hitam, Mahasiswa di Makassar Demo Soal Biaya Perkuliahan

IDEAtimes.id, Makassar;- Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi unjuk rasa di Makassar terkait biaya pendidikan Uang Kuliah Tunggal...

Selain Sarang Narkoba, Apartemen Vida View Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

IDEAtimes.id, Makassar;- Meski ditengah pandemi Covid-19, praktek prostitusi tetap masih beroperasi. Namun, kali ini para pekerja prostitusi tersebut tidak menawarkan diri secara langsung melainkan melalui...

Sebelum Positif Corona, Menhub Sempat Keliling Sulsel

IDEAtimes.id, Makassar; - Menteri Perhubungan Budi Karya dinyatakan positif dan telah diverifikasi di RSPAD. Pernyataan ini disampaikan...

Gubernur Perintahkan Pj Wali Kota Lawan “Tungguma”

IDEAtimes.id, Makassar;- Pergantian Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Prof Yusran masih menyisakan tanda tanya. Pasalnya, Prof Yusran yang dilantik oleh Gubernur Sulsel pada 23 Mei...

Mahasiswi Cantik ini Ciptakan Solusi Anti Corona

IDEAtimes.id, Jakarta; - Siti Lusiana, Aktivis Perempuan yang mengepalai Departemen Riset dan Pengembangan Gerakan Perempuan Kammi ini menjadi buah bibir di...
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -