31 C
Indonesia
Tuesday, August 4, 2020

Pembangunan Huntara Dianggap Buang waktu, Menko PMK : Langsung Hunian Tetap

Wajib Baca

Kapolri Diminta Tindak Tegas Oknum Polri Yang Terlibat Kasus Novel Baswedan

IDEAtimes.id, Jakarta-  Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) didesak untuk menuntaskan kasus keterlibatan aparat kepolisian dalam kasus penyiraman air keras ke...

Gubernur Apresiasi Capaian UNM Selama 59 Tahun Sebagai Dapur Pendidikan

IDEAtimes.id, Makassar;-  Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Makassar (UNM) atas segala...

Antisipasi Kerusakan Hutan dan Banjir, PT Masmindo Diminta Hentikan Operasi

IDEAtimes.id, Luwu;- Perusahaan tambang emas di Latimojong, Kabupaten Luwu, PT Masmindo Dwi Area didesak agar segera ditutup. Pasalnya, selain belum memberikan...

IDEAtimes.id, Luwu Utara;- Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), 13 Juli lalu, telah mengakibatkan puluhan rumah hanyut dan terendam lumpur, sejumlah fasilitas umum (fasum) rusak, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.

Laporan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriyani, sampai hari ini, tercatat 38 orang meninggal dengan 4 orang belum teridentifikasi.

Sedangkan 10 orang masih dalam pencarian, 106 orang luka-luka, dan 1.755 orang masih tinggal di pengungsian .

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan agar pemerintah daerah bisa segera mempercepat penanganan banjir bandang dengan melibatkan seluruh pihak, termasuk BNPB dan kementerian/lembaga terkait lainnya.

“Mengenai rencana dari tahap-tahap apa yang akan ditempuh, mulai tanggap bencana sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, saya mohon ini betul-betul dimatangkan. Kalau itu bisa dipercepat akan lebih baik,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Banjir Bandang Kabupaten Luwu Utara di Kantor Bupati Luwu Utara, Sulsel, Jumat (31/7).

Menurut Menko PMK, pembangunan hunian sementara (huntara) yang rencana akan dibangun di lokasi pengungsian Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, sebaiknya langsung dialihkan untuk pembangunan hunian tetap (huntap).

Adapun untuk sementara, korban terdampak banjir bandang yang saat ini tinggal di pengungsian akibat rumah rusak atau pun tenggelam akan diberikan bantuan dana sewa rumah.

Rumah sewa tersebut dapat dijadikan tempat tinggal sementara sembari menunggu proses pembangunan huntap.

“Daripada membuang waktu saya kira bisa langsung dibangun huntap karena lokasi huntara juga sama dengan lokasi huntap yang akan dibangun. Tenaganya tetap tapi pekerjaannya berubah, toh lama atau cepat anggarannya sama saja,” ucap Menko PMK.

Selain pembangunan huntap, percepatan pembangunan infrastruktur dan fasum juga harus diutamakan. Data menunjukkan kerusakan infrastruktur, meliputi Kerusakan jalan sepanjang 51.755 km, jembatan 985 m, irigasi 3 unit, drainase 43.688 m, jaringan transmisi PDAM 2.305 meter, jaringan distribusi PDAM 4.470 meter, sambungan rumah 1.200 meter.

Selain itu, termasuk fasilitas ibadah 25 unit, kantor pemerintahan 10 unit, faskes 3 unit, dan fasilitas pendidikan 25 unit.

“Pembangunan infrastruktur dan fasum harus segera ditangani dan mohon segera didata dan diverifikasi kekurangannya apa saja untuk mempercepat pemulihan. Karena pembangunan infrastruktur ini akan menentukan pembangunan atau pemulihan yang lain,” cetusnya.

Ia pun meminta agar penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan secara ketat, terutama di pengungsian. Hal tersebut untuk menjaga agar lokasi pengungsian tidak akan menjadi kluster baru penularan Covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan selain memberikan obat dan vitamin juga agar dapat melakukan pemeriksaan suhu dan bila perlu rapid test bagi para pengungsi maupun pengunjung.

“Mohon sebelum terjadi ini bisa kita antisipasi. Trauma healing juga agar dipisah jangan terlalu banyak, sebaiknya di luar ruangan karena kita tahu sekarang ini penularan covid banyak terjadi di ruangan tertutup, ber-AC dan kurang ventilasi,” pungkasnya.

Hadir dalam rakor Bupati Luwu Utara, Wakil Gubernur Sulsel, Sestama BNPB, Pejabat Eselon 1 K/L terkait, Wakapolda Sulsel, Staf Ahli Pangdam Kodam XIV Hasanuddin, dan OPD Pemkab Luwu. (*)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 
- Advertisement -

TerIDEA

Kapolri Diminta Tindak Tegas Oknum Polri Yang Terlibat Kasus Novel Baswedan

IDEAtimes.id, Jakarta-  Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) didesak untuk menuntaskan kasus keterlibatan aparat kepolisian dalam kasus penyiraman air keras ke...

Camat Panakkukang Terkonfirmasi Positif Covid

IDEAtimes.id, Makassar;- Masyarakat Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar heboh dengan pesan yang beredar di grup Whatt'sApp. Pasalnya, pesan tersebut mengatakan jika Camat Panakkukang Muh Thahir Rasyid...

Saddam Al Jihad Mundur Sebagai Ketum PB HMI 2018-2020

IDEAtimes id, Jakarta;- Respiratori Saddam Al Jihad mundur sebagai Ketua Umum PB HMI periode 2018-2020. Saddam mundur...

Selain Sarang Narkoba, Apartemen Vida View Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

IDEAtimes.id, Makassar;- Meski ditengah pandemi Covid-19, praktek prostitusi tetap masih beroperasi. Namun, kali ini para pekerja prostitusi tersebut tidak menawarkan diri secara langsung melainkan melalui...

Sebelum Positif Corona, Menhub Sempat Keliling Sulsel

IDEAtimes.id, Makassar; - Menteri Perhubungan Budi Karya dinyatakan positif dan telah diverifikasi di RSPAD. Pernyataan ini disampaikan...
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -