IDEAtimes.id, MAKASSAR – Oknum anggota DPRD Kabupaten Takalar inisial WEP dilaporkan ke polisi dugaan penganiayaan.
Laporan tersebut bernomor STTLP/B/629/IX/2023/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan/Polda Metro Jaya pertanggal 1 September 2023 .
Pelapor sekaligus korban Ami Gardini menceritakan, sebelum penganiayaan terjadi, ia dan terduga pelaku sempat cekcok.
“Awalnya cek cok adu mulut, lalu saya tarik bajunya dia tidak terima dan langsung pukul saya berkali kali, saya sampai keluar darah dari hidung.” ungkap Ami menceritakan perstiwa yang ia alami, Sabtu, (2/9).
Ami mengatakan, WEP merupakan mantan kekasihnya. Sejak saat itu ia enggan bertemu lagi dengan pelaku.
“Sebenernya saya tidak mau menemuinya karna hubungan (mantan kekasih) sudah saya anggap selesai.” lanjut dia.
“Cuman karena dia masih ada hutang ke saya sekitar 30jutaan saya berfikir untuk ketemu dan menagih hutangnya.” tambah dia.
Kejadian ini terjadi di Apartemen Casagrande, Jalan Raya Casablanca Kelurahan Menteng, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat, 1 September 2023.
Akibat dari penganiayaan itu, Ami mengalami memar di otak serta keretakan ringan di tulang dahi.
“Dan hasil CT scan dari RS Tebet ada memar di otak dan keretakan ringan di tulang dahi. Untuk visum masih di bawa penyidik.” jelasnya.
Setelah kejadian, WEP kata Ami, kemudian pergi meninggalkan apartemen tanpa melihat kondisi yang dialami dirinya.
“Setelah kejadian dia langsung pergi dan tidak menghubungi saya lagi. Sampai saya sendiri WA dia infokan ke WEP kalau perbuatan itu sampai membuat mata bengkak dan ada darah di lapisan saya takut kenapa-kenapa matanya tapi dia cuma jawab pasti sembuh kalau gitu doang.” tuturnya.
Bahkan, WEP sebut Ami, sempat minta maaf dan meminta menghapus postingan korban di sosial media.
“Iya dia sempat minta postingan di hapus dan minta maaf emosi memuncak.” tutup dia.
Sementara itu WEP yang dihubungi terkait kejadjan ini belum memberi respons. (*)