31 C
Indonesia
Minggu, Oktober 24, 2021

Uang Nasabah Hilang Rp 45 Miliar, Pemuda Makassar : BNI Wajib Bertanggungjawab

Wajib Baca

Angin Puting Beliung Terjang 5 Desa di Bone, BPBD Sulsel Gerak Cepat Salurkan Bantuan

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah mempersiapkan bantuan logistik untuk korban terdampak...

Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Disperkimtan Enrekang gandeng LPPM UNHAS

IDEAtimes.id, ENREKANG - Komitmen terlihat dengan Kerjasama antara  Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian...

Konjen Australia – Pemprov Sulsel Jajaki Peluang Kerjasama di Bidang Pendidikan Vokasi

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menerima kunjungan audiensi Konsulat Jendral Australia di Makassar, Bronwyn Robbins di...

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Kasus dugaan penggelapan dana nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) senilai Rp 45 miliar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, makin terbuka.

Sebagai wujud komitmen mengawal persoalan tersebut, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Makassar memberi dukungan penuh kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar memproses kasus dugaan penggelapan ini secara tegas.

“Dengan penuh hormat, kepada penegak hukum. Kami meminta agar para pelaku yang terlibat dalam membuat rekening rekayasa/bodong dalam kasus yang sedang kami kawal ini harus dihukum tegas,” kata Hasrul Kaharuddin dari Aliansi Masyarakat dan Pemuda Makassar, Senin (13/9).

Tak sampai di situ, Arul sapaannya juga menuntut agar BNI sebagai usaha milik negara harus sepenuhnya bertanggung jawab dalam persoalan ini.

Sebab jika tidak, maka kepercayaan publik akan turun drastis dan hal itu akan menjadi kerugian besar.

“Kejahatan perbankan ini bukan perbuatan personal, BNI secara institusi harus bertanggung jawab. Yang telah ditetapkan tersangka adalah pegawai BNI yang menawarkan deposito di BNI. Kalau ini tidak dilakukan maka BNI bisa saja lepas tanggung jawab dan melemparkan tanggung jawab kejahatan perbankan tersebut kepada tersangka,” jelas Arul.

Lebih lanjut, Arul menegaskan bahwa pelanggaran Standard Operating Procedure (SOP) merupakan tanggung jawab internal BNI sehingga tak ada alasan untuk lepas tangan dari masalah ini.

Ia juga menuntut agar BNI segara memulihkan kerugian nasabah, “Bahwa kejahatan perbankan tersebut melibatkan institusi, maka BNI harus segera mengembalikan dana nasabah yang hilang,” ujarnya.

Respons OJK

Sebelumya, Deputi Komisioner Humas dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mendorong bank BNI agar terbuka memberi penjelasan ke publik.

Dan bila BNI nyata bersalah, kata Anto Prabowo, maka BNI sepatutnya mengganti dana nasabah yang raib tersebut.

“Bank memiliki pengawasan internal dan penegakan disiplin dan kepatuhan pegawai terhadap SOP merupakan tanggung jawab dari internal bank,” terangnya.

Sementara itu, bank BNI tentunya ikut dirugikan oleh oknum pegawai yang melakukan tindakan melanggar ketentuan internalnya.

“Sehingga termasuk hal ini yang dilaporkan,” tutur Anto kepada Kontan, Minggu (12/9/2021).

Ia juga menjelaskan kalau OJK itu berfungsi memastikan sistem pengendalian internal berjalan. Sehingga dalam perlu diurai betul-betul.

“Sehingga kasus yang terjadi ini tidak bisa digeneralisir tetapi dari aspek pengawasan, masalah kejadian itu menjadi penilaian dan wajib ada perbaikan mengenai SOP. Juga mitigasinya termasuk aspek perlindungan konsumennya,” terangnya.

Polisi ringkus oknum pegawai

Tak berlangsung lama setelah berbagai pihak mendesak Mabes Polri agar bertindak tegas dalam perkara tersebut.

Pada Minggu, 12 September 2021, kepolisian meringkus oknum pegawai BNI yang diduga terlibat dalam kasus penggelapan uang nasabah sebesar Rp 45 miliar di Makassar.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika menegaskan kalau si pelaku telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan kerugian nasabah BNI.

Bahkan Polri juga sudah menetapkan oknum tersebut sebagai tersangka dalam perkara tersebut

“Pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka, pelakunya berinisial MBS, pelaku langsung dilakukan penahanan,” kata Helmy Santika kepada Kompas. (**)

- Advertisement -

TerIDEA

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui grup-grup Whatt'sApp, Kamis, (9/12). "Innalillahi wainna ...

Selain Sarang Narkoba, Apartemen Vida View Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

IDEAtimes.id, Makassar;- Meski ditengah pandemi Covid-19, praktek prostitusi tetap masih beroperasi. Namun, kali ini para pekerja prostitusi tersebut tidak menawarkan diri secara langsung melainkan melalui...

Mantum PB HMI “Mulyadi” dan Istri Dikabarkan Ada Didalam Pesawat Sriwijaya yang Hilang Kontak

IDEAtimes.id, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2016-2018 Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang di Pesawat...

Detik-detik Imam Masjid Dipukul OTK Saat Salat Subuh

IDEAtimes.id, PEKANBARU - Seorang pria diamuk massa saat masuk ke sebuah Masjid di Pekanbaru, Riau, Jumat, (7/5/2021) Subuh dini hari. Pria tersebut diamuk jamaah Masjid...
- Advertisement -

Populer

Viral di Twitter, Video Mesum Diduga Mirip Gisel

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Warga net dihebohkan dengan viralnya video mesum diduga mirip artis Gisella Anastasya atau Gisel, Jumat, malam,...

Selain Disuruh Copot Kalung Antivirus, Mentan SYL Juga Diminta Tidak Mengurusi Urusan Kemenkes

IDEAtimes.id, Jakarta;- Kementerian Pertanian menggelar Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa, 7/7/2020. Namun, dalam rapat yang dihadiri oleh Menteri...

Innalillahi, Calon Bupati Barru Malkan Amin Meninggal Dunia di Hari Pencoblosan

IDEAtimes.id, BARRU - Calon Bupati Barru H. Malkan Amin meninggal dunia tepat dihari pencoblosan, Kamis, (9/12/2020). Kabar duka ini beredar melalui...

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Kasus dugaan penggelapan dana nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) senilai Rp 45 miliar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, makin terbuka.

Sebagai wujud komitmen mengawal persoalan tersebut, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Makassar memberi dukungan penuh kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar memproses kasus dugaan penggelapan ini secara tegas.

“Dengan penuh hormat, kepada penegak hukum. Kami meminta agar para pelaku yang terlibat dalam membuat rekening rekayasa/bodong dalam kasus yang sedang kami kawal ini harus dihukum tegas,” kata Hasrul Kaharuddin dari Aliansi Masyarakat dan Pemuda Makassar, Senin (13/9).

Tak sampai di situ, Arul sapaannya juga menuntut agar BNI sebagai usaha milik negara harus sepenuhnya bertanggung jawab dalam persoalan ini.

Sebab jika tidak, maka kepercayaan publik akan turun drastis dan hal itu akan menjadi kerugian besar.

“Kejahatan perbankan ini bukan perbuatan personal, BNI secara institusi harus bertanggung jawab. Yang telah ditetapkan tersangka adalah pegawai BNI yang menawarkan deposito di BNI. Kalau ini tidak dilakukan maka BNI bisa saja lepas tanggung jawab dan melemparkan tanggung jawab kejahatan perbankan tersebut kepada tersangka,” jelas Arul.

Lebih lanjut, Arul menegaskan bahwa pelanggaran Standard Operating Procedure (SOP) merupakan tanggung jawab internal BNI sehingga tak ada alasan untuk lepas tangan dari masalah ini.

Ia juga menuntut agar BNI segara memulihkan kerugian nasabah, “Bahwa kejahatan perbankan tersebut melibatkan institusi, maka BNI harus segera mengembalikan dana nasabah yang hilang,” ujarnya.

Respons OJK

Sebelumya, Deputi Komisioner Humas dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mendorong bank BNI agar terbuka memberi penjelasan ke publik.

Dan bila BNI nyata bersalah, kata Anto Prabowo, maka BNI sepatutnya mengganti dana nasabah yang raib tersebut.

“Bank memiliki pengawasan internal dan penegakan disiplin dan kepatuhan pegawai terhadap SOP merupakan tanggung jawab dari internal bank,” terangnya.

Sementara itu, bank BNI tentunya ikut dirugikan oleh oknum pegawai yang melakukan tindakan melanggar ketentuan internalnya.

“Sehingga termasuk hal ini yang dilaporkan,” tutur Anto kepada Kontan, Minggu (12/9/2021).

Ia juga menjelaskan kalau OJK itu berfungsi memastikan sistem pengendalian internal berjalan. Sehingga dalam perlu diurai betul-betul.

“Sehingga kasus yang terjadi ini tidak bisa digeneralisir tetapi dari aspek pengawasan, masalah kejadian itu menjadi penilaian dan wajib ada perbaikan mengenai SOP. Juga mitigasinya termasuk aspek perlindungan konsumennya,” terangnya.

Polisi ringkus oknum pegawai

Tak berlangsung lama setelah berbagai pihak mendesak Mabes Polri agar bertindak tegas dalam perkara tersebut.

Pada Minggu, 12 September 2021, kepolisian meringkus oknum pegawai BNI yang diduga terlibat dalam kasus penggelapan uang nasabah sebesar Rp 45 miliar di Makassar.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika menegaskan kalau si pelaku telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan kerugian nasabah BNI.

Bahkan Polri juga sudah menetapkan oknum tersebut sebagai tersangka dalam perkara tersebut

“Pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka, pelakunya berinisial MBS, pelaku langsung dilakukan penahanan,” kata Helmy Santika kepada Kompas. (**)

- Advertisement -
- Advertisement -

iDEA TV

VIDEO : Jalan Kaki, Bupati Luwu Ajak Pelajar SMA Ini Naik di Mobil Dinasnya

IDEAtimes.id, LUWU - Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Basmin Mattayang mengajak seorang pelajar SMA negeri 2 Walenrang naik ke mobil...

PT Vale Indonesia Hentikan Operasi, Luwu Timur Terancam Kehilangan APBD Rp 200 Miliar

IDEAtimes.id, Makassar;- Perusahaan yang bergerak di Pertambangan yakni PT Vale Indonesia menghentikan Operasinya. Hal ini dilakukan akibat adanya wabah virus covid-19 yang dianggap mengancam seluruh...

Selaian THM dan Tempat SPA, Ini Jenis Usaha yang Akan Ditutup Oleh Pemkot Makassar

IDEAtimes.id, Makassar;- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sejumlah tpat usaha. Melalui surat Nomor : 8852/S.EDAR/045.1/DISPAR/VIII/2020 tentang Penutupan Kegiatan Operasional...

Warkop WTL di Luwu Gratiskan Tempat dan Kopi Setiap Jumat untuk Diskusi

IDEAtimes.id, Luwu;- Saat ini, warung kopi (warkop) menjadi salah satu tempat bersantai yang digemari dari berbagai kalangan. Sehingga, warung kopi sering kali dijadikan sebagai tempat...

Unjuk Rasa Pekerja Seni dan Hiburan Malam di Makassar, Minta THM Kembali Dibuka

IDEAtimes.id, Makassar;- Ratusan Pekerja seni dan hiburan malam se-Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis, 13/8/2020. Demonstrasi ini...
- Advertisement -

Wajib Baca

Sempat Gol Bunuh Diri, Ibrahimovic Antar Milan Menang 4-2 Atas Bologna

IDEAtimes.id, FOOTBALL - AC Milan berhasil menang 4-2 atas Bologna dengan penuh drama. Bermain di Stadion Renato Dall'ara, Minggu, (24/10/2021)...

SMA 6 Makassar Angkatan 2002 Gelar Silaturahmi di Rujab Ketua DPRD Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Makassar angkatan 2002 menggelar reuni dan silaturahmi di Rumah Jabatan...

Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Buka Bakti Sosial DIKA

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel Naoemi Octarina hadiri Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh Departemen...

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Kasus dugaan penggelapan dana nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) senilai Rp 45 miliar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, makin terbuka.

Sebagai wujud komitmen mengawal persoalan tersebut, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Makassar memberi dukungan penuh kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar memproses kasus dugaan penggelapan ini secara tegas.

“Dengan penuh hormat, kepada penegak hukum. Kami meminta agar para pelaku yang terlibat dalam membuat rekening rekayasa/bodong dalam kasus yang sedang kami kawal ini harus dihukum tegas,” kata Hasrul Kaharuddin dari Aliansi Masyarakat dan Pemuda Makassar, Senin (13/9).

Tak sampai di situ, Arul sapaannya juga menuntut agar BNI sebagai usaha milik negara harus sepenuhnya bertanggung jawab dalam persoalan ini.

Sebab jika tidak, maka kepercayaan publik akan turun drastis dan hal itu akan menjadi kerugian besar.

“Kejahatan perbankan ini bukan perbuatan personal, BNI secara institusi harus bertanggung jawab. Yang telah ditetapkan tersangka adalah pegawai BNI yang menawarkan deposito di BNI. Kalau ini tidak dilakukan maka BNI bisa saja lepas tanggung jawab dan melemparkan tanggung jawab kejahatan perbankan tersebut kepada tersangka,” jelas Arul.

Lebih lanjut, Arul menegaskan bahwa pelanggaran Standard Operating Procedure (SOP) merupakan tanggung jawab internal BNI sehingga tak ada alasan untuk lepas tangan dari masalah ini.

Ia juga menuntut agar BNI segara memulihkan kerugian nasabah, “Bahwa kejahatan perbankan tersebut melibatkan institusi, maka BNI harus segera mengembalikan dana nasabah yang hilang,” ujarnya.

Respons OJK

Sebelumya, Deputi Komisioner Humas dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mendorong bank BNI agar terbuka memberi penjelasan ke publik.

Dan bila BNI nyata bersalah, kata Anto Prabowo, maka BNI sepatutnya mengganti dana nasabah yang raib tersebut.

“Bank memiliki pengawasan internal dan penegakan disiplin dan kepatuhan pegawai terhadap SOP merupakan tanggung jawab dari internal bank,” terangnya.

Sementara itu, bank BNI tentunya ikut dirugikan oleh oknum pegawai yang melakukan tindakan melanggar ketentuan internalnya.

“Sehingga termasuk hal ini yang dilaporkan,” tutur Anto kepada Kontan, Minggu (12/9/2021).

Ia juga menjelaskan kalau OJK itu berfungsi memastikan sistem pengendalian internal berjalan. Sehingga dalam perlu diurai betul-betul.

“Sehingga kasus yang terjadi ini tidak bisa digeneralisir tetapi dari aspek pengawasan, masalah kejadian itu menjadi penilaian dan wajib ada perbaikan mengenai SOP. Juga mitigasinya termasuk aspek perlindungan konsumennya,” terangnya.

Polisi ringkus oknum pegawai

Tak berlangsung lama setelah berbagai pihak mendesak Mabes Polri agar bertindak tegas dalam perkara tersebut.

Pada Minggu, 12 September 2021, kepolisian meringkus oknum pegawai BNI yang diduga terlibat dalam kasus penggelapan uang nasabah sebesar Rp 45 miliar di Makassar.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika menegaskan kalau si pelaku telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan kerugian nasabah BNI.

Bahkan Polri juga sudah menetapkan oknum tersebut sebagai tersangka dalam perkara tersebut

“Pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka, pelakunya berinisial MBS, pelaku langsung dilakukan penahanan,” kata Helmy Santika kepada Kompas. (**)

- Advertisement -
- Advertisement -

Nasional

Ini Harapan Presiden Jokowi di Hari Santri Nasional 2021

IDEAtimes.id, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan pesantren dan para santri dapat semakin berperan dalam kemajuan ekonomi...

Nurdin Abdullah Tiga Kali Terima Uang, Total Rp 5,4 Miliar

IDEAtimes.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) tersangka korupsi proyek. Disinyalir, Nurdin Abdullah telah menerima uang sebesar Rp....

Breaking News : Gubernur Sulsel Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

IDEAtimes.i,d, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan 3 tersangka kasus OTT di Sulsel, Sabtu, (27/2/2021) kemarin. Penetapan ini dilakukan usai melakukan penyidikan Sabtu,...

Menkumham : SK Versi Fajriansyah Sudah Diblokir, Kalau Ada yang Gunakan Laporkan

IDEAtimes.id, JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menemui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Rabu, (11/11/2020). Dalam pertemuan ini, KNPI dan Menkumham membahas...

Kapolri Perintahkan Seluruh Anggota Polisi Lakukan Tes Urine

IDEAtimes.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) segera melakukan tes urine kepada seluruh anggota polisi. Hal itu berkaitan dengan pasca...
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -