Jumat, Mei 24, 2024

Pandemi Belum Berakhir, Pilkada Serentak Diundur Hingga 2021

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimes.id, Jakarta;- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman mengatakan pelaksanaan Pilkada serentak bisa diundur hingga 2021.

Kata Arief, pelaksanaan pilkada tergantung pada kondisi pandemi covid-19 yang terus dilakukan pemerintah.

Menurutnya, KPU saat ini sudah menyusun dua skenario baru yaitu menunda pilkada pada maret 2021 atau September 2021.

“KPU tak bisa perkirakan bencana ini akan selesai kapan maka KPU keluarkan opsi berikutnya. Apabila tidak selesai dalam waktu yang kita perkirakan maka diberi dua opsi dua yaitu maret 2021, tapi kalau tak selesai juga maka opsi kedua September 2021.”Kata Arief Budiman dalam diskusi Online Syarikat Islam (SI) minggu, 17/5.

Pertimbangan penundaan pilkada hingga 2021 kata Arief, karena status tanggap darurat corona yang ditetapkan BNPB hingha 29 mei.

Jika status itu dicabut, maka pilkada bulan desember bisa di gelar.

“Jadi besok (29 Mei) harus berakhir sehingga 30 Mei bisa mulai tahapan sosialisasi, aktifkan kembali badan adhoc, dan tahapan lain yang ditunda untuk dilanjutkan,” terang Arief.

Tapi jika 29 Mei status tanggap darurat masih diperpanjang, PSBB masih diberlakukan, dan kurva pandemi masih naik atau turun, maka KPU tidak berani ambil risiko menggelar Pilkada di tengah corona.

“Kalau syarat itu tidak terpenuhi, maka tak bisa diselenggarakan Desember. Maka opsi kedua Maret 2021,” lanjutnya.

Syarat untuk menggelar Pilkada bulan Maret 2021 adalah pandemi harus selesai bulan Agustus 2020, termasuk PSBB sudah dicabut. Karena KPU harus mempersiapkan banyak tahapan yang melibatkan banyak petugas dan masyarakat sebelum pencoblosan.

“Kalau Agustus belum bisa, maka akan menuju opsi 3 September 2021. Kalau ini ruang akan lebih longgar tersedia karena tahapan dimulai Februari 2021, artinya mungkin saja semua pemulihan sudah normal. Pemulihan ekonomi, transportasi, dan lainnya,” ucap Arief.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Perppu Nomor 2/2020 untuk menunda Pilkada Serentak di 270 daerah, dari semula pencoblosan pada 23 September menjadi Desember 2020.(**)

Terkini

Kembalikan Formulir di Demokrat, Danny Pomanto Berharap Diusung di Pilgub Sulsel

IDEAtimes.id, MAKASAR - Partai Demokrat kembali ingin mengulang sejarah meraih kemenangan bersama Moh Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny Pomanto...
Terkait

IDEAtimes.id, Jakarta;- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman mengatakan pelaksanaan Pilkada serentak bisa diundur hingga 2021.

Kata Arief, pelaksanaan pilkada tergantung pada kondisi pandemi covid-19 yang terus dilakukan pemerintah.

Menurutnya, KPU saat ini sudah menyusun dua skenario baru yaitu menunda pilkada pada maret 2021 atau September 2021.

“KPU tak bisa perkirakan bencana ini akan selesai kapan maka KPU keluarkan opsi berikutnya. Apabila tidak selesai dalam waktu yang kita perkirakan maka diberi dua opsi dua yaitu maret 2021, tapi kalau tak selesai juga maka opsi kedua September 2021.”Kata Arief Budiman dalam diskusi Online Syarikat Islam (SI) minggu, 17/5.

Pertimbangan penundaan pilkada hingga 2021 kata Arief, karena status tanggap darurat corona yang ditetapkan BNPB hingha 29 mei.

Jika status itu dicabut, maka pilkada bulan desember bisa di gelar.

“Jadi besok (29 Mei) harus berakhir sehingga 30 Mei bisa mulai tahapan sosialisasi, aktifkan kembali badan adhoc, dan tahapan lain yang ditunda untuk dilanjutkan,” terang Arief.

Tapi jika 29 Mei status tanggap darurat masih diperpanjang, PSBB masih diberlakukan, dan kurva pandemi masih naik atau turun, maka KPU tidak berani ambil risiko menggelar Pilkada di tengah corona.

“Kalau syarat itu tidak terpenuhi, maka tak bisa diselenggarakan Desember. Maka opsi kedua Maret 2021,” lanjutnya.

Syarat untuk menggelar Pilkada bulan Maret 2021 adalah pandemi harus selesai bulan Agustus 2020, termasuk PSBB sudah dicabut. Karena KPU harus mempersiapkan banyak tahapan yang melibatkan banyak petugas dan masyarakat sebelum pencoblosan.

“Kalau Agustus belum bisa, maka akan menuju opsi 3 September 2021. Kalau ini ruang akan lebih longgar tersedia karena tahapan dimulai Februari 2021, artinya mungkin saja semua pemulihan sudah normal. Pemulihan ekonomi, transportasi, dan lainnya,” ucap Arief.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Perppu Nomor 2/2020 untuk menunda Pilkada Serentak di 270 daerah, dari semula pencoblosan pada 23 September menjadi Desember 2020.(**)

spot_img
Terkini

Kembalikan Formulir di Demokrat, Danny Pomanto Berharap Diusung di Pilgub Sulsel

IDEAtimes.id, MAKASAR - Partai Demokrat kembali ingin mengulang sejarah meraih kemenangan bersama Moh Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny Pomanto...

Berita Lainnya

spot_img