Senin, Mei 20, 2024

Tambang Emas Ilegal di Sungai Suso Luwu Berpotensi Hadirkan Banjir Bandang

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimes.id, LUWU – Kehadiran Tambang Ilegal di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu terus menjadi perhatian masyarakat.

Pasalnya, tambang ilegal tersebut berada di bantaran sungai Suso, yang di mana kehadirannya telah menganggu air baku PDAM Luwu.

Tak hanya PDAM, bahkan air sungai Suso juga terancam tidak layak konsumsi, bahkan untuk mandi sekalipun.

Melihat kondisi itu, Aliansi Rakyat Untuk Selamatkan Sungai Suso (ARUSS) terus melakukan upaya perlawanan untuk menghentikan tambang ilegal itu.

Baso S.H, selaku bagian dari Aliansi ARUSS mengungkapkan, pemerintah kabupaten Luwu harus segera mencari alternatif untuk air baku PDAM.

“Kalau informasi yang kami terima itu benar bahwa penambangan ilegal ini menggunakan merkuri maka air sungai Suso tidak layak konsumsi, bahkan untuk kebutuhan mandi sekalipun.” ucap Baso dikutip dari lama Facebooknya, Sabtu, (28/1/2023).

Berdasarkan informasi, sekitar 4000 pelanggan PDAM di Luwu terancam mengkonsumsi air baku yang diduga tercemari oleh merkuri.

“Pemerintah Daerah juga harus menyiapkan ganti rugi akibat tercemarnya air yang dikonsumsi oleh pelanggan.” jelas dia.

Tak hanya itu, lebih lanjut Baso mengatakan jika ancaman banjir bandang juga menghantui masyarakat di sekitar bantaran sungai Suso kibat penambangan ilegal itu.

“Selain persoalan mercuri, masyarakat juga harus siap menghadapi banjir bandang. Tingginya sedimentasi di sungai akan berdampak pada tingginya luapan air ke pemukiman dan lahan pertanian.” tegasnya.

“Ya itu dari rekaman di lapangan baik melalui darat ataupun udara, terlihat tumpukan bekas tambang dalam jumlah banyak, pada saat musim hujan ke depan, tumpukan itu berpeluang memicu banjir bandang atau menambah sedimentasi di sungai.” tandas Baso.

Untuk diketahui, ARUSS merupakan aliansi masyarakat sekitar yang mengumpul berbagai aktivisi, pemerhati lingkungan, LSM hingga NGO untuk mengawal tambang ilegal tersebut. (*)

Terkini

Ketua DPRD Sulsel Berikan Lukisan untuk Bahtiar Baharuddin Karya Armin Toputiri

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan kepada mantan PJ Gubernur Sulsel,...
Terkait

IDEAtimes.id, LUWU – Kehadiran Tambang Ilegal di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu terus menjadi perhatian masyarakat.

Pasalnya, tambang ilegal tersebut berada di bantaran sungai Suso, yang di mana kehadirannya telah menganggu air baku PDAM Luwu.

Tak hanya PDAM, bahkan air sungai Suso juga terancam tidak layak konsumsi, bahkan untuk mandi sekalipun.

Melihat kondisi itu, Aliansi Rakyat Untuk Selamatkan Sungai Suso (ARUSS) terus melakukan upaya perlawanan untuk menghentikan tambang ilegal itu.

Baso S.H, selaku bagian dari Aliansi ARUSS mengungkapkan, pemerintah kabupaten Luwu harus segera mencari alternatif untuk air baku PDAM.

“Kalau informasi yang kami terima itu benar bahwa penambangan ilegal ini menggunakan merkuri maka air sungai Suso tidak layak konsumsi, bahkan untuk kebutuhan mandi sekalipun.” ucap Baso dikutip dari lama Facebooknya, Sabtu, (28/1/2023).

Berdasarkan informasi, sekitar 4000 pelanggan PDAM di Luwu terancam mengkonsumsi air baku yang diduga tercemari oleh merkuri.

“Pemerintah Daerah juga harus menyiapkan ganti rugi akibat tercemarnya air yang dikonsumsi oleh pelanggan.” jelas dia.

Tak hanya itu, lebih lanjut Baso mengatakan jika ancaman banjir bandang juga menghantui masyarakat di sekitar bantaran sungai Suso kibat penambangan ilegal itu.

“Selain persoalan mercuri, masyarakat juga harus siap menghadapi banjir bandang. Tingginya sedimentasi di sungai akan berdampak pada tingginya luapan air ke pemukiman dan lahan pertanian.” tegasnya.

“Ya itu dari rekaman di lapangan baik melalui darat ataupun udara, terlihat tumpukan bekas tambang dalam jumlah banyak, pada saat musim hujan ke depan, tumpukan itu berpeluang memicu banjir bandang atau menambah sedimentasi di sungai.” tandas Baso.

Untuk diketahui, ARUSS merupakan aliansi masyarakat sekitar yang mengumpul berbagai aktivisi, pemerhati lingkungan, LSM hingga NGO untuk mengawal tambang ilegal tersebut. (*)

spot_img
Terkini

Ketua DPRD Sulsel Berikan Lukisan untuk Bahtiar Baharuddin Karya Armin Toputiri

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan kepada mantan PJ Gubernur Sulsel,...

Berita Lainnya

spot_img