IDEAtimes.id, MAKASSAR – Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar angkat bicara terkait penunjukan Anzar Makkuasa sebagai Ketua IKA Kota Makassar.
Zul Majjaga, yang merupakan alumni Fakultas Hukum (FH) UMI Makassar mengaku menolak keras atas penunjukan tersebut.
“Keputusan menunjuk dia (Anzar Makkuasa) sebagai Ketua IKA UMI kOta Makassar adalah keputusan yang memalukan.” ungkap Zul sapaan akrabnya, Senin, (27/3/2023) di Warkop Bilangan Boulevard, Kota Makassar.
Zul menilai, keputusan untuk menunjuk Anzar Makkuasa sebagai ketua IKA adalah kekeliruan fatal bagi alumni terlebih pada pengurus IKA pusat.
Pasalnya, Anzar dianggap tidak memiliki darah yang asli dari kampus Swasta terbaik di Indonesia Timur itu.
“Ketua IKA itu sejatinya adalah yang jelas darahnya atau DNAnya dalam artian dia memulai perkuliahan di kampus UMI dari Strata Satu. Nah bagi Anzar tidak memiliki itu sehingga tidak layak menyandang status ketua.” tegas Zul.
Wakil Ketua KNPI Sulawesi Selatan ini pun meminta Ketua Pengurus Pusat (PP) IKA UMI Zulkarnain Arief untuk segera meninjau kembali keputusan tersebut.
Dirinya juga menyarankan agar pengurus pusat memfasilitasi IKA UMI Kota Makassar untuk segera melakukan musyawarah sehingga bisa menunjuk orang yang tepat.
“Kita ini tidak kekurangan stok alumni UMI yang betul-betul punya darah asli UMI. Masa harus dari alumni lain yang memimpin. Kan bikin malu.” tandasnya.
Sebelumnya Anzar Makkuasa melalui postingan faecbooknya mengucapkan terima kasih telah diberi amanah sebagai Ketua IKA UMI Kota Makassar.
“Terima kasih atas amanahnya sebagai Ketua IKA UMI Kota Makassar bertepatan awal Ramadhan 1444 H. Penyerahan mandat oleh Bapak Ir. H. Zulkarnain Arief., M.Sci.” tulis Anzar dikutip dari laman Facebooknya. (*)