Minggu, April 14, 2024

Viral Anggota DPRD Sulsel JRM Ajak Buka Puasa dengan Babi Guling

Terkait
spot_img

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Jhon Rende Mangontan (JRM) mendadak jadi perbincangan.

Pasalnya, politisi Golkar asal Toraja itu diduga melecehkan umat Islam setelah memposting ajakan bukber di salah satu grup WhatsApp.

Dalam postingannya, JRM akronimnya mengunggah foto gambar babi guling dibarengi caption “Buka Puasa Yuk”.

Dari hasil tangkapan layar yang diterima redaksi, unggahan tersebut diposting di grup Pilkada dan Pileg Toraja 2024.

Atas kejadian ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Tana Toraja mengecam kelakuan wakil rakyat dari Golkar itu.

Ketua MUI Tana Toraja, Kyai Haji Zainal Muttaqin mengatakan tindakan intoleran tersebut sangat melukai ummat muslim yang sementara menjalankan ibadah puasa bulan suci Ramadhan

“Itu yang disesalkan oleh kita semua, karena dia seorang wakil rakyat di tingkat provinsi, dan dia juga seorang tokoh di Toraja dan membuat statement seperti itu, sangat menusuk dan sangat mencederai hati umat Islam khususnya,” ujarnya kepada wartawan di Masjid Raya Makale, Kelurahan Bombongan, seusai pertemuan dengan ormas Islam dilansir dari ramapos.com, Rabu, (20/3).

Sementara itu, JRM yang dihubungi terkait postingan tersebut memberi klarifikasi jika tak ada niat melecehkan atau menghina umat muslim.

“Jadi intinya kami bahas survei baik poling dan survei menyangkut Pilkada dan kami bawa dalam candaan kalau tidak salah tujuh orang dan candaan itu cair dan hidup lalu saya kirim babi guling dan tulis buka puasa.” ungkap JRM kepada ideatimes, Rabu, (20/3).

“Tapi tidak ada bahasa saya tentang saudara saya muslim karena puasa dikenal juga di agama Kristen apalagi dalam suasana menyambut Paskah.” jelasnya.

Politisi Golkar ini berdalih, dalam agama yang dianutnya, umat kristiani juga menjalankan puasa.

“Kami orang Kristen juga menjalankan Puasa apalagi dalam menyambut hari Paskah dikenal Puasa 40 hari yakni tanggal 14 Pebruari hingga tgl 30 Maret dan yang paling tertib laksanakan adalah umat Katolik dan Pantekosta sedangkan Protestan banyak juga ynag laksanakan sedangkan ada juga yang laksanakan Puasa Mingguan dan Bulanan.” terangnya.

“Tapi saat kami diskusi tiba-tiba ada satu anggota muncul marah padahal beliau tidak mengikuti percakapan atau candaan kami tapi saya masih bilang kok tiba-tiba nongol langsung marah? Saya menjawab juga bahwa kalau tersinggung saya minta maaf tapi jujur saya tidak ada niat kesitu? Dan ingat Puasa bukan cuman kaum muslimin tapi di Kristen juga apalagi dalam suasana menyambut Paskah ini banyak orang Kristen Puasa menyambut Paskah.” tuturnya.

Lanjut dia, dirinya juga mengaku telah menjelaskan maksud dari postingannya tersebut di grup WA.

“Saya japri (Jalur Pribadi) lagi tujuannya agar beliau mengerti dan saat itu beliau sdh paham dan saya anggap clear.” terangnya.

Namun ia mengaku kaget saat percakapan yang ia lakukan didalam grup terbatas beredar luas.

“Padahal kita sama – sama ketahui bahwa group WA adalah percakapan terbatas yang tidak masuk rana UU ITE, berbeda dengan FB, X, atau IG. Whatsaap dianggap sebagai group privat.” imbuhnya.

“Tapi agar tidak diperpanjang dan dalam menyambut bulan suci Ramadan serra menyambut Paskah saya secara pribadi mohon maaf yang sebesar besarnya atas kekhilafan saya yang membuat saudara dan orang tua saya kaum muslim memunculkan amarah pada saya harapan saya semoga ini pembelajaran yang sangat berharga bagi saya dan kita semua.” harapnya.

Dia pun menyampaikan jika saat ini dirinya masih berfokus untuk menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat.

“Mari kita tetap menjaga kerukunan umat beragama krn apapun alasannya masih bayak tugas dan tanggung jawab kita untuk membangun kebersamaan dan saya pribadi masih banyak tugas dan tanggung jawab saya untuk menyelesaikan janji politik saya hingga berakhir di tahun ini semoga janji politik saya untuk memperjuangkan masih beberapa rumah ibadah termasuk masjid akan saya tuntaskan.” tegasnya.

“Akhir kata selamat menjalankan bulan Suci Ramadan bagi seluruh saudara-sudaraku dan orang tuaku yang beragama islam dan selamat menjalankan ibadah Puasa 40 hari menyambut Paskah bagi umat Kristiani semoga Damai sejahtera selalu bagi kita semua.” tutupnya. (*)

spot_img
Terkini

Pendeta Musa Sebut IAS Sosok Rendah Hati dan Ramah

IDEAtimes.id, TORAJA - Karakter kepemimpinan Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) saat menjabat wali kota Makassar 2004-2014 ternyata begitu membekas...
Terkait

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Jhon Rende Mangontan (JRM) mendadak jadi perbincangan.

Pasalnya, politisi Golkar asal Toraja itu diduga melecehkan umat Islam setelah memposting ajakan bukber di salah satu grup WhatsApp.

Dalam postingannya, JRM akronimnya mengunggah foto gambar babi guling dibarengi caption “Buka Puasa Yuk”.

Dari hasil tangkapan layar yang diterima redaksi, unggahan tersebut diposting di grup Pilkada dan Pileg Toraja 2024.

Atas kejadian ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Tana Toraja mengecam kelakuan wakil rakyat dari Golkar itu.

Ketua MUI Tana Toraja, Kyai Haji Zainal Muttaqin mengatakan tindakan intoleran tersebut sangat melukai ummat muslim yang sementara menjalankan ibadah puasa bulan suci Ramadhan

“Itu yang disesalkan oleh kita semua, karena dia seorang wakil rakyat di tingkat provinsi, dan dia juga seorang tokoh di Toraja dan membuat statement seperti itu, sangat menusuk dan sangat mencederai hati umat Islam khususnya,” ujarnya kepada wartawan di Masjid Raya Makale, Kelurahan Bombongan, seusai pertemuan dengan ormas Islam dilansir dari ramapos.com, Rabu, (20/3).

Sementara itu, JRM yang dihubungi terkait postingan tersebut memberi klarifikasi jika tak ada niat melecehkan atau menghina umat muslim.

“Jadi intinya kami bahas survei baik poling dan survei menyangkut Pilkada dan kami bawa dalam candaan kalau tidak salah tujuh orang dan candaan itu cair dan hidup lalu saya kirim babi guling dan tulis buka puasa.” ungkap JRM kepada ideatimes, Rabu, (20/3).

“Tapi tidak ada bahasa saya tentang saudara saya muslim karena puasa dikenal juga di agama Kristen apalagi dalam suasana menyambut Paskah.” jelasnya.

Politisi Golkar ini berdalih, dalam agama yang dianutnya, umat kristiani juga menjalankan puasa.

“Kami orang Kristen juga menjalankan Puasa apalagi dalam menyambut hari Paskah dikenal Puasa 40 hari yakni tanggal 14 Pebruari hingga tgl 30 Maret dan yang paling tertib laksanakan adalah umat Katolik dan Pantekosta sedangkan Protestan banyak juga ynag laksanakan sedangkan ada juga yang laksanakan Puasa Mingguan dan Bulanan.” terangnya.

“Tapi saat kami diskusi tiba-tiba ada satu anggota muncul marah padahal beliau tidak mengikuti percakapan atau candaan kami tapi saya masih bilang kok tiba-tiba nongol langsung marah? Saya menjawab juga bahwa kalau tersinggung saya minta maaf tapi jujur saya tidak ada niat kesitu? Dan ingat Puasa bukan cuman kaum muslimin tapi di Kristen juga apalagi dalam suasana menyambut Paskah ini banyak orang Kristen Puasa menyambut Paskah.” tuturnya.

Lanjut dia, dirinya juga mengaku telah menjelaskan maksud dari postingannya tersebut di grup WA.

“Saya japri (Jalur Pribadi) lagi tujuannya agar beliau mengerti dan saat itu beliau sdh paham dan saya anggap clear.” terangnya.

Namun ia mengaku kaget saat percakapan yang ia lakukan didalam grup terbatas beredar luas.

“Padahal kita sama – sama ketahui bahwa group WA adalah percakapan terbatas yang tidak masuk rana UU ITE, berbeda dengan FB, X, atau IG. Whatsaap dianggap sebagai group privat.” imbuhnya.

“Tapi agar tidak diperpanjang dan dalam menyambut bulan suci Ramadan serra menyambut Paskah saya secara pribadi mohon maaf yang sebesar besarnya atas kekhilafan saya yang membuat saudara dan orang tua saya kaum muslim memunculkan amarah pada saya harapan saya semoga ini pembelajaran yang sangat berharga bagi saya dan kita semua.” harapnya.

Dia pun menyampaikan jika saat ini dirinya masih berfokus untuk menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat.

“Mari kita tetap menjaga kerukunan umat beragama krn apapun alasannya masih bayak tugas dan tanggung jawab kita untuk membangun kebersamaan dan saya pribadi masih banyak tugas dan tanggung jawab saya untuk menyelesaikan janji politik saya hingga berakhir di tahun ini semoga janji politik saya untuk memperjuangkan masih beberapa rumah ibadah termasuk masjid akan saya tuntaskan.” tegasnya.

“Akhir kata selamat menjalankan bulan Suci Ramadan bagi seluruh saudara-sudaraku dan orang tuaku yang beragama islam dan selamat menjalankan ibadah Puasa 40 hari menyambut Paskah bagi umat Kristiani semoga Damai sejahtera selalu bagi kita semua.” tutupnya. (*)

spot_img
Terkini

Pendeta Musa Sebut IAS Sosok Rendah Hati dan Ramah

IDEAtimes.id, TORAJA - Karakter kepemimpinan Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) saat menjabat wali kota Makassar 2004-2014 ternyata begitu membekas...

Berita Lainnya

spot_img