IDEAtimes.id, OPINI – Akbar Idris, Nama seorang anak muda aktivis dari negeri Phinisi Bulukumba, mengadu nasib di Ibukota Jakarta sebagai Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).
Suatu hari “kepleset” meneruskan sebuah flyer dengan narasi dugaan sebuah kasus korupsi di Bulukumba yang akhirnya berujung pada pelaporan kepolisian oleh Sang Bupati.
Atas laporan itu, Akbar Idris lalu di minta untuk melakukan permintaan maaf secara terbuka di media, diapun melakukan itu sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kelalaiannya meneruskan sebuah flyer yang bukan dari ciptaan tangannya.
Pun melalui mediasi beberapa pihak pernah bertemu dengan sang Bupati untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung dengan harapan Sang Bupati memaafkan dan mencabut laporan kepolisian atas Akbar Idris.
Malang nasib baginya, Sang Bupati tidak bergeming dengan segala upaya yang dilakukan oleh Akbar Idris dan tetap melanjutkan laporan itu sampai ke pengadilan.
Kader HMI Cabang Makassar ini harus menjalani segala proses hukum di Pengadilan Negeri Bulukumba. Di tengah proses hukum yang dia jalani, Ayahnya shock dan harus kembali kepangkuan ilahi rabbi, jadilah dia anak yatim piatu dan tulang punggung keluarga untuk adik-adiknya.
Hari hari ini (29-4-2024) di pengadilan negeri Bulukumba, hakim menjatuhkan padanya pidana penjara 1,6 Tahun (18 Bulan) yang sebelumnya Jaksa menuntutnya 1 Tahun hukuman penjara.
Siapa Akbar Idris? tentu masih banyak kader HMI dan alumni HMI yang tidak mengenali anak ini, akan tetapi tidak sedikit pula yang mengenali dirinya.
Dia anak yang baik, pergaulannya luas, dia penjaga mata air perkaderan HMI di Sulawesi Selatan. Bahkan saat ber PB HMI dia berkeliling cabang-cabang di Nusantara untuk mengawal proses perkaderan.
Akbar Idris, malang nasibmu adinda, di proses mu ini, sepertinya kami (alumni HMI) dan kader HMI se Indonesia lebih khusus lagi di Sulawesi Selatan luput dan tidak akan peduli dengan dirimu, siapa yang akan peduli, itu urusan pribadimu, tidak akan ada yang marah dan membelamu, apalagi kader dan alumni HMI.
Pun setelah kejadian ini, mungkin akan ada lagi Akbar Idris yang lain dan mengalami nasib yang sama dengan dirimu, Ya tidak akan ada yang peduli, nama besar Kader HMI yang ada pada dirimu hanya omong kosong dan sudah “Mati”.
Maafkan kami, selamat menjalani hari-hari mu yang malang di balik jeruji Besi. Dan selamat pula untuk Sang Bupati, Anda “MENANG”.
Oleh : Ilhamzah Karlo (Alumni HMI)