IDEAtimes.id, MAKASSAR – Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan periode 2020-2025 dibawah kepemimpinan Andi Iwan Aras disorot.
Selama lima tahun kepengurusan, Kadin Sulsel dianggap tidak punya dampak sama sekali terhadap pelaku usaha khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Padahal, kehadiran Kadin dianggap sebagai salah satu jembatan bagi para pelaku usaha untuk berkembang lebih besar.
Salah satu pelaku UMKM di Luwu Utara Rival Pasau mengatakan, selama ini ia tidak melihat ada peran Kadin terhadap pelaku usaha.
Padahal kata dia, pelaku usaha seperti dirinya sangat membutuh organisasi seperti Kadin untuk mengembangkan usaha yang ia rintis.
“Kalau secara kasat mata memang tidak ada kita lihat bahkan untuk Kadin Luwu Utara atau pun Sulsel. Padahal kita perlu dukungannya.” ungkap pria akrab disapa RVP itu, Kamis, (23/4).
Seharusnya, lanjut Rival, Kadin menjadi jembatan untuk seluruh pelaku usaha di Sulawesi Selatan baik yang berstatus anggota atau belum.
“Kadin kalau benar-benar jadi jembatan tentu ekonomi di Sulsel juga akan membaik, di 24 kabupaten kota, ekonomi masyarakat hidup.” jelasnya.
Lebih jauh, Rival melihat perkembangan Kadin pusat yang kini semakin aktif dalam menghidupkan pelaku usaha.
Menurutnya, Kadin di daerah termasuk Sulsel harus mengikuti apa yang dilakukan oleh pengurus pusat.
“Harapan kita bagaimana benar-benar Kadin hadir terhadap pelaku usaha.” tutupnya.
Senada itu, salah satu pelaku usaha di kota Makassar Rajib juga menyoroti kepengurusan Kadin Sulsel.
Rajib menilai, selama ini dirinya melihat Kadin hanya sebagai organisasi yang mati suri.
“Saya tahu soal Kadin karena selama ini saya sering ketemu anggota-anggota Kadin, dan memang selama ini tidak aktif, tidak ada kegiatan yang menguntungkan bagi pengusah.” sebutnya. (*)