Kamis, Juli 2, 2026

Warga Bone-Bone Luwu Utara Tolak Kehadiran Indomaret, Ini Alasannya 

Terkait

IDEAtimes.id, LUWU UTARA – Rencana pendirian minimarket Indomaret di wilayah lorong pedesaan, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, menuai sorotan dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Penolakan keras datang dari kalangan pemuda. Salah satunya Akmal, yang akrab disapa Gonrong.

Ia menilai kehadiran jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart bukan menjadi solusi ekonomi, melainkan ancaman bagi pelaku usaha kecil.

“Kalau Indomaret berdiri di lorong pedesaan, usaha kecil dan menengah bisa mati pelan-pelan. Padahal UMKM selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga,” tegas Akmal, Rabu, (29/4).

Menurutnya, ritel modern memiliki kekuatan modal dan strategi pemasaran yang jauh lebih besar dibandingkan warung tradisional.

Promosi besar-besaran, potongan harga, serta kelengkapan produk dinilai akan menggeser kebiasaan masyarakat berbelanja di warung lokal.

Akmal juga mempertanyakan sikap pemerintah daerah terkait masuknya gerai ritel modern ke wilayah pedesaan.

“Bagaimana upaya pemerintah daerah menyikapi persoalan ini? Ke mana pelaku usaha kecil harus mengadu?” ujarnya.

Ia menambahkan, warung bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat di tengah masyarakat.

“Warung itu ruang kebersamaan. Tempat orang saling menyapa, bercerita, bahkan saling membantu. Kalau semua kebutuhan tersentral di minimarket, nilai kebersamaan itu bisa hilang,” tambahnya.

Keresahan Warga Menguat
Penolakan yang disuarakan Akmal sejalan dengan keresahan para pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.

Sejumlah pemilik warung mengaku khawatir pendapatan mereka akan menurun drastis jika minimarket modern mulai beroperasi.

“Kami sudah membangun usaha ini dari nol. Kalau ada Indomaret, bisa-bisa usaha kami gulung tikar karena pendapatan pasti berkurang,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Akmal pun mendesak pemerintah daerah, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk memberikan penjelasan resmi terkait rencana tersebut.

Ia meminta agar pemerintah tidak tutup mata terhadap dampak kehadiran ritel modern di lorong pedesaan, terlebih pembangunan gerai disebut sudah mulai berjalan.

Meski demikian, Akmal menegaskan dirinya tidak menolak investasi.

Namun ia berharap ada pembatasan dan regulasi yang berpihak pada pelaku usaha kecil.

“Kami tidak anti-investor. Tapi jangan sampai investasi hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat kecil menjadi korban,” pungkasnya. (*)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Terkini

Senyum Manis Bupati Luwu Sambut Kepulangan Jemaah Haji 1448 H/2026 M Kloter 42, Kembali dengan Penuh Syukur

IDEAtimes.id, LUWU - Suasana haru dan bahagia menyelimuti Rumah Jabatan Bupati Luwu saat ratusan keluarga menyambut kepulangan Jemaah Haji Kabupaten...
Terkait
Terkini

Senyum Manis Bupati Luwu Sambut Kepulangan Jemaah Haji 1448 H/2026 M Kloter 42, Kembali dengan Penuh Syukur

IDEAtimes.id, LUWU - Suasana haru dan bahagia menyelimuti Rumah Jabatan Bupati Luwu saat ratusan keluarga menyambut kepulangan Jemaah Haji Kabupaten...

Berita Lainnya