IDEAtimes.id, MAKASSAR – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar mendesak Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin segera mencopot Andi Taufiq Aris (ATA) dari jabatannya sebagai Dewan Pengawas Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar.
Desakan tersebut menyusul mencuatnya dugaan keterlibatan ATA dalam isu jual beli jabatan kepala sekolah yang belakangan menjadi sorotan publik.
Polemik itu juga telah mendapat perhatian dari Inspektorat Kota Makassar dan DPRD Kota Makassar.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD KNPI Kota Makassar, Syamsul Bahri Majjaga, mengatakan Wali Kota harus menunjukkan komitmennya dalam menuntaskan polemik tersebut dengan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang namanya ikut terseret.
Menurut pria yang akrab disapa Zul itu, penonaktifan ATA dari jabatan Dewan Pengawas PDAM menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga integritas birokrasi sekaligus memastikan pelayanan publik tidak terdampak oleh polemik yang berkembang.
“Kalau memang Wali Kota serius mengatensi kasus ini, harusnya ATA dicopot segera. Bukan hanya untuk menjaga nama baik Wali Kota, tetapi juga menjaga kredibilitas PDAM,” kata Zul, Rabu, (01/7).
“Semakin dibiarkan maka praktek ini bisa makin meluas di pemerintahan, harusnya dicopot dulu, kalau pun hasil penyelidikan nanti bukan ATA itu yang dimaksud maka bisa kembali diaktifkan.” tambahnya.
Ia menilai, selama isu tersebut masih bergulir, keberadaan ATA di jajaran Dewan Pengawas dikhawatirkan dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola PDAM Kota Makassar.
Selain itu, Zul menegaskan langkah pencopotan juga menjadi pesan bahwa pemerintahan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Pencopotan itu penting untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Munafri-Aliyah benar-benar berkomitmen menciptakan pemerintahan yang bersih dan tidak memberikan ruang bagi dugaan praktik KKN,” tegasnya. (*)