Selasa, April 16, 2024

PT Vale Indonesia Hentikan Operasi, Luwu Timur Terancam Kehilangan APBD Rp 200 Miliar

Terkait
spot_img

IDEAtimes.id, Makassar;- Perusahaan yang bergerak di Pertambangan yakni PT Vale Indonesia menghentikan Operasinya.

Hal ini dilakukan akibat adanya wabah virus covid-19 yang dianggap mengancam seluruh pekerja tambang.

Melalui rilisnya, Jumat, 8/5/2020, Deputy CEO PT Vale Febriany Eddi mengatakan dampak pandemi ini membahayakan kesehatan dan keselamatan kerja, maka PT Vale menyiapkan skenario pengurangan produksi bahkan penghentian produksi.

Vale SA saat ini telah memutuskan untuk menghentikan produksi dan menerapkan mode perawatan dan pemeliharaan selama empat minggu pada bagian operasi lain di Voisey’s Bay Canada.

Dan apabila keputusan tersebut benar diberlakukan Indonesia, Maka Potensi APBD Kabupaten Luwu Timur, Sulsel terancam hilang 15 persen atau sekitar 200 miliar.

Selain itu, ada sekitar 3.000 karyawan, 7.000 kontraktor dan sebanyak 137 supplier lokal memiliki potensi terdampak dari keputusan itu.

Namun PT Vale menyadari bahwa keputusan pengurangan produksi atau shutdown ini nantinya bukanlah suatu keputusan yang mudah karena operasi PT Vale di Sorowako masih sangat berpengaruh terhadap aspek sosial ekonomi setempat.

Sehingga PT Vale mempunyai tanggung jawab sosial untuk terus beroperasi dengan aman.

Hingga akhir Kuartal I-2020, kinerja operasional PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) masih baik. Hal tersebut tercermin pada pencapaian target produksi Kuartal I-2020 sebanyak 17.614 ton Nikel dalam Matte. Kabupaten Luwu Timur sendiri, juga mendapatkan pasokan listrik sebesar 10,7 MW dari PLTA milik PT Vale Indonesia.

“Sampai saat ini, faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan lebih pada harga nikel yang terkoreksi yang mempengaruhi pendapatan, namun di lain sisi biaya produksi membaik karena harga minyakyang lebih rendah,” tambah Febriany Eddy.

PT Vale sampai saat ini juga masih menjalankan operasionalnya sesuai target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2020 dengan mempertahankan angka produksi seperti tahun 2019 yakni 71 ribu ton.

Meski demikian, PT Vale tetap memperhatikan kondisi aktual di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung yang belum dapat diprediksi kapan berakhirnya. Salah satunya adalah dengan menyiapkan perencanaan keberlangsungan bisnis untuk mengantisipasi dampak yang lebih serius terhadap operasional bila pandemi terjadi berkepanjangan.

Sampai saat ini, PT Vale juga masih dapat menjaga agar lini produksi terutama operasi tambang dan smelter tetap berjalan dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan pekerja serta lingkungan.(*)

spot_img
Terkini

Istri – Menantu Wali Kota Danny Muncul di Pilwakot Makassar, Pengamat : Apa yang Sudah Dikerjakan ?

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Indira Jusuf Ismail Istri Wali Kota Makassar Danny Pomanto masuk dalam bursa Pilwalkot Makassar 2024. Nama ketua...
Terkait

IDEAtimes.id, Makassar;- Perusahaan yang bergerak di Pertambangan yakni PT Vale Indonesia menghentikan Operasinya.

Hal ini dilakukan akibat adanya wabah virus covid-19 yang dianggap mengancam seluruh pekerja tambang.

Melalui rilisnya, Jumat, 8/5/2020, Deputy CEO PT Vale Febriany Eddi mengatakan dampak pandemi ini membahayakan kesehatan dan keselamatan kerja, maka PT Vale menyiapkan skenario pengurangan produksi bahkan penghentian produksi.

Vale SA saat ini telah memutuskan untuk menghentikan produksi dan menerapkan mode perawatan dan pemeliharaan selama empat minggu pada bagian operasi lain di Voisey’s Bay Canada.

Dan apabila keputusan tersebut benar diberlakukan Indonesia, Maka Potensi APBD Kabupaten Luwu Timur, Sulsel terancam hilang 15 persen atau sekitar 200 miliar.

Selain itu, ada sekitar 3.000 karyawan, 7.000 kontraktor dan sebanyak 137 supplier lokal memiliki potensi terdampak dari keputusan itu.

Namun PT Vale menyadari bahwa keputusan pengurangan produksi atau shutdown ini nantinya bukanlah suatu keputusan yang mudah karena operasi PT Vale di Sorowako masih sangat berpengaruh terhadap aspek sosial ekonomi setempat.

Sehingga PT Vale mempunyai tanggung jawab sosial untuk terus beroperasi dengan aman.

Hingga akhir Kuartal I-2020, kinerja operasional PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) masih baik. Hal tersebut tercermin pada pencapaian target produksi Kuartal I-2020 sebanyak 17.614 ton Nikel dalam Matte. Kabupaten Luwu Timur sendiri, juga mendapatkan pasokan listrik sebesar 10,7 MW dari PLTA milik PT Vale Indonesia.

“Sampai saat ini, faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan lebih pada harga nikel yang terkoreksi yang mempengaruhi pendapatan, namun di lain sisi biaya produksi membaik karena harga minyakyang lebih rendah,” tambah Febriany Eddy.

PT Vale sampai saat ini juga masih menjalankan operasionalnya sesuai target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2020 dengan mempertahankan angka produksi seperti tahun 2019 yakni 71 ribu ton.

Meski demikian, PT Vale tetap memperhatikan kondisi aktual di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung yang belum dapat diprediksi kapan berakhirnya. Salah satunya adalah dengan menyiapkan perencanaan keberlangsungan bisnis untuk mengantisipasi dampak yang lebih serius terhadap operasional bila pandemi terjadi berkepanjangan.

Sampai saat ini, PT Vale juga masih dapat menjaga agar lini produksi terutama operasi tambang dan smelter tetap berjalan dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan pekerja serta lingkungan.(*)

spot_img
Terkini

Istri – Menantu Wali Kota Danny Muncul di Pilwakot Makassar, Pengamat : Apa yang Sudah Dikerjakan ?

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Indira Jusuf Ismail Istri Wali Kota Makassar Danny Pomanto masuk dalam bursa Pilwalkot Makassar 2024. Nama ketua...

Berita Lainnya

spot_img