Senin, Mei 20, 2024

Kisah Ibu Hamil di Luwu Utara, Meninggal Dunia Bersama Bayinya Setelah Ditandu Sejauh 40 Km

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimes.id, LUWU UTARA – Salah seorang Ibu Hamil di Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Eva (18) meninggal dunia.

Mirisnya, Eva meninggal dunia setelah ditandu selama kurang lebih 17 jam dari kampung halamannya, Desa Tamakalaeng, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara.

Parahnya lagi, bayi yang dikandung oleh Eva juga turut meninggal dunia tidak lama setelah sang ibu meninggal.

Dari informasi yang dihimpun, awalnya Eva sudah tiba waktunya untuk melahirkan. Namun ternyata ia tidak bisa melahirkan dengan normal atau membutuhkan tindakan operasi.

“Jadi pada Kamis malam sudah tiba waktunya untuk lahiran tapi tidak (bisa) normal. Akhirnya pas hari Jumat pagi tiba-tiba harus dirujuk atau dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten.” ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya saat dihubungi, Rabu, (22/3).

“Nah kebetulan ada pesawat pada saat itu tapi jam 11, kalau (sabtu-minggu tidak ada), tapi tidak memungkinkan untuk dicapai dari Seko Tengah ke Bandara karena kalau ditandu bisa memakan waktu setengah hari.” ungkap dia.

Sehingga, pihak keluarga berinisiatif untuk mengambil jalur lain yaitu secara manual dengan di tandu dari Seko ke Palandoang.

“Nanti di Palandoang dijemput mobil disana, karena mobilnya hanya bisa sampai disitu. Jarak Seko ke Palandoang itu sekitar 40 km. Jadi pas dijemput langsung diteruskan ke RS kabupaten dan tiba subuh.” bebernya.

Namun ia mengaku jika kondisi Eva saat setelah operasi pagi hari mengalami kritis hingga Minggu subuh.

“Pas tiba langsung ditangani dan di operasi jam 8 pagi itu hari Sabtu, tapi kondisi pasca operasi kritis sampai minggu subuh kemudian dinyatakan meninggal. Tidak lama berselang anaknya juga meninggal dunia.” tuturnya.

Saat dinyatakan meninggal, lanjut dia, jenazah kemudian diantar kembali ke Seko dari Masamba dengan diantar Ambulans.

“Jam 11 jenazah diantar sampai Mabusa dari Masamba kemudian di tandu sampai rumah almarhum. Tiba di rumah duka senin subuh sekitar jam di mana sekitar 300 orang lebih yang menjemput jenazah.” tutup dia.

(Np/Syaf)

Terkini

Ketua DPRD Sulsel Berikan Lukisan untuk Bahtiar Baharuddin Karya Armin Toputiri

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan kepada mantan PJ Gubernur Sulsel,...
Terkait

IDEAtimes.id, LUWU UTARA – Salah seorang Ibu Hamil di Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Eva (18) meninggal dunia.

Mirisnya, Eva meninggal dunia setelah ditandu selama kurang lebih 17 jam dari kampung halamannya, Desa Tamakalaeng, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara.

Parahnya lagi, bayi yang dikandung oleh Eva juga turut meninggal dunia tidak lama setelah sang ibu meninggal.

Dari informasi yang dihimpun, awalnya Eva sudah tiba waktunya untuk melahirkan. Namun ternyata ia tidak bisa melahirkan dengan normal atau membutuhkan tindakan operasi.

“Jadi pada Kamis malam sudah tiba waktunya untuk lahiran tapi tidak (bisa) normal. Akhirnya pas hari Jumat pagi tiba-tiba harus dirujuk atau dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten.” ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya saat dihubungi, Rabu, (22/3).

“Nah kebetulan ada pesawat pada saat itu tapi jam 11, kalau (sabtu-minggu tidak ada), tapi tidak memungkinkan untuk dicapai dari Seko Tengah ke Bandara karena kalau ditandu bisa memakan waktu setengah hari.” ungkap dia.

Sehingga, pihak keluarga berinisiatif untuk mengambil jalur lain yaitu secara manual dengan di tandu dari Seko ke Palandoang.

“Nanti di Palandoang dijemput mobil disana, karena mobilnya hanya bisa sampai disitu. Jarak Seko ke Palandoang itu sekitar 40 km. Jadi pas dijemput langsung diteruskan ke RS kabupaten dan tiba subuh.” bebernya.

Namun ia mengaku jika kondisi Eva saat setelah operasi pagi hari mengalami kritis hingga Minggu subuh.

“Pas tiba langsung ditangani dan di operasi jam 8 pagi itu hari Sabtu, tapi kondisi pasca operasi kritis sampai minggu subuh kemudian dinyatakan meninggal. Tidak lama berselang anaknya juga meninggal dunia.” tuturnya.

Saat dinyatakan meninggal, lanjut dia, jenazah kemudian diantar kembali ke Seko dari Masamba dengan diantar Ambulans.

“Jam 11 jenazah diantar sampai Mabusa dari Masamba kemudian di tandu sampai rumah almarhum. Tiba di rumah duka senin subuh sekitar jam di mana sekitar 300 orang lebih yang menjemput jenazah.” tutup dia.

(Np/Syaf)

spot_img
Terkini

Ketua DPRD Sulsel Berikan Lukisan untuk Bahtiar Baharuddin Karya Armin Toputiri

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan kepada mantan PJ Gubernur Sulsel,...

Berita Lainnya

spot_img