IDEAtimes.id, MAKASSAR – Laga PSM Makassar vs Persib Bandung dalam lanjutan pekan ke-33 BRI Super League berakhir ricuh.
Laga yang berlangsung di Stadion BJ Habibie, Minggu, (17/5) malam dengan kemenangan tim tamu 2-1.
Kelompok suporter PSM Makassar Reda Gank melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Muh. Fajrin membeberkan kronologi kericuhan yang terjadi usai lagi.
Fajrin menjelaskan, pada saat pertandingan usai, sekelompok orang turun dari arah selatan stadion menuju lapangan.
“Nah saat mereka turun, pemain semua dievakuasi termasuk tim tamu Persib.” ungkap Fajrin saat dihubungi ideatimes.id, Senin, (18/5).
“Waktu pemain sudah diarahkan masuk, ada oknum yang tendang pemain Persib.” tambahnya.
Bahkan lanjut Fajrin, kelompok suporter Persib dari Bobotoh dan Viking turut menjadi sasaran serangan yang diduga dari kelompok Corner Teror.
“Jadi ada kelompok namanya Corner Teror kemudian menyerang rekan-rekan dari pendukung Persib, beruntung Red Gank ada disitu dan membantu evakuasi.” tegasnya.
Fajrin pun mengaku menyesalkan tindakan kelompok atau oknum yang mengaku pendukung PSM Makassar tapi berbuat seenaknya.
“Kecewa pasti tapi apakah bisa menyelesaikan masalah dengan kekerasan? Kan bukan itu solusinya. Apalagi sampai ada pemain tim tamu yang jadi korban.” tukasnya.
“Tentu ini membuat kita kecewa sebagai fans PSM. Harusnya kita jaga klub ini, apapun masalah manajemen bukan diselesaikan dengan cara kekerasan.” tutupnya.
Kekalahan ini membuat PSM berada diposisi 14 klasemen sementara dengan 34 poin.
Hanya berbeda 3 poin dengan Persis Solo yang berada di jalur degradasi saat ini. (*)